Hidup Sejati Dalam Allah

Persatuan Kristen Dari Hati Sanubari


Arahkan Langkahmu!

"Indonesia, arahkan langkahmu kepada langkah-Ku,
sebab Hari-Ku dekat,
dan sewaktu Aku datang,
Aku akan datang dengan Api."

Kutipan dari Amanat Yesus melalui Vassula untuk Indonesia


Amanat Yesus untuk Indonesia yang lengkap - di sini!
Download Tanya Jawab / Penjelasan Stefan Leks tentang Amanat Yesus untuk Indonesia di sini!

Sebelum membaca situs ini, silakan berdoa terlebih dahulu dengan 3 doa yang dianjurkan Yesus - di sini

Selamat Datang / Pengantar

Selamat datang di situs Unio Cordium Indonesia, yang mengemban misi Persatuan Umat Kristen sesuai yang disampaikan Yesus Kristus kepada Vassula Ryden, seperti yang ditulisnya dalam buku "True Life In God" / TLIG - atau "Hidup Sejati Dalam Allah"  / HSDA - (terjemahannya).

Bagi yang belum pernah mendengar tentang Vassula dan misinya, maka situs ini akan memberi anda seluruh informasi yang diperlukan.
Yang menjadi salah satu keunikan dari Vassula adalah bahwa ia "melihat" Yesus melalui lokusi interior, dan terjadi dialog tertulis, dimana ketika Yesus memberi amanat, maka tulisan berubah (lihat contoh), sedangkan ketika Vassula bertanya, maka tulisannya tetap tulisan Vassula sendiri.

Misi Vassula: mengumandangkan Persatuan Umat Kristen.

Situs ini terbagi atas beberapa halaman. Silakan klik di judul pilihan anda (atau klik di NaviBar):
Anda adalah pengunjung ke:

Mendaftar

Dalam rangka mencatat siapa saja yang berkenan mengunjungi situs ini, sekaligus bila anda berminat menerima informasi lanjut / berita tentang kegiatan kerasulan persatuan umat Kristiani di Indonesia dan dari Vassula silakan mendaftar di webform ini terlebih dahulu. Ini akan sangat membantu pekerjaan tim Unio Cordium Indonesia.


Bookmark situs ini!

Silakan tekan tombol di bawah ini untuk menyimpan situs ini:


Berikan komentar anda (rating):


Kata Vassula

Ringkasnya, dengan perkataan Vassula sendiri:
Saya dibaptis sebagai Ortodoks Yunani, orang tua saya Yunani, dan  kami semua lahir di Mesir. Suami saya seorang Swedia dan beragama Protestan. Saya punya dua orang putra dan saya seorang ibu rumah tangga. Saya tidak pernah diajarkan katekismus, apalagi teologi. Saya melepaskan praktik agama saya secara menyeluruh, terutama ketika saya menikah. Saya tidak pernah mendengar bahwa Tuhan dapat memberi kita rahmat khusus seperti lokusi dan penglihatan intelektual, atau terang yang dilebur ke intelektualitas kita.

Pada suatu hari, pada saat saya paling tidak mengira, Allah dengan tiba-tiba datang kepadaku dan menyerap diriku. Ini terjadi pada akhir November, 1985. Pada bagian itu dari bulan November saya sedang mempersiapkan suatu pameran lukisan. Saya bermain tenis dari pagi sampai malam (kalau orang mau bertemu Vassula, mereka dapat menemukan dia di lapangan tenis), dan saya suka memperagakan pakaian. Allah sangat jauh dari saya.

Ketika Allah mendekati saya, Ia mula-mula mengutus malaikat pelindung saya. Malaikat itu datang kepada saya ketika saya sedang menyiapkan daftar belanja. Ia memperkenalkan dirinya dan menyatakan namanya adalah Daniel. Ya, sesederhana itu! Anda dapat membayangkan betapa terkejutnya saya dan betapa senangnya saya. Kemudian saya dapati bahwa saya dapat berkomunikasi dengan malaikat saya. Saya mendengar suaranya dalam hati saya dan menuliskannya, seperti orang yang didikte. Apa saja pikiran saya, yang juga saya tulis, dijawab. Demikianlah maka semuanya mulai dengan cara ini.

Pada hari pertama, ketika suami saya mulai mengetahui hal ini, tidak pernah terlintas pada saya bahwa ia akan meragukannya. Ia tahu bahwa pikiran saya normal. Saya bukanlah type orang yang mengada-ada hal seperti itu. Maka, ia pun begitu saja percaya. Perjanjian Lama seringkali melukiskan malaikat-malaikat yang digunakan Allah, tidak hanya sebagai pembawa amanat, tetapi juga sebagai sarana.

