<BGSOUND SRC="http://www.freewebs.com/drailand/1.mid" LOOP=INFINITE>
 

    
   

HOME

  My Home

ABOUT ME

  About This Site

  Personal Details

MY PICTURES

  My Friends
  At Site
  My Family
  My Darling 

MY LINKS

 Mining

  www. Agus-Haris.net

 Other Stuffs

  Download

  Contact Me

VISITORS

  

Visitors so far :

WELCOME TO THE NEXT GENERATION OF KURNIAWAN'S MILLENNIUM ERA  

HIKMAH

QS. Al Ashr: 1-3: "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beramal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran."

(HR. Ibnu Majah): Rasulullah SAW bersabda, "Berusahalah mengejar apa-apa yang bermanfaat untuk dirimu. Janganlah engkau bersikap lemah. Bila engkau ditimpa sesuatu janganlah engkau berkata, ''seandainya aku berbuat begini atau begitu,'' tetapi katakan, ''segalanya adalah telah Allah tentukan. Apa yang Dia kehendaki pasti Dia lakukan.'' Karena sesungguhnya kata-kata ''seandainya'' itu bisa membuka pintu syetan."

(HR. Ibnu Majah): Suatu hari Rasulullah SAW menjelaskan kepada para sahabat, "Sesungguhnya apabila Allah ingin membinasakan seseorang maka Allah cabut rasa malu dari diri orang itu. Bila telah tercabut rasa malu dari orang itu maka tidak engkau dapati orang itu kecuali sangat keras dan kasar. Bila begitu keadaannya maka akan dicabut rasa amanah dari orang itu. Lalu tidak engkau dapati ia kecuali sebagai pengkhianat. Kalau sudah begitu akan dicabut rasa kasih sayang dari dirinya. Maka tidak engkau dapati ia kecuali terkutuk. Kalau sudah begitu akan dicabut tali-tali islam dari dirinya.

Luqman Al-Hakim pernah menasehati anaknya: "Wahai anakku, sesungguhnya dunia ini adalah lautan yang dalam, cukup banyak orang yang tenggelam di sana. Maka, buatlah perahumu berupa takwa kepada Allah, isinya iman kepada Allah dan dayungnya tawakal kepada Allah, semoga kamu selamat."

Muhammad bin Fadl Al Balhi berkata: "Sangat banyak orang yang mau bersusah payah mengarungi lautan, menuruni lembah dan melewati jurang hanya sekedar ingin melihat-lihat peninggalan para leluhurnya. Mengapa mereka tidak lebih bersusah payah untuk mengekang jiwanya dan memerangi hawa nafsunya agar bisa sampai ke dalam hatinya. Karena di dalam hati yang bersih, dia akan menemukan peninggalan Rabb-nya."

Imam Al Ghazali berkata: "Yang paling dekat dengan diri kita adalah kematian, yang paling jauh dari diri kita adalah masa lalu, yang paling besar di dunia ini adalah nafsu, yang paling berat di dunia ini adalah amanah, yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat, yang paling tajam di dunia ini adalah lidah manusia."

LAIN - LAIN

                              

Selamat Menempuh Hidup Baru bagi sahabatku : Tubagus Iskandar & Istri. Semoga Anda berdua dikaruniai baroqah yang melimpah oleh Allah SWT, dimudahkan segala urusannya, dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warohmah. Who's Next :-) ? 

TIME & DATE

  Your browser doesn't support Shockwave. Please Install it.

Ada tiga macam rumah, Pertama Rumah raja, di dalamnya ada simpanan-nya, tabungannya serta perhiasannya. Kedua Rumah hamba, di dalamnya ada simpanan, tabungan dan perhiasan yang tidak seperti yang dimiliki seorang raja. Dan ketiga Rumah kosong, tidak ada isinya.

Jika datang seorang pencuri, rumah mana yang akan dimasukinya?

Apabila anda menjawab, ia akan masuk rumah yang kosong, tentu suatu hal yang tidak masuk akal, karena rumah kosong tidak ada barang yang bisa dicurinya.

Karena itulah dikatakan kepada Ibnu Abbas Radhiallahu 'anhu, bahwa ada orang-orang Yahudi mengklaim bahwa di dalam shalat, mereka 'tidak pernah terganggu', Maka Ibnu Abbas berkata: "Apakah yang bisa dikerjakan oleh syetan dalam rumah yang sudah rusak?"

Bila jawaban anda adalah: "Pencuri itu akan masuk rumah raja." Hal tersebut bagaikan sesuatu yang hampir mustahil, karena tentunya rumah raja dijaga oleh penjaga dan tentara, sehingga pencuri tidak bisa mendekatinya.

Bagaimana mungkin pencuri tersebut mendekatinya sementara para penjaga dan tentara senantiasa siap siaga di sekitar raja?

Sekarang tinggal rumah ketiga, maka hendaklah orang-orang berakal memperhatikan permisalan ini sebaik-baiknya, dan menganalogikannya (rumah) dengan hati, karena inilah yang dimaksudkannya.

Hati yang kosong dari kebajikan, yaitu hati orang-orang kafir dan munafik, adalah rumah setan, yang telah menjadikannya sebagai benteng bagi dirinya dan sebagai tempat tinggalnya. Maka adakah rangsangan untuk mencuri dari rumah itu sementara yang ada didalamnya hanyalah peninggalan setan,
simpanannya dan gangguannya? (rumah ketiga).

Hati yang telah dipenuhi dengan kekuasaan Allah Subhanahu wa ta'ala dan keagungan-Nya, penuh dengan kecintaanNya dan senantiasa dalam penjagaan-Nya dan selalu malu darinya, Syetan mana yang berani memasuki hati ini? Bila ada yang ingin mencuri sesuatu darinya, apa yang akan dicurinya? (rumah pertama).

Hati yang di dalamnya ada tauhid Allah, mengerti tentang Allah, mencintaiNya, dan beriman kepadaNya, serta membenarkan janjiNya, Namun di dalamnya ada pula syahwat, sifat-sifat buruk, hawa nafsu dan tabiat tidak baik.

Hati ini ada diantara dua hal. Kadang hatinya cenderung kepada keimanan, ma'rifah dan kecintaan kepada Allah semata, dan kadang-kadang condong kepada panggilan syetan, hawa nafsu dan tabiat tercela.

Hati semacam inilah yang dicari oleh syetan dan diinginkannya. Dan Allah memberikan pertolongan-Nya kepada yang dikehendakiNya. "Dan kemenanganmu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi maha bijaksana." (Ali Imran:126)

Syetan tidak bisa mengganggunya kecuali dengan senjata yang dimilikinya, yang dengannya ia masuk (ke) dalam hati. Di dalam (hati seperti ini) syetan mendapati senjata-senjatanya yang berupa syahwat, syubhat, khayalan-khayalan dan angan-angan dusta yang berada di dalam hati.

Saat memasukinya, syetan mendapati senjata-senjata tersebut dan mengambilnya serta menjadikannya menetap di hati. Apabila seorang hamba mempunyai benteng keimanan yang mengimbangi serangan tersebut, dan kekuatannya melebihi kekuatan penyerangnya, maka ia akan mampu mengalahkan syetan. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah semata. (Disadur dari Kitab Al-Waalbilush Shayyib Minal Kalimit Thayyib)

 

 

Copyright © December 2003 By Drailand Enterprise - All rights reserved.