|
|
>>> PERINGATAN
PENTING <<<
Inilah rekaman diskusi via surat elektronik (email) antara seorang awam (Yusuf Anshar) dengan
seorang intelek liberal yang tidak lain adalah Koordinator Jaringan Islam
Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla.
Sesungguhnya syubhat-syubhat (wacana-wacana untuk menimbulkan
keraguan dan kerancuan terhadap ajaran Islam) yang dilontarkan oleh kaum liberal tidaklah bernilai
apa-apa. Untaian dalil-dalil al-Quran dan al-Hadits sudah cukup
jelas dan lugas untuk membantah ocehan dan bualan mereka yang
ngawur.
Bila kemudian seorang awam membantah bualan mereka
dengan sedikit berolah-akal, hal itu karena "gemas" melihat kepongahan
dan kelancangan mereka. Seakan-akan hanya merekalah yang berakal, sedang orang-orang yang
beragama dengan "lugu" (lurus dan gugu = taat) adalah orang-orang yang
pandir (sufaha'). Keculasan berpikir mereka sangka
kecerdasan berpikir. Keliaran dan kebablasan berpikir mereka kira
bagian dari kebebasan berpikir.
Puhh!!
Dalam perdebatannya, "orang awam" tidak banyak mengutip
dalil (al-Quran dan al-Hadits). Asumsinya, kaum liberal sebetulnya tidak percaya
dengan keduanya. Kalaupun percaya (percaya macam apa?), al-Quran dan al-Hadits
bagi mereka hanyalah sebagai objek permainan, bahan diskusi dan
perdebatan, bukan sebagai sumber pengetahuan dan petunjuk.
Diskusi ini terbagi atas beberapa
babak:
1) Orang awam menekuk intelek liberal
Diskusi awal yang berlangsung lewat email pribadi. Sebelum
mempublikasikan diskusi ini, orang awam terlebih dahulu mengirimkan email
pemberitahuan tapi tidak digubris oleh sang intelek
liberal. Bukti otentik (file PDF) diskusi ini bisa download
di sini.
2) Orang awam meringkus intelek liberal
Dengan menggunakan nama "abdul razak", orang awam ikut
nimbrung di milis JIL untuk menyebarkan alamat website yang
memuat diskusi pertama di atas sekaligus membantah para intelek
liberal.
3) Orang awam membanting intelek liberal
Setelah "abdul razak" ditendang dari milis JIL, orang
awam berulang kali masuk ke milis dengan beberapa kali ganti nama
(berhubung kepesertaannya di milis selalu dicabut) untuk
membanting tulisan-tulisan Ulil.
4) Orang awam menantang intelek liberal
Berhubung kepesertaan orang awam di milis selalu berujung dengan
pencekalan dan pencabutan maka ia mencoba menantang diskusi babak
kedua. Semula Ulil menyetujui, tapi kemudian keder lagi.
5) Orang awam membungkam intelek liberal
Karena tantangan diskusi babak kedua ditolak, orang awam
terpaksa memantau tulisan-tulisan Ulil di milis dari jarak jauh dan
menuangkan bantahannya disini sebagai suatu "diskusi
monolog". Terdiri dari:
Selamat mengikuti!
|
| Informasi Ilahi |
| Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami
beriman kepada Allah dan Hari Akhir" padahal mereka itu bukan orang-orang yang beriman. |
| Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka
hanya menipu dirinya
sendiri sedang mereka tidak sadar. |
| Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih,
disebabkan mereka berdusta. |
| Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di
muka bumi, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan
perbaikan." |
| Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan,
tetapi mereka tidak sadar. |
| Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana
orang-orang telah beriman", mereka menjawab: "Apakah kami
akan beriman
sebagaimana orang-orang yang bodoh itu beriman?" |
| Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang
bodoh, tetapi mereka tidak tahu. |
| Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang
yang beriman, mereka berkata: "Kami telah beriman". Dan bila mereka
kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka berkata: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami
hanyalah berolok-olok". |
| Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. |
|
Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka
tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka
mendapat petunjuk. |
|
[ QS 2 : 8-16 ] |
|
|