Setelah seminggu berlalu, malaikat saya meminta saya membaca Kitab Suci. Karena saya tidak memiliki Kitab Suci di rumah ia menyuruh saya pergi untuk mendapatkannya. Ini saya lakukan, dan ketika saya membukanya untuk membaca, seperti yang ia suruh, saya membuka mazmur saya samasekali tidak dapat mengerti apa-apa meskipun dalam bahasa Inggris. Begitulah Allah mencoba menyatakan kepada saya bahwa saya buta dan bahwa di sekeliling saya segalanya gelap, dan karenanya saya tidak dapat mengerti apa yang saya katakan.

Malaikat memberi saya suatu pemurnian. Ia mulai menunjukkan kepada saya dengan cara yang amat khusus, semua dosa yang tidak saya sesali. Disebut khusus, karena caranya adalah sebagaimana Allah melihat dosa-dosa kita, dan bukan sebagaimana kita melihatnya. Dan ini adalah suatu perbedaan yang besar. Saya banyak menderita karenanya, sebab saya membenci diri saya sendiri, dan saya membenci segala yang telah saya lakukan selama ini.

Malaikat saya meminta agar saya pergi ke suatu biara (seminari/paroki?) yang kebetulan ada di seberang rumah saya di Bangladesh. Saya bertemu seorang pastor dan saya menunjukkan tulisan-tulisan saya dan menceriterakan segalanya kepadanya. Ia tertegun dan tidak percaya kepada saya. Saya merasa hancur, sebab dalam ketidaktahuan saya benar-benar mengira bahwa dia akan percaya kepada saya, sebab saya anggap dia siang malam berurusan dengan Allah dan para malaikat. Sejak itu ia memperlakukan saya sebagai seorang yang terganggu ingatannya. Ia lalu mengirim saya kepada seorang pastor lainnya yang berkesimpulan bahwa saya berurusan dengan Setan. Jadi, saya akhirnya berada dalam situasi dimana orang berpikir saya gila dan yang satu lagi menganggap saya satanik.

Setelah beberapa minggu, bukannya menghadapi kunjungan teratur malaikatku, tetapi Tuhan sendiri yang mengunjungi saya. Mengingat kondisi saya pada waktu itu, saya tidak meloncat keheranan. Karena saya tidak mengenal Tuhan, saya menganggap semua yang turun dari surga sebagai yang sederajat. Hal pertama yang dikatakan Tuhan kepadaku adalah, "Aku, Allah, mengasihi engkau. Kasihilah Aku." Lalu Ia meminta saya untuk mendaraskan doa Bapa Kami kepada-Nya.

Beberapa hari kemudian Yesus mengajukan pertanyaan kepadaku. Ia berkata, "Rumah siapa yang lebih penting, rumahmu atau rumah-Ku?' Saya menjawab. "Rumah-Mu, Tuhan." Lalu Ia memberkati saya. Kemudian Ia berkata, "Rumah-Ku dalam reruntuhan. Perbaharuilah Rumah-Ku." Saya hampir menangis, sebab saya berkata, "Bagaimana? Bagaimanakah aku dapat berbuat sesuatu? Aku tidak tahu apa-apa tentang gereja. Dan aku tidak tahu apa-apa tentang katekismus, benar-benar tidak tahu apa pun. Engkau meminta sesuatu yang tidak dapat kulakukan."

Sementara itu, pastor yang pertama yang mengira saya terganggu ingatannya mulai menduga bahwa hal ini mungkin berasal dari Allah, dan berkata, "Vassula, saya merasa iba kepadamu, sebab Allah tidak datang kepada seseorang dengan cara itu, memberi begitu banyak rahmat, tanpa mengharapkan sesuatu."

Memang benar. Pada suatu hari Yesus minta kepadaku, "Maukah engkau melayani Aku?" Dan saya tidak menjawab, sebab saya ketakutan. Karena semuanya dituliskan, saya mengangkat tangan saya, sebab saya tidak mau menulis hal ini. Hal ini benar-benar membuat saya takut. Saya tidak tahu apa yang akan diminta Allah daripadaku. Saya pikir, mungkin Ia menyuruh saya untuk meninggalkan keluarga saya dan menjadi seorang Karmelit. Saya tidak siap untuk itu. Karena itu saya menggeser Dia. Tetapi saya tidak dapat diam sepanjang hari dan sepanjang malam, sebab Ia berkata sesudahnya, "Aku dapat tetap tinggal dalam dirimu kendati kelemahanmu yang amat sangat." Lalu saya merasa amat sangat menyesal. Maka saya mengambil keputusan untuk terjun ke dalam suatu, ya, seolah-olah suatu kegelapan. Keesokan harinya saya muncul dengan pertanyaan-Nya sendiri, dan saya berkata, "Apakah Engkau ingin agar aku melayani Engkau?' Maka Ia berkata, "Aku akan mendidik engkau untuk memuaskan keadilan-Ku. Aku akan membesarkan engkau untuk menyenangkan jiwa-Ku. Engkau tidak layak, sama sekali tidak, tetapi Aku berkenan kepadamu kendati kemalanganmu, sebab kesetiaan-Ku dan kelembutan-Ku tidak terbatas."

