SABANDSA

SABANDSA
sabandsa band and all crew

MENU

Home
Crew
Crews
Ibu2PKK
Gallery
Live
Artikel
WebsAlbum
Guestbook

 


 

 

 

Musik dalam islam



Nyanyian Dan Musik Dalam Islam (I)
Penulis: Ustadz Idral Harits (murid Syaikh Muqbil Yaman)
Fiqh, 17 - Juni - 2003, 20:51:13

Hati bagaikan seorang raja atau panglima perang yang mengawasi prajurit dan tentaranya. Dari hatilah bersumber segala perintah terhadap anggota badan.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Ketahuilah bahwa dalam tubuh ini terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh tubuh ini. Dan sebaliknya apabila ia rusak maka rusak pula seluruh tubuh ini.” (HR. Bukhari 1/126 dan 4/290-Al Fath, Muslim 1599 dari Nu’man bin Basyir radliyallahu 'anhuma)

Seandainya kita mencermati kenyataan yang ada, akan jelas bagi kita bahwa nyanyian dan musik itu menghalangi hati dari (memperhatikan dan memahami) Al Qur’an. Bahkan keduanya mendorong untuk terpesona menatap kefasikan dan kemaksiatan. Oleh sebab itulah sebagian ulama menyebutkan nyanyian dan musik-musik ini bagaikan qur’an-nya syaithan atau tabir yang menghalangi seseorang hamba dari Ar Rahman. Sebagian mereka menyerupakannya dengan mantera yang menggiring orang melakukan perbuatan liwath (homoseks atau lesbian) dan zina.

Kalaupun mereka mendengar Al Qur’an (dibacakan), tidaklah berhenti gerak mereka dan ayat-ayat itu tidak berpengaruh bagi perasaannya. Sebaliknya apabila dilantunkan sebuah lagu niscaya akan masuklah nyanyian itu dengan segera ke dalam pendengarannya, terbesit dari kedua matanya ungkapan perasaannya, kakinya bergoyang-goyang, menghentak-hentak ke lantai, tangannya bertepuk gembira, dan tubuhnya meliuk menari-nari, api syahwat kerinduan dalam dirinya pun memuncak.

Hendaknya ini menjadi perhatian kita. Adakah pernah timbul rasa rindu ketika kita mendengar ayat-ayat Al Qur’an dibacakan? Pernahkah muncul perasaan (haru dan tunduk atau khusyu’) yang dalam saat kita membacanya? Coba bandingkan tatkala kita mendengarkan nyanyian dan alat musik!

Alangkah indahnya apa yang diungkapkan oleh seorang penyair :

Ketika dibacakan Al Kitab (Al Qur’an), mereka terpaku, namun bukan karena takut.

Mereka terpaku seperti orang yang lupa dan lalai.

Ketika nyanyian menghampiri, mereka berteriak bagai keledai.

Demi Allah, tidaklah mereka menari karena Allah.

Namun, kita tidak perlu berduka cita karena senantiasa dan akan terus ada orang-orang yang Allah bangkitkan di tengah-tengah manusia untuk membela dan menyelamatkan umat dengan nasihat-nasihat berharga agar tidak tertipu oleh penyimpangan yang dikerjakan oleh sebagian orang.

Dan alhamdulillah, kita telah pula diberi kesempatan oleh Allah untuk memperoleh warisan mereka berupa karya-karya yang tak terbilang jumlahnya yang sarat dengan hujjah dan dalil yang amat jelas dan gamblang bagi mereka yang mendapat taufik dari Allah ta’ala.

Dan tulisan ini akan mengungkapkan sebagian keterangan para imam pembawa petunjuk tentang jeleknya nyanyian dan musik bagi mereka yang masih menginginkan hatinya selamat, hidup, dan bercahaya sampai ia menemui Rabbnya nanti. Karena hanya itulah bekal yang bermanfaat baginya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

“(Yaitu) pada hari yang tidak berguna harta dan anak-anak kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (Asy Syu’ara : 88-89)

Pengertian Al Ghina’ dan Al Ma’azif

Imam Ahmad Al Qurthubi menyatakan dalam Kasyful Qina’ halaman 47 : “Al ghina’ secara bahasa adalah meninggikan suara ketika bersyair atau yang semisal dengannya (seperti rajaz secara khusus).
Di dalam Al Qamus (halaman 1187), al ghina’ dikatakan sebagai suara yang diperindah.”

Imam Ahmad Al Qurthubi melanjutkan bahwa sebagian dari imam-imam kita ada yang menceritakan tentang nyanyian orang Arab berupa suara yang teratur tinggi rendah atau panjang pendeknya, seperti al hida’, yaitu nyanyian pengiring unta dan dinamakan juga dengan an nashab (lebih halus dari al hida’). (Lihat Kasyful Qina’ oleh Imam Ahmad Al Qurthubi 47 dan Al Qamus halaman 127)

Al ma’azif adalah jamak dari mi’zaf.

Dalam Al Muhieth halaman 753, kata ini diartikan sebagai al malahi (alat-alat musik dan permainan-permainan), contohnya al ‘ud (sejenis kecapi), ath thanbur (gitar atau rebab). Sedangkan dalam An Nihayah diartikan dengan duf-duf.

Dikatakan pula al ‘azif artinya al mughanni (penyanyi) dan al la’ibu biha (yang memainkannya). (Tahrim ‘alath Tharb, Syaikh Al Albani halaman 79)

Ibnul Qayyim dalam Mawaridul Aman halaman 330 menyatakan bahwa al ma’azif adalah seluruh alat musik atau permainan. Dan ini tidak diperselisihkan lagi oleh ahli-ahli bahasa.

Imam Adz Dzahabi dalam As Siyar 21/158 dan At Tadzkirah 2/1337 memperjelas definisi ini dengan mengatakan bahwa al ma’azif mencakup seluruh alat musik maupun permainan yang digunakan untuk mengiringi sebuah lagu atau syair. Contohnya : Seruling, rebab, simpal, terompet, dan lain-lain. (Lihat Tahrim ‘alath Tharb oleh Syaikh Al Albani halaman 79)

Bentuk-Bentuk Dan Jenis Al Ghina’

Dengan definisi yang telah disebutkan ini, para ulama membagi al ghina’ menjadi dua kelompok :

Nyanyian yang pertama, seperti yang sering kita temukan dalam berbagai aktivitas manusia sehari-hari, dalam perjalanan, pekerjaan mengangkut beban, dan sebagainya. Sebagian di antara mereka ada yang menghibur dirinya dengan bernyanyi untuk menambah gairah dan semangat (kerajinan), menghilangkan kejenuhan, dan rasa sepi.

Contoh yang pertama ini di antaranya al hida’, lagu yang dinyanyikan oleh sebagian kaum wanita untuk menenangkan tangis dan rengekan buah hati mereka atau nyanyian gadis-gadis kecil dalam sendau gurau dan permainan mereka, wallahu a’lam. (Kaffur Ri’a’ halaman 59-60, Kasyful Qina’ halaman 47-49)

Disebutkan pula oleh sebagian ulama bahwa termasuk yang pertama ini adalah selamat atau bersih dari penyebutan kata-kata yang keji, hal-hal yang diharamkan seperti menggambarkan keindahan bentuk atau rupa seorang wanita, menyebut sifat atau nama benda-benda yang memabukkan. Bahkan sebagian ulama ada pula yang menganggapnya sebagai sesuatu yang dianjurkan (mustahab) apabila nyanyian itu mendorong semangat untuk giat beramal, menumbuhkan hasrat untuk memperoleh kebaikan, seperti syair-syair ahli zuhud (ahli ibadah) atau yang dilakukan sebagian shahabat, seperti yang terjadi dalam peristiwa Khandaq :

Ya Allah, jika bukan karena Engkau tidaklah kami terbimbing.

Dan tidak pula bersedekah dan menegakkan shalat.

Maka turunkanlah ketenangan kepada kami.

Dan kokohkan kaki kami ketika menghadapi musuh.

Dan yang lain, misalnya :

Jika Rabbku berkata padaku.

Mengapa kau tidak merasa malu bermaksiat kepada-Ku.

Kau sembunyikan dosa dari makhluk-Ku.

Tapi dengan kemaksiatan kau menemui Aku.

Imam Ahmad Al Qurthubi dalam Kasyful Qina’ halaman 48 yang menyebutkan bahwa yang seperti ini termasuk nasihat yang berguna dan besar ganjarannya.

Demikian pula yang dikatakan Imam Al Mawardi bahwa syair-syair yang diungkapkan oleh orang-orang Arab lebih disukai apabila syair itu mampu menumbuhkan rasa waspada terhadap tipuan atau rayuan dunia, cinta kepada akhirat, dan mendorong kepada akhlak yang mulia. Kesimpulannya, syair seperti ini boleh jika selamat atau bebas dari kekejian dan kebohongan. (Kaffur Ri’a’ halaman 50)

Nyanyian di kalangan orang Arab waktu itu seperti al hida’, an nashbur, dan sebagainya yang biasa mereka lakukan tidak mengandung sesuatu yang mendorong keluar dari batas-batas yang telah ditentukan. (Lihat Muntaqa Nafis min Talbis Iblis oleh Syaikh Ali Hasan halaman 290)

Nyanyian yang kedua, seperti yang dilakukan para biduwan atau biduwanita (para penyanyi, artis, pesinden, dan sebagainya) yang mengenal seluk beluk gubahan (nada dan irama) suatu lagu, dari rangkaian syair, kemudian mereka dendangkan dengan nada atau irama yang teratur, halus, lembut, dan menyentuh hati, membangkitkan gejolak nafsu, serta menggairahkannya.

Nyanyian seperti (yang kedua) inilah yang sesungguhnya diperselisihkan para ulama, sehingga mereka terbagi dalam tiga kelompok, yaitu : Yang mengharamkan, memakruhkan, dan yang membolehkan. (Kasyfu Qina’ halaman 50)

Hujjah Dan Dalil Kelompok Yang Mengharamkan Dan Memakruhkan

Senantiasa akan ada di kalangan umat ini segelintir orang yang menegakkan Islam, menasihati umat agar tetap berpegang dengan Al Qur’an dan As Sunnah sesuai dengan yang dipahami oleh para shahabat, tabi’in, dan pengikut-pengikut mereka serta imam-imam pembawa petunjuk.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Senantiasa akan ada segolongan dari umatku menampakkan al haq, tidak membahayakan mereka orang-orang yang menghinakan mereka dan menyelisihi mereka sedang mereka teguh di atasnya.” (HR. Bukhari 7311 dan Muslim 170, 1920 dan Abu Dawud 4772 dan At Tirmidzi 1418, 1419, 1421)

Dan mereka dengan lantang menyeru tanpa takut terhadap celaan para pencela.

Dalil-Dalil Dari Al Qur’an

1. Firman Allah Ta’ala :

“Dan di antara manusia ada yang membeli (menukar) lahwal hadits untuk menyesatkan orang dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya ejekan, bagi mereka siksa yang menghinakan.” (QS. Luqman : 6)

Al Wahidi dalam tafsirnya menyatakan bahwa kebanyakan para mufassir mengartikan “lahwal hadits” dengan “nyanyian”.

Penafsiran ini disebutkan oleh Ibnu Abbas radliyallahu 'anhu. Dan kata Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya, Jami’ Ahkamul Qur’an, penafsiran demikian lebih tinggi dan utama kedudukannya.
Hal itu ditegaskan pula oleh Imam Ahmad Al Qurthubi, Kasyful Qina’ halaman 62, bahwa di samping diriwayatkan oleh banyak ahli hadits, penafsiran itu disampaikan pula oleh orang-orang yang telah dijamin oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dengan doa beliau :

“Ya Allah, jadikanlah dia (Ibnu Abbas) faham terhadap agama ini dan ajarkanlah dia ta’wil (penafsiran Al Qur’an).” (HR. Bukhari 4/10 dan Muslim 2477 dan Ahmad 1/266, 314, 328, 335)

Dengan adanya doa ini, para ulama dari kalangan shahabat memberikan gelar kepada Ibnu Abbas dengan Turjumanul Qur’an (penafsir Al Qur’an).

Juga pernyataan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tentang Ibnu Mas’ud :

“Sesungguhnya ia pentalkin[1] yang mudah dipahami.” (Kasyfu Qina’ halaman 62)

Ibnu Mas’ud menerangkan bahwa “lahwul hadits” itu adalah al ghina’. “Demi Allah, yang tiada sesembahan yang haq selain Dia, diulang-ulangnya tiga kali.”

Riwayat ini shahih dan telah dijelaskan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albani dalam Tahrim ‘alath Tharb halaman 143.

Demikian pula keterangan ‘Ikrimah dan Mujahid.

Al Wahidi dalam tafsirnya (Al Wasith 3/411) menambahkan : “Ahli Ilmu Ma’ani menyatakan, ini termasuk semua orang yang cenderung memilih permainan dan al ghina’ (nyanyian), seruling-seruling, atau alat-alat musik daripada Al Qur’an, meskipun lafadhnya dengan kata al isytira’, sebab lafadh ini banyak dipakai dalam menerangkan adanya penggantian atau pemilihan.” (Lihat Tahrim ‘alath Tharb halaman 144-145)

2. Firman Allah ta’ala :

“Dan hasunglah siapa saja yang kau sanggupi dari mereka dengan suaramu.” (QS. Al Isra’ : 65)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa “suaramu” dalam ayat ini artinya adalah segala perkara yang mengajak kepada kemaksiatan. Ibnul Qayyim menambahkan bahwa al ghina’ adalah da’i yang paling besar pengaruhnya dalam mengajak manusia kepada kemaksiatan. (Mawaridul Aman halaman 325)

Mujahid --dalam kitab yang sama-- menyatakan “suaramu” di sini artinya al ghina’ (nyanyian) dan al bathil (kebathilan). Ibnul Qayyim menyebutkan pula keterangan Al Hasan Bashri bahwa suara dalam ayat ini artinya duff (rebana), wallahu a’lam.

3. Firman Allah ta’ala :

“Maka apakah terhadap berita ini kamu merasa heran. Kamu tertawa-tawa dan tidak menangis? Dan kamu bernyanyi-nyanyi?” (QS. An Najm : 59-61)

Kata ‘Ikrimah --dari Ibnu Abbas--, as sumud artinya al ghina’ menurut dialek Himyar. Dia menambahkan : “Jika mendengar Al Qur’an dibacakan, mereka bernyanyi-nyanyi, maka turunlah ayat ini.”

Ibnul Qayyim menerangkan bahwa penafsiran ini tidak bertentangan dengan pernyataan bahwa as sumud artinya lalai dan lupa. Dan tidak pula menyimpang dari pendapat yang mengatakan bahwa arti “kamu bernyanyi-nyanyi” di sini adalah kamu menyombongkan diri, bermain-main, lalai, dan berpaling. Karena semua perbuatan tersebut terkumpul dalam al ghina’ (nyanyian), bahkan ia merupakan pemicu munculnya sikap tersebut. (Mawaridul Aman halaman 325)

Imam Ahmad Al Qurthubi menyimpulkan keterangan para mufassir ini dan menyatakan bahwa segi pendalilan diharamkannya al ghina’ adalah karena posisinya disebutkan oleh Allah sebagai sesuatu yang tercela dan hina. (Kasyful Qina’ halaman 59)

Dalil-Dalil Dari As Sunnah

1. Dari Abi ‘Amir --Abu Malik-- Al Asy’ari, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam beliau bersabda :

“Sungguh akan ada di kalangan umatku suatu kaum yang menganggap halalnya zina, sutera, khamr, dan alat-alat musik … .” (HR. Bukhari 10/51/5590-Fath)

2. Dari Abi Malik Al Asy’ari dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam beliau bersabda :

“Sesungguhnya akan ada sebagian manusia dari umatku meminum khamr yang mereka namakan dengan nama-nama lain, kepala mereka bergoyang-goyang karena alat-alat musik dan penyanyi-penyanyi wanita, maka Allah benamkan mereka ke dalam perut bumi dan menjadikan sebagian mereka kera dan babi.” (HR. Bukhari dalam At Tarikh 1/1/305, Al Baihaqi, Ibnu Abi Syaibah dan lain-lain. Lihat Tahrim ‘alath Tharb oleh Syaikh Al Albani halaman 45-46)

3. Dari Anas bin Malik berkata :

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

Dua suara terlaknat di dunia dan di akhirat : “Seruling-seruling (musik-musik atau nyanyian) ketika mendapat kesenangan dan rintihan (ratapan) ketika mendapat musibah.” (Dikeluarkan oleh Al Bazzar dalam Musnad-nya, juga Abu Bakar Asy Syafi’i, Dliya’ Al Maqdisy, lihat Tahrim ‘alath Tharb oleh Syaikh Al Albani halaman 51-52)

4. Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Sesungguhnya saya tidak melarang (kamu) menangis, tapi saya melarangmu dari dua suara (yang menunjukkan) kedunguan dan kejahatan, yaitu suara ketika gembira, yaitu bernyanyi-nyanyi, bermain-main, dan seruling-seruling syaithan dan suara ketika mendapat musibah, memukul-mukul wajah, merobek-robek baju, dan ratapan-ratapan syaithan.” (Dikeluarkan oleh Al Hakim, Al Baihaqi, Ibnu Abiddunya, Al Ajurri, dan lain-lain, lihat Tahrim ‘alath Tharb halaman 52-53)

5. Dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan bagiku --atau mengharamkan-- khamr, judi, al kubah (gendang), dan seluruh yang memabukkan haram.” (HR. Abu Dawud, Al Baihaqi, Ahmad, Abu Ya’la, Abu Hasan Ath Thusy, Ath Thabrani dalam Tahrim ‘alath Tharb halaman 55-56)

6. Dari ‘Imran Hushain ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Akan terjadi pada umatku, lemparan batu, perubahan bentuk, dan tenggelam ke dalam bumi.” Dikatakan : “Ya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, kapan itu terjadi?” Beliau menjawab : “Jika telah tampak alat-alat musik, banyaknya penyanyi wanita, dan diminumnya khamr-khamr.” (Dikeluarkan oleh Tirmidzi, Ibnu Abiddunya, dan lain-lain, lihat Tahrim ‘alath Tharb halaman 63-64)

7. Dari Nafi’ maula Ibnu ‘Umar, ia bercerita bahwa Ibnu ‘Umar pernah mendengar suara seruling gembala lalu (‘Umar) meletakkan jarinya di kedua telinganya dan pindah ke jalan lain dan berkata : “Wahai Nafi’, apakah engkau mendengar?” Aku jawab : “Ya.” Dan ia terus berjalan sampai kukatakan tidak. Setelah itu ia letakkan lagi tangannya dan kembali ke jalan semula. Lalu beliau berkata :

“Kulihat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mendengar suling gembala lalu berbuat seperti ini.” (Dikeluarkan oleh Abu Dawud 4925 dan Baihaqi 10/222 dengan sanad hasan)

Imam Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis (Muntaqa Nafis halaman 304) mengomentari hadits ini sebagai berikut : “Jika seperti ini yang dilakukan mereka terhadap suara-suara yang tidak menyimpang dari sikap-sikap yang lurus, maka bagaimanakah dengan nyanyian dan musik-musik orang jaman sekarang (jaman beliau rahimahullah, apalagi di jaman kita, pent.)?”

Dan Imam Ahmad Al Qurthubi dalam Kasyful Qina’ halaman 69 menyatakan : “Bahwa pendalilan dengan hadits-hadits ini dalam mengatakan haramnya nyanyian dan alat-alat musik, hampir sama dengan segi pendalilan dengan ayat-ayat Al Qur’an. Bahkan dalam hadits-hadits ini disebutkan lebih jelas dengan adanya laknat bagi penyanyi maupun yang mendengarkanya.”

Di dalam hadits pertama, Imam Al Jauhari menyatakan bahwa dalam hadits ini, digabungkannya penyebutan al ma’azif dengan khamr, zina, dan sutera menunjukkan kerasnya pengharaman terhadap alat-alat musik dan sesungguhnya semua itu termasuk dosa-dosa besar. (Kasyful Qina’ halaman 67-69)
Atsar ‘Ulama Salaf
Ibnu Mas’ud menyebutkan : “Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati seperti air menumbuhkan tanaman.” Ini dikeluarkan oleh Ibnu Abiddunya dan dikatakan shahih isnadnya oleh Syaikh Al Albani dalam Tahrim ‘alath Tharb (halaman 145-148), ucapan seperti ini juga dikeluarkan oleh Asy Sya’bi dengan sanad yang hasan.

Dalam Al Muntaqa halaman 306, Ibnul Jauzi menyebutkan pula bahwa Ibnu Mas’ud berkata : “Jika seseorang menaiki kendaraan tanpa menyebut nama Allah, syaithan akan ikut menyertainya dan berkata, ‘bernyanyilah kamu!’ Dan apabila ia tidak mampu memperindahnya, syaithan berkata lagi : ‘Berangan-anganlah kamu (mengkhayal)’.” (Dikeluarkan oleh Abdul Razzaq dalam Al Mushannaf 10/397 sanadnya shahih)

Pada halaman yang sama beliau sebutkan pula keterangan Ibnu ‘Umar ketika melewati sekelompok orang yang berihram dan ada seseorang yang bernyanyi, ia berkata : Beliau berkata : “Ketahuilah, Allah tidak mendengarkanmu!” Dan ketika melewati seorang budak perempuan bernyanyi, ia berkata : “Jika syaithan membiarkan seseorang, tentu benar-benar dia tinggalkan budak ini.”


Type your title here.

Nyanyian Dan Musik Dalam Islam (I)


Hati bagaikan seorang raja atau panglima perang yang mengawasi prajurit dan tentaranya. Dari hatilah bersumber segala perintah terhadap anggota badan.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Ketahuilah bahwa dalam tubuh ini terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh tubuh ini. Dan sebaliknya apabila ia rusak maka rusak pula seluruh tubuh ini.” (HR. Bukhari 1/126 dan 4/290-Al Fath, Muslim 1599 dari Nu’man bin Basyir radliyallahu 'anhuma)

Seandainya kita mencermati kenyataan yang ada, akan jelas bagi kita bahwa nyanyian dan musik itu menghalangi hati dari (memperhatikan dan memahami) Al Qur’an. Bahkan keduanya mendorong untuk terpesona menatap kefasikan dan kemaksiatan. Oleh sebab itulah sebagian ulama menyebutkan nyanyian dan musik-musik ini bagaikan qur’an-nya syaithan atau tabir yang menghalangi seseorang hamba dari Ar Rahman. Sebagian mereka menyerupakannya dengan mantera yang menggiring orang melakukan perbuatan liwath (homoseks atau lesbian) dan zina.

Kalaupun mereka mendengar Al Qur’an (dibacakan), tidaklah berhenti gerak mereka dan ayat-ayat itu tidak berpengaruh bagi perasaannya. Sebaliknya apabila dilantunkan sebuah lagu niscaya akan masuklah nyanyian itu dengan segera ke dalam pendengarannya, terbesit dari kedua matanya ungkapan perasaannya, kakinya bergoyang-goyang, menghentak-hentak ke lantai, tangannya bertepuk gembira, dan tubuhnya meliuk menari-nari, api syahwat kerinduan dalam dirinya pun memuncak.

Hendaknya ini menjadi perhatian kita. Adakah pernah timbul rasa rindu ketika kita mendengar ayat-ayat Al Qur’an dibacakan? Pernahkah muncul perasaan (haru dan tunduk atau khusyu’) yang dalam saat kita membacanya? Coba bandingkan tatkala kita mendengarkan nyanyian dan alat musik!

Alangkah indahnya apa yang diungkapkan oleh seorang penyair :

Ketika dibacakan Al Kitab (Al Qur’an), mereka terpaku, namun bukan karena takut.

Mereka terpaku seperti orang yang lupa dan lalai.

Ketika nyanyian menghampiri, mereka berteriak bagai keledai.

Demi Allah, tidaklah mereka menari karena Allah.

Namun, kita tidak perlu berduka cita karena senantiasa dan akan terus ada orang-orang yang Allah bangkitkan di tengah-tengah manusia untuk membela dan menyelamatkan umat dengan nasihat-nasihat berharga agar tidak tertipu oleh penyimpangan yang dikerjakan oleh sebagian orang.

Dan alhamdulillah, kita telah pula diberi kesempatan oleh Allah untuk memperoleh warisan mereka berupa karya-karya yang tak terbilang jumlahnya yang sarat dengan hujjah dan dalil yang amat jelas dan gamblang bagi mereka yang mendapat taufik dari Allah ta’ala.

Dan tulisan ini akan mengungkapkan sebagian keterangan para imam pembawa petunjuk tentang jeleknya nyanyian dan musik bagi mereka yang masih menginginkan hatinya selamat, hidup, dan bercahaya sampai ia menemui Rabbnya nanti. Karena hanya itulah bekal yang bermanfaat baginya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

“(Yaitu) pada hari yang tidak berguna harta dan anak-anak kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (Asy Syu’ara : 88-89)

Pengertian Al Ghina’ dan Al Ma’azif

Imam Ahmad Al Qurthubi menyatakan dalam Kasyful Qina’ halaman 47 : “Al ghina’ secara bahasa adalah meninggikan suara ketika bersyair atau yang semisal dengannya (seperti rajaz secara khusus).
Di dalam Al Qamus (halaman 1187), al ghina’ dikatakan sebagai suara yang diperindah.”

Imam Ahmad Al Qurthubi melanjutkan bahwa sebagian dari imam-imam kita ada yang menceritakan tentang nyanyian orang Arab berupa suara yang teratur tinggi rendah atau panjang pendeknya, seperti al hida’, yaitu nyanyian pengiring unta dan dinamakan juga dengan an nashab (lebih halus dari al hida’). (Lihat Kasyful Qina’ oleh Imam Ahmad Al Qurthubi 47 dan Al Qamus halaman 127)

Al ma’azif adalah jamak dari mi’zaf.

Dalam Al Muhieth halaman 753, kata ini diartikan sebagai al malahi (alat-alat musik dan permainan-permainan), contohnya al ‘ud (sejenis kecapi), ath thanbur (gitar atau rebab). Sedangkan dalam An Nihayah diartikan dengan duf-duf.

Dikatakan pula al ‘azif artinya al mughanni (penyanyi) dan al la’ibu biha (yang memainkannya). (Tahrim ‘alath Tharb, Syaikh Al Albani halaman 79)

Ibnul Qayyim dalam Mawaridul Aman halaman 330 menyatakan bahwa al ma’azif adalah seluruh alat musik atau permainan. Dan ini tidak diperselisihkan lagi oleh ahli-ahli bahasa.

Imam Adz Dzahabi dalam As Siyar 21/158 dan At Tadzkirah 2/1337 memperjelas definisi ini dengan mengatakan bahwa al ma’azif mencakup seluruh alat musik maupun permainan yang digunakan untuk mengiringi sebuah lagu atau syair. Contohnya : Seruling, rebab, simpal, terompet, dan lain-lain. (Lihat Tahrim ‘alath Tharb oleh Syaikh Al Albani halaman 79)

Bentuk-Bentuk Dan Jenis Al Ghina’

Dengan definisi yang telah disebutkan ini, para ulama membagi al ghina’ menjadi dua kelompok :

Nyanyian yang pertama, seperti yang sering kita temukan dalam berbagai aktivitas manusia sehari-hari, dalam perjalanan, pekerjaan mengangkut beban, dan sebagainya. Sebagian di antara mereka ada yang menghibur dirinya dengan bernyanyi untuk menambah gairah dan semangat (kerajinan), menghilangkan kejenuhan, dan rasa sepi.

Contoh yang pertama ini di antaranya al hida’, lagu yang dinyanyikan oleh sebagian kaum wanita untuk menenangkan tangis dan rengekan buah hati mereka atau nyanyian gadis-gadis kecil dalam sendau gurau dan permainan mereka, wallahu a’lam. (Kaffur Ri’a’ halaman 59-60, Kasyful Qina’ halaman 47-49)

Disebutkan pula oleh sebagian ulama bahwa termasuk yang pertama ini adalah selamat atau bersih dari penyebutan kata-kata yang keji, hal-hal yang diharamkan seperti menggambarkan keindahan bentuk atau rupa seorang wanita, menyebut sifat atau nama benda-benda yang memabukkan. Bahkan sebagian ulama ada pula yang menganggapnya sebagai sesuatu yang dianjurkan (mustahab) apabila nyanyian itu mendorong semangat untuk giat beramal, menumbuhkan hasrat untuk memperoleh kebaikan, seperti syair-syair ahli zuhud (ahli ibadah) atau yang dilakukan sebagian shahabat, seperti yang terjadi dalam peristiwa Khandaq :

Ya Allah, jika bukan karena Engkau tidaklah kami terbimbing.

Dan tidak pula bersedekah dan menegakkan shalat.

Maka turunkanlah ketenangan kepada kami.

Dan kokohkan kaki kami ketika menghadapi musuh.

Dan yang lain, misalnya :

Jika Rabbku berkata padaku.

Mengapa kau tidak merasa malu bermaksiat kepada-Ku.

Kau sembunyikan dosa dari makhluk-Ku.

Tapi dengan kemaksiatan kau menemui Aku.

Imam Ahmad Al Qurthubi dalam Kasyful Qina’ halaman 48 yang menyebutkan bahwa yang seperti ini termasuk nasihat yang berguna dan besar ganjarannya.

Demikian pula yang dikatakan Imam Al Mawardi bahwa syair-syair yang diungkapkan oleh orang-orang Arab lebih disukai apabila syair itu mampu menumbuhkan rasa waspada terhadap tipuan atau rayuan dunia, cinta kepada akhirat, dan mendorong kepada akhlak yang mulia. Kesimpulannya, syair seperti ini boleh jika selamat atau bebas dari kekejian dan kebohongan. (Kaffur Ri’a’ halaman 50)

Nyanyian di kalangan orang Arab waktu itu seperti al hida’, an nashbur, dan sebagainya yang biasa mereka lakukan tidak mengandung sesuatu yang mendorong keluar dari batas-batas yang telah ditentukan. (Lihat Muntaqa Nafis min Talbis Iblis oleh Syaikh Ali Hasan halaman 290)

Nyanyian yang kedua, seperti yang dilakukan para biduwan atau biduwanita (para penyanyi, artis, pesinden, dan sebagainya) yang mengenal seluk beluk gubahan (nada dan irama) suatu lagu, dari rangkaian syair, kemudian mereka dendangkan dengan nada atau irama yang teratur, halus, lembut, dan menyentuh hati, membangkitkan gejolak nafsu, serta menggairahkannya.

Nyanyian seperti (yang kedua) inilah yang sesungguhnya diperselisihkan para ulama, sehingga mereka terbagi dalam tiga kelompok, yaitu : Yang mengharamkan, memakruhkan, dan yang membolehkan. (Kasyfu Qina’ halaman 50)

Hujjah Dan Dalil Kelompok Yang Mengharamkan Dan Memakruhkan

Senantiasa akan ada di kalangan umat ini segelintir orang yang menegakkan Islam, menasihati umat agar tetap berpegang dengan Al Qur’an dan As Sunnah sesuai dengan yang dipahami oleh para shahabat, tabi’in, dan pengikut-pengikut mereka serta imam-imam pembawa petunjuk.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Senantiasa akan ada segolongan dari umatku menampakkan al haq, tidak membahayakan mereka orang-orang yang menghinakan mereka dan menyelisihi mereka sedang mereka teguh di atasnya.” (HR. Bukhari 7311 dan Muslim 170, 1920 dan Abu Dawud 4772 dan At Tirmidzi 1418, 1419, 1421)

Dan mereka dengan lantang menyeru tanpa takut terhadap celaan para pencela.

Dalil-Dalil Dari Al Qur’an

1. Firman Allah Ta’ala :

“Dan di antara manusia ada yang membeli (menukar) lahwal hadits untuk menyesatkan orang dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya ejekan, bagi mereka siksa yang menghinakan.” (QS. Luqman : 6)

Al Wahidi dalam tafsirnya menyatakan bahwa kebanyakan para mufassir mengartikan “lahwal hadits” dengan “nyanyian”.

Penafsiran ini disebutkan oleh Ibnu Abbas radliyallahu 'anhu. Dan kata Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya, Jami’ Ahkamul Qur’an, penafsiran demikian lebih tinggi dan utama kedudukannya.
Hal itu ditegaskan pula oleh Imam Ahmad Al Qurthubi, Kasyful Qina’ halaman 62, bahwa di samping diriwayatkan oleh banyak ahli hadits, penafsiran itu disampaikan pula oleh orang-orang yang telah dijamin oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dengan doa beliau :

“Ya Allah, jadikanlah dia (Ibnu Abbas) faham terhadap agama ini dan ajarkanlah dia ta’wil (penafsiran Al Qur’an).” (HR. Bukhari 4/10 dan Muslim 2477 dan Ahmad 1/266, 314, 328, 335)

Dengan adanya doa ini, para ulama dari kalangan shahabat memberikan gelar kepada Ibnu Abbas dengan Turjumanul Qur’an (penafsir Al Qur’an).

Juga pernyataan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tentang Ibnu Mas’ud :

“Sesungguhnya ia pentalkin[1] yang mudah dipahami.” (Kasyfu Qina’ halaman 62)

Ibnu Mas’ud menerangkan bahwa “lahwul hadits” itu adalah al ghina’. “Demi Allah, yang tiada sesembahan yang haq selain Dia, diulang-ulangnya tiga kali.”

Riwayat ini shahih dan telah dijelaskan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albani dalam Tahrim ‘alath Tharb halaman 143.

Demikian pula keterangan ‘Ikrimah dan Mujahid.

Al Wahidi dalam tafsirnya (Al Wasith 3/411) menambahkan : “Ahli Ilmu Ma’ani menyatakan, ini termasuk semua orang yang cenderung memilih permainan dan al ghina’ (nyanyian), seruling-seruling, atau alat-alat musik daripada Al Qur’an, meskipun lafadhnya dengan kata al isytira’, sebab lafadh ini banyak dipakai dalam menerangkan adanya penggantian atau pemilihan.” (Lihat Tahrim ‘alath Tharb halaman 144-145)

2. Firman Allah ta’ala :

“Dan hasunglah siapa saja yang kau sanggupi dari mereka dengan suaramu.” (QS. Al Isra’ : 65)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa “suaramu” dalam ayat ini artinya adalah segala perkara yang mengajak kepada kemaksiatan. Ibnul Qayyim menambahkan bahwa al ghina’ adalah da’i yang paling besar pengaruhnya dalam mengajak manusia kepada kemaksiatan. (Mawaridul Aman halaman 325)

Mujahid --dalam kitab yang sama-- menyatakan “suaramu” di sini artinya al ghina’ (nyanyian) dan al bathil (kebathilan). Ibnul Qayyim menyebutkan pula keterangan Al Hasan Bashri bahwa suara dalam ayat ini artinya duff (rebana), wallahu a’lam.

3. Firman Allah ta’ala :

“Maka apakah terhadap berita ini kamu merasa heran. Kamu tertawa-tawa dan tidak menangis? Dan kamu bernyanyi-nyanyi?” (QS. An Najm : 59-61)

Kata ‘Ikrimah --dari Ibnu Abbas--, as sumud artinya al ghina’ menurut dialek Himyar. Dia menambahkan : “Jika mendengar Al Qur’an dibacakan, mereka bernyanyi-nyanyi, maka turunlah ayat ini.”

Ibnul Qayyim menerangkan bahwa penafsiran ini tidak bertentangan dengan pernyataan bahwa as sumud artinya lalai dan lupa. Dan tidak pula menyimpang dari pendapat yang mengatakan bahwa arti “kamu bernyanyi-nyanyi” di sini adalah kamu menyombongkan diri, bermain-main, lalai, dan berpaling. Karena semua perbuatan tersebut terkumpul dalam al ghina’ (nyanyian), bahkan ia merupakan pemicu munculnya sikap tersebut. (Mawaridul Aman halaman 325)

Imam Ahmad Al Qurthubi menyimpulkan keterangan para mufassir ini dan menyatakan bahwa segi pendalilan diharamkannya al ghina’ adalah karena posisinya disebutkan oleh Allah sebagai sesuatu yang tercela dan hina. (Kasyful Qina’ halaman 59)

Dalil-Dalil Dari As Sunnah

1. Dari Abi ‘Amir --Abu Malik-- Al Asy’ari, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam beliau bersabda :

“Sungguh akan ada di kalangan umatku suatu kaum yang menganggap halalnya zina, sutera, khamr, dan alat-alat musik … .” (HR. Bukhari 10/51/5590-Fath)

2. Dari Abi Malik Al Asy’ari dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam beliau bersabda :

“Sesungguhnya akan ada sebagian manusia dari umatku meminum khamr yang mereka namakan dengan nama-nama lain, kepala mereka bergoyang-goyang karena alat-alat musik dan penyanyi-penyanyi wanita, maka Allah benamkan mereka ke dalam perut bumi dan menjadikan sebagian mereka kera dan babi.” (HR. Bukhari dalam At Tarikh 1/1/305, Al Baihaqi, Ibnu Abi Syaibah dan lain-lain. Lihat Tahrim ‘alath Tharb oleh Syaikh Al Albani halaman 45-46)

3. Dari Anas bin Malik berkata :

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

Dua suara terlaknat di dunia dan di akhirat : “Seruling-seruling (musik-musik atau nyanyian) ketika mendapat kesenangan dan rintihan (ratapan) ketika mendapat musibah.” (Dikeluarkan oleh Al Bazzar dalam Musnad-nya, juga Abu Bakar Asy Syafi’i, Dliya’ Al Maqdisy, lihat Tahrim ‘alath Tharb oleh Syaikh Al Albani halaman 51-52)

4. Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Sesungguhnya saya tidak melarang (kamu) menangis, tapi saya melarangmu dari dua suara (yang menunjukkan) kedunguan dan kejahatan, yaitu suara ketika gembira, yaitu bernyanyi-nyanyi, bermain-main, dan seruling-seruling syaithan dan suara ketika mendapat musibah, memukul-mukul wajah, merobek-robek baju, dan ratapan-ratapan syaithan.” (Dikeluarkan oleh Al Hakim, Al Baihaqi, Ibnu Abiddunya, Al Ajurri, dan lain-lain, lihat Tahrim ‘alath Tharb halaman 52-53)

5. Dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan bagiku --atau mengharamkan-- khamr, judi, al kubah (gendang), dan seluruh yang memabukkan haram.” (HR. Abu Dawud, Al Baihaqi, Ahmad, Abu Ya’la, Abu Hasan Ath Thusy, Ath Thabrani dalam Tahrim ‘alath Tharb halaman 55-56)

6. Dari ‘Imran Hushain ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Akan terjadi pada umatku, lemparan batu, perubahan bentuk, dan tenggelam ke dalam bumi.” Dikatakan : “Ya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, kapan itu terjadi?” Beliau menjawab : “Jika telah tampak alat-alat musik, banyaknya penyanyi wanita, dan diminumnya khamr-khamr.” (Dikeluarkan oleh Tirmidzi, Ibnu Abiddunya, dan lain-lain, lihat Tahrim ‘alath Tharb halaman 63-64)

7. Dari Nafi’ maula Ibnu ‘Umar, ia bercerita bahwa Ibnu ‘Umar pernah mendengar suara seruling gembala lalu (‘Umar) meletakkan jarinya di kedua telinganya dan pindah ke jalan lain dan berkata : “Wahai Nafi’, apakah engkau mendengar?” Aku jawab : “Ya.” Dan ia terus berjalan sampai kukatakan tidak. Setelah itu ia letakkan lagi tangannya dan kembali ke jalan semula. Lalu beliau berkata :

“Kulihat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mendengar suling gembala lalu berbuat seperti ini.” (Dikeluarkan oleh Abu Dawud 4925 dan Baihaqi 10/222 dengan sanad hasan)

Imam Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis (Muntaqa Nafis halaman 304) mengomentari hadits ini sebagai berikut : “Jika seperti ini yang dilakukan mereka terhadap suara-suara yang tidak menyimpang dari sikap-sikap yang lurus, maka bagaimanakah dengan nyanyian dan musik-musik orang jaman sekarang (jaman beliau rahimahullah, apalagi di jaman kita, pent.)?”

Dan Imam Ahmad Al Qurthubi dalam Kasyful Qina’ halaman 69 menyatakan : “Bahwa pendalilan dengan hadits-hadits ini dalam mengatakan haramnya nyanyian dan alat-alat musik, hampir sama dengan segi pendalilan dengan ayat-ayat Al Qur’an. Bahkan dalam hadits-hadits ini disebutkan lebih jelas dengan adanya laknat bagi penyanyi maupun yang mendengarkanya.”

Di dalam hadits pertama, Imam Al Jauhari menyatakan bahwa dalam hadits ini, digabungkannya penyebutan al ma’azif dengan khamr, zina, dan sutera menunjukkan kerasnya pengharaman terhadap alat-alat musik dan sesungguhnya semua itu termasuk dosa-dosa besar. (Kasyful Qina’ halaman 67-69)
Atsar ‘Ulama Salaf
Ibnu Mas’ud menyebutkan : “Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati seperti air menumbuhkan tanaman.” Ini dikeluarkan oleh Ibnu Abiddunya dan dikatakan shahih isnadnya oleh Syaikh Al Albani dalam Tahrim ‘alath Tharb (halaman 145-148), ucapan seperti ini juga dikeluarkan oleh Asy Sya’bi dengan sanad yang hasan.

Dalam Al Muntaqa halaman 306, Ibnul Jauzi menyebutkan pula bahwa Ibnu Mas’ud berkata : “Jika seseorang menaiki kendaraan tanpa menyebut nama Allah, syaithan akan ikut menyertainya dan berkata, ‘bernyanyilah kamu!’ Dan apabila ia tidak mampu memperindahnya, syaithan berkata lagi : ‘Berangan-anganlah kamu (mengkhayal)’.” (Dikeluarkan oleh Abdul Razzaq dalam Al Mushannaf 10/397 sanadnya shahih)

Pada halaman yang sama beliau sebutkan pula keterangan Ibnu ‘Umar ketika melewati sekelompok orang yang berihram dan ada seseorang yang bernyanyi, ia berkata : Beliau berkata : “Ketahuilah, Allah tidak mendengarkanmu!” Dan ketika melewati seorang budak perempuan bernyanyi, ia berkata : “Jika syaithan membiarkan seseorang, tentu benar-benar dia tinggalkan budak ini.”


music

Antara music dan mahasiswa indonesia cairo

Tidak sedikit orang yang bertanya dan melontrakan berbagai
kritikan, mengapa mahasiswa Indonesia di Mesir yang notabene kuliah
di Al Azhar University harus terjun ke dunia seni apalagi yang
berbau music?, Kayaknya music itu sangat indentik dengan hal yang
sangat negative seakan menampar kuping tatkala mendengar mahasiswa
Al azhar bermain music. Hal ini ternyata perlu dikaji ulang dari
semua segi agar kiranya dapat membuka fikiran orang orang tentang
apa itu seni, dan bagaimana pula dengan kondisi mahasiswa Indonesia
yang kuliah di Al azhar agar tidak ada kesalahpahaman.
Seni itu adalah fitrah manusia yang ada sejak lahir dan tak
bisa dipisahkan, meskipun sebagian orang memungkiri dengan lidah
namun hati dan geraknya tetap bergerak seiring tempo dan nada dari
bunyi bunyian yang ada di sekelilingnya, baik itu nyanyian alam
seperti deru angina, tetesan hujan, suara burung, suara bintang dll,
maupun bunyi yang diciptakan oleh manusia itu sendiri, dan hal ini
tak dapat dipungkiri fungsi dan manfaatnya terhadap kehidupan
manusia yang penuh dengan seni, dengan kata lain seni itu adalah
keindahan yang diberikan oleh Allah kepada semua mahlukNya karna
Allah itu Maha indah dan cinta akan keindahan. Oleh karena itu,
ulama ulama berbeda pendapat tentang seni, di satu sisi ada
pengharaman di sisi lain ada yang membolehkan namun dari semua
pendapat itu dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa adanya pelarangan
dan pembolehan semua kembali ke dampak dari seni itu, terlepas dari
seni yang telah ada dalil syar'i tentang pengharamannya. Berbicara
mengenai music akan didapati dalil tentang pengharamannya disaat
Nabi mengharamkan seruling atau fluit disebabkan oleh ulah orang
kafir yang slalu mengganggu dan mengusik kekhusu'an orang muslim
yