DUA DUNIA MENYATU

Sebuah Paradigma Pemikiran Makroskopis

Selamat Datang!                             

Selamat datang di situs web PAKJE. 

Di sini anda bisa menikmati sekaligus ikut mengisi dengan ide-ide segar anda pada halaman-halaman yang disajikan via email kontak. Semua yang tertayang dalam situs ini adalah untuk kita semua. Anda bebas men-download ataupun meng-upload apa saja selama hal tersebut bisa memberikan manfaat bagi para pengguna sendiri atau orang lain. Indikasi kesuksesan situs ini ada pada diri kita masing-masing. Sejauh mana kita bisa memberikan manfaat pada perubahan hidup dan kehidupan ini menuju arah yang lebih baik. Bentuk pengorbanan yang bisa kita berikan merupakan indikasi kesuksesan yang dimaksud. Semakin besar partisipasi kita semua dalam pengembangan situs ini semakin lebar pula jangkauan kemanfaatan situs ini bagi orang lain. Tujuan final yang ingin dicapai adalah terselamatkannya bumi kehidupan dari kehancuran yang semakin mengancam dari hari ke hari karena ulah manusia yang hidup di atasnya. Kehidupan yang damai akan bisa tercipta manakala penghuni bumi bisa hidup selaras, seimbang dan penuh kedamaian.

Kita bisa mengamati hidup dan kehidupan ini melalui sudut pandang polarisasi. Ada langit ada bumi. Ada siang ada malam. Ada gelap ada terang. Ada hitam ada putih. Ada benar ada salah. Ada yang kuat ada yang lemah. Ada yang nyata ada yang tidak nyata. Ada dunia ada akhirat. Inilah sifat asli dari apa yang disebut makhluk. Makhluk adalah ciptaan, yang berbeda dengan penciptanya. Pencipta makhluk, yang berwujud alam dan apa saja yang ada di dalamnya, adalah Sang Maha Pencipta (al-Khaliq). Manusia menyebutnya dengan sebutan TUHAN. Tuhan kita sebagai Sang Pencipta tidak akan menciptakan Tuhan lain karena hal itu adalah mustahil. Tuhan itu mutlak dalam kesendirian-Nya. Dia tidak sama, tidak pula akan sama dan tidak akan pernah disamai. Karena itu menyamakan Tuhan dengan yang lain-Nya adalah kekeliruan fatal dan merendahkan martabat Tuhan itu sendiri. Dengan demikian secara tidak langsung, perbuatan syirik (perbuatan menyamakan pencipta dengan ciptaannya) itu senantiasa merendahkan dan menjelekkan diri sendiri. Ini adalah yang sangat dimurkai dan Tuhan tiada memberikan ampunan atas perbuatan ini. Karena itu, Tuhan adalah lain dari yang lain. Dia adalah Maha Tunggal dan karena itu semua ciptaan-Nya harus taat, tunduk dan patuh kepada-Nya. Kalau demikian yang terjadi, maka keselarasan hidup dan kehidupan akan dapat digapai. Semuanya akan tunduk pada satu aturan yang telah direkomendasikan Tuhan. Siapapun dan apapun yang ada dalam rel aturan-Nya, maka keselamatan dan keterjagaan akan bisa diharapkan. Polarisasi ciptaan yang dapat dipertemukan memberikan banyak harapan menuju cita-cita yang diinginkan.  Inilah semangat situs web ini yang bisa tercermin dalam kata "DUA DUNIA MENYATU". Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita, amin ....      

    Kehidupan diibaratkan ikan dalam air yang bergerak dalam diam dan diam dalam gerak.     

                                       Topik-topik dalam "Dua Dunia Menyatu"

 Perjodohan Laki-laki dan Perempuan    Ada       
 Kaya dan Miskin    Ada      
 Berpengetahuan dan Tidak Berpengetahuan    Ada     
 Kuat dan Lemah    Ada     
 Benar dan Salah       Tidak
 Sehat dan Sakit       Tidak
 Kenikmatan dan Kesengsaraan       Tidak
 Nyata dan Gaib       Tidak
 Berkesempatan dan Tidak Berkesempatan       Tidak
 Hidup dan Mati       Tidak

Perjodohan Laki-laki dan Perempuan

Kita bisa melihat di depan mata kepala kita beragam manusia atau makhluk lain yang hidup berpasangan. Pada umumnya, mereka berpasangan satu lawan satu. Ada pula yang berpasangan satu lawan dua dan seterusnya. Orang bilang mereka klik satu sama lain. Kalau pasangan ini berbeda dalam jenis kelamin, maka dinamakan "Jodoh". Perjodohan ini biasanya membuahkan hasil yang dikenal dengan istilah "Buah Perjodohan" atau "keturunan". Keturunan akan terus berkelanjutan sepanjang ada perjodohan. Demikian kehidupan itu berlangsung hingga batas yang telah ditentukan. Setiap manusia juga makhluk yang lain akan berusaha mendapatkan jodoh yang terbaik buat dirinya agar keturunannya kelak akan menjadi baik dan unggul. Ada kalanya usaha ini dia lakukan sendiri dan ada pula yang berusaha dengan cara meminta bantuan pada yang lain.  Perjodohan adalah perpaduan hasrat keinginan yang menyatu. Perjodohan adalah pertemuan antara kesungguhan sang pencari dan anugerah Yang Maha Kuasa. Perjodohan adalah kesuksesan sang penolong dan yang tertolong. Perjodohan adalah kehendak Tuhan Yang Pengasih dan Penyayang. 

Kaya dan Miskin

Kata "Kaya" digunakan untuk menyatakan kepemilikan yang lebih dari kondisi cukup. Kekayaan yang berada pada kelompok atas ini sebenarnya bukanlah simbol kemulyaan, akan tetapi adalah materi ujian buat kita semua yang hidup. Inilah yang isyaratkan dalam kitab suci ummat Muslim, Al-Qur'an.

Sedangkan kata "Miskin" adalah kondisi cukup yang berimplikasi pada keberdikarian dan tidak berkelebihan. Kodisii miskin adalah kondisi ideal yang telah ditauladankan oleh panutan ummat Muslim yaitu Nabi Muhammad SAW, yang dalam doanya beliau meminta hidup sebagai orang miskin dan mati dalam kondisi miskin dan digolongkan ke dalam golongan orang-orang yang miskin. Kebanyakan orang mengidentikkan kemiskinan dengan "Kefakiran". Kefakiran adalah kondisi kurang dari kecukupan. Kondisi berkekurangan ini sangat berbahaya dan bisa mengancam keimanan seseorang. "Keimanan" adalah keyakinan akan kebenaran yang mesti harus diaplikasikan dan dijalani seseorang dalam hidupnya demi mendapatkan kebahagiaan. Keimanan ini bisa terkoyak manakala seseorang tidak mampu menahan derita hidup yang serba berkekurangan. Karena itu ada ungkapan: "Kefakiran sangat dekat dengan kekufuran". Kekufuran adalah kondisi dimana tidak ada rasa terima kasih terhadap apa yang sudah diperoleh. Kalau kita masuk dalam kondisi ini, maka kita sudah berada dalam kondisi yang salah dan akan cenderung melakukan hal yang salah. Ini sangatllah berbahaya buat kehidupan kita sendiri yang bisa masuk dalam lingkaran kehancuran, kenistaan dan kehinaan.

Kemiskinan dan kefakiran yang ada dalam kelompok bawah ini juga bukanlah simbol kehinaan, akan tetapi hanyalah materi uji kehidupan buat kita semua, demikian Al-Qur'an telah mengisyaratkan. Kedua kelompok ini akan bersinergi bak sebuah irama manakala berjalan dinamis dan saling melengkapi. Permasalahan bisa jadi akibat ulah kita yang:                         (1) tidak bisa memulyakan anak-anak yatim,                                                                  (2) tidak bisa membuat orang-orang miskin memiliki sesuatu untuk dimanfaatkan,                    (3) terlalu banyak menikmati peninggalan-peninggalan  para pendahulu, dan                           (4) terlalu mencintai harta-benda.

Dia yang Maha Mengetahui dan Maha Pengasih. Semoga Dia melindungi kita semua. 

Berpengetahuan dan Tidak Berpengetahuan

"Berpengetahuan" berarti memiliki pengetahuan yang diperoleh atas usaha pencarian dan atau karena pemberian. Kalau tidak ada dua hal tersebut, maka dibilang "Tidak Berpengetahuan". Ini berlaku bagi siapa saja kecuali Tuhan. Mereka yang berpengetahuan tidak sama dengan mereka yang tidak berpengetahuan dalam hal melakukan sesuatu. Semua makhluk ciptaan termasuk manusia ini ada yang mencipta beserta kadarnya masing-masing dan tidak ada satupun ciptaan Tuhan ini yang sia-sia. Manusia dijadikan "Khalifah Tuhan" di muka bumi ini dengan dibekali pengetahuan. Jadi mereka yang terdepan adalah mereka yang banyak memiliki pengetahuan yang tentunya dibarengi dengan penerapan ilmu-ilmu itu dalam setiap usahanya. Kalau usahanya ini ditujukan untuk mengharap "Ridho Tuhannya", maka sampailah dia pada yang senestinya. Kalau tidak, maka dia benar-benar berpaling dari Tuhan yang telah memberi amanah kepadanya. Jangan disalahkan kalau Tuhan murka. Semoga keselamatan berpihak pada mereka yang berpengetahuan dan menerapkannya dengan semestinya. 

Kuat dan Lemah

Kata "Kuat" bisa bermakna "bertenaga dalam melakukan sesuatu atau menahan sesuatu". Kata ini mengisyaratkan keberadaan energi yang cukup bahkan lebih dari cukup dalam suatu hal/benda yang ujud/ada, baik itu pada Sang Pencipta maupun makhluk ciptaan. Sedangkan kata "Lemah" bermakna kebalikannya, yaitu "memilkili energi yang kurang dari yang dibutuhkan". Kondisi kuat diperlukan oleh apapun dan siapapun agar bisa berada pada posisi yang semestinya. Keberadaan yang demikian ini akan bisa memberikan kontribusi kepada yang lain di sekitarnya. Yang kuat dan yang lemah mestinya bisa bersinergi dengan baik. Berbagi energi (power sharing) diperlukan oleh yang lemah dari yang kuat, yang pada gilirannnya yang lemah akan menjadi kuat dan bisa melakukan hal yang sama. Ketentuan ini hanya berlaku bagi makhluk ciptaan, bukan pada Sang Pencpta, karena Dia adalah Dzat yang Maha Esa, Maha Berkehendak, dan tiada satupun yang menyamai-Nya.