Pada suatu hari Tuhan memberi saya suatu penglihatan dari tiga tonggak besi yang berdiri tegak sebelah menyebelah. Penglihatan itu menghantui saya sepanjang pagi itu. Lalu Ia memasukkan  suatu terang ke dalam diri saya untuk memahami artinya, dan ketika saya mengerti bahwa besi-besi itu mewakili Gereja Katolik, Protestan dan Ortodoks, saya panik, dan berkata:  "Tidak, aku tidak mau terlibat dalam hal-hal seperti ini. Sudah cukup menyenangkan hubungan antara hanya Engkau dan aku, tetapi kalau sekarang Engkau akan membicarakan perihal Gereja, maka aku tidak mau terlibat dalam amanat-amanat ini. Jangan libatkan aku dalam hal ini. Aku toh tidak mempunyai bayangan apa pun tentang rencana-rencana Gereja-gereja. Pilihlah seseorang yang mengetahui tentang hal-hal seperti ini, dan yang berwenang serta dihormati oleh Gereja."

Tetapi Yesus berkata, "Aku akan membentuk engkau dan mengajar engkau." Saya berkata, "Tetapi aku tidak mengetahui apa-apa." Dan Ia berkata, "Aku telah memilih engkau karena engkau tidak memiliki wewenang apa-apa dan engkau 'bukan apa-apa'. Melalui ke'bukan apa-apa'anmu Aku akan menyatakan Keagungan-Ku. Melalui kesusahanmu Aku akan menunjukkan Kerahiman-Ku. Dan Melalui kerapuhanmu, Kekuatan-Ku. Tetaplah 'bukan apa-apa' supaya Aku dapat menjadi segalanya. Aku tidak mau adanya pesaing. Matilah terhadap dirimu sendiri, supaya Roh-Ku bernapas dalam dirimu. Hapuskanlah dirimu supaya hanya Aku yang terlihat. Aku telah memilih engkau, yang tidak cakap untuk tugas ini, tak berdaya dan kecil, tanpa kehebatan, untuk menyatakan melalui dirimu Kasih-Ku yang Membara. Gereja-Ku mebutuhkan suatu pembaharuan. Aku telah datang  untuk mengkonsolidasikan Gereja-Ku. Maka, izinkanlah Aku untuk menggunakan engkau."

Saya dipanggil untuk menerima dikte Ilahi setiap hari. Tuhan selalu minta izin saya, "Izinkanlah Aku menggunakan tanganmu, izinkanlah Aku menggunakan waktumu." Ia tidak pernah memaksa saya. Seizin saya Ia mulai melepaskan diri saya dari segala hal yang pernah mengambil alih tempat-Nya. Pelajaran-pelajaran saya yang pertama adalah belajar mengasihi-Nya. Cukup bagi-Nya untuk memperlihatkan Hati-Nya, dan ketika saya melihat kedalaman Kasih-Nya bagi kita semua, dan luka-luka yang masih kita kenakan kepada-Nya, saya hanya dapat menyerah dan mengasihi Dia. Tuhan minta agar saya bersandar pada Hati-Nya, seperti yang Ia minta kepada Yohanes. Ketika Yohanes bersandar pada Hati-Nya, Tuhan telah memberi dia keberanian untuk berada bersama Yesus di bawah Salib-Nya.

Tuhan telah menyembunyikan saya, sambil mengajar saya dan mendikte saya, selama tiga tahun. Saya sendirian. Tidak ada seorang pun yang menasihati saya. Yesus menjelaskan kepada saya masalah-masalah gereja. Ia juga menjelaskan bagian-bagian dari Kitab Suci, umpamanya, Wahyu 11:12, 13, 21, 22.

Lalu, tepat sesudah tiga tahun ini, Tuhan mendorong saya untuk muncul di hadapan umum. Saya tidak sadar bahwa amanat-amanatnya bersifat Ekumenis, tidak pula bahwa hal itu dinaungi pengajaran-pengajaran Roh Kudus. Saya telah menerima sembilan nubuat tentang Rusia, dan satu di antaranya sudah terjadi.

Masalah besar lain yang diajukan Yesus adalah tentang persatuan, dan tentang hal inilah saya akan membacakan kepada anda pada hari ini. Saya akan secara langsung mengambil Sabda-Nya yang sudah tercetak, dan kiranya anda telah mendapatkan salinanya. Saya hanya akan mengambil ringkasan-ringkasannya sebab amanat keseluruhannya amat panjang. (bacaan ada di Amanat Persatuan)


Tujuan

Tujuan dibuatnya situs Unio Cordium ini adalah demi pelayanan kepada umat yang berminat akan persatuan umat Kristiani seperti yang disampaikan Yesus ke Vassula Ryden.
Situs ini berisi informasi tentang:
  • Terjemahan buku True Life in God (TLIG) untuk anda download dan baca sendiri
  • Tentang Vassula, penulis buku TLIG
  • Tanggapan Dunia
  • Cara memesan terjemahan TLIG
  • Link ke situs TLIG Internasional - bhs Inggris
  • Kunjungan Vassula ke Indonesia
  • Tentang Unio Cordium Indonesia


Contoh Tulisan Tangan

Ke 3 Doa Ampuh

Yang sangat penting, dan sudah segera dapat anda lakukan adalah mendaraskan 3 doa yang disarankan Yesus melalui Vassula. Ke 3 doa itu adalah:
Novena Penyerahan Diri - Memorare St Bernardus - Doa St Mikhael.
Isi ke 3 doa ampuh tersebut dapat anda baca di bawah ini.
Anda dapat pula download ke 3 doa tsb dan di print untuk doa sehari-hari anda.
Silakan download di sini.

Novena Penyerahan Diri

NOVENA PENYERAHAN DIRI KEPADA HATI KUDUS

Tuhan, Yesus Kristus,
kepada Hati-Mu yang Mahakudus
kupercayakan ujud ini
(sebutkanlah permohonan anda)

Cukuplah Engkau memandang aku,
lalu berbuatlah sesuai dengan gerakan Hati-Mu.
Biarlah Hati-Mu yang Mahakudus memutuskan,
aku bergantung pada-Nya,
aku mengandalkan-Nya,
aku mempercayakan diriku kepada kerahiman-Mu.

Tuhan Yesus,
Engkau tidak akan mengecewakan aku.
Hati Kudus Yesus,
aku mengandalkan Engkau.
Hati Kudus Yesus,
aku percaya akan Kasih-Mu kepadaku.
Hati Kudus Yesus,
datanglah Kerajaan-Mu.


Hati Kudus Yesus,
banyak anugerah telah kumohon,
tetapi yang satu ini kumohon dengan sungguh-sungguh.
Terimalah, tempatkanlah permohonan ini
dalam Hati Kudus-Mu.
Apabila Bapa yang Kekal melihatnya
telah dikemas dengan Darah-Mu yang Mulia,
Ia tidak akan menolaknya.
Ini bukan doaku lagi, melainkan doa-Mu, ya Yesus.

Hati Kudus Yesus,
aku mengandalkan Engkau.
Jangan pernah aku dikecewakan. Amin.

Memorare St. Bernardus

MEMORARE ST. BERNARDUS

Ingatlah, o Perawan Maria yang amat murah hati,
bahwa belum pernah terdengar
seorang pun yang mencari perlindungan-Mu,
yang mohon pertolongan-Mu,
atau mengharapkan bantuan-Mu,
terlantar ......

Tergerak oleh keyakinan ini,
aku berlari kepada-Mu.
O Perawan segala perawan, Bundaku!
Kepada-Mulah aku datang,
aku, pendosa, seraya mengaduh,
menghadap hadirat-Mu.

Bunda Sang Sabda ,
jangan menolak permohonanku,
melainkan, karena kemurahan hati-Mu,
dengarkan dan kabulkanlah. Amin.


Doa Santo Mikhael

DOA KEPADA ST. MIKHAEL

Santo Mikhael, Malaikat Agung,
belalah kami pada hari pertempuran;
jadilah pelindung kami
melawan kejahatan dan jebakan si jahat.

Dengan rendah hati kami mohon,
kiranya Allah menghardiknya,
dan semoga engkau,
hai Panglima Pasukan Surgawi,
dengan kuasa Allah,
mencampakkan ke dalam neraka
Setan dan semua roh jahat lain
yang berkeliaran di dunia
hendak membinasakan jiwa-jiwa. Amin.