Namaku Yekti, you can call me yekti...
Yekti terlahir dari seorang perempuan sederhana bernama Siti Aisyah. Masa kecil, Yekti habiskan dalam belaian sayank seorang nenek. Yekti memanggilnya Emak
. Yekti punya 2 kakak perempuan yang selalu bertengkar dengan Yekti kecil. Entah kapan tepatnya Yekti sadar kl g da papa di kehidupan Yekti dan entah kapan tepatnya yekti tahu kl papa sudah berpulang. yekti akhirnya tahu kalo nama papa yekti Soewarso. yekti tahu tentang papa dari orang - orang disekitar yekti.
yekti tumbuh menjadi remaja yang tomboy di keluarga yang sederhana bahkan sangattttttt sederhana:), dalam belaian sayank mama dan kakak - kakak yekti, yang dulu yekti kecil anggap jahat(coz nyuruh - nyuruh, nyuruh mandi, nyuruh tidur, nyuruh pulang kl waktu main, etc), dan dalam kehangatan persahabatan.
Kini Yekti bukan Yekti yang dulu yang suka ngompol di kasur, yang suka kabur lewat jendela kl disuruh tidur siang, yang suka mandi disungai, yang suka main takraw (dr puluhan pemain 3 diantaranya cewek salah satunya Yekti
), yang suka berantem sama cowok, yang suka pakek celana pendek, yang suka ngliatin kakak kelas (pastinya cowok, cowok special), yang suka jailin temen - temen (paling parah: temen sekelas disuruh lari keliling lapangan basket 10 kali,maaf ya...), yang suka tp - tp ma cowok:)
Kini Yekti, pastinya lebih dewasa, lebih matang dalam berpikir, lebih sopan, lebih sabar, dan pastinya lebih menjadi perempuan (narsis abizzz), walaupun yekti tahu yekti selalu dalam proses:) it's not finish
my life still go on
Aku BUKAN perempuan baik, tapi aku BERUSAHA menjadi lebih baik
Aku BUKAN perempuan sempurna, tapi aku MENCOBA menjadi sempurna
Aku mempunyai berjuta kekurangan dan aku jg mempuyai berjuta kelebihan
Aku pernah melakukan kesalahan dan akan ku jadikan sebagai kenangan
Aku adalah apa yang aku pikirkan
Apapun kata mereka, inilah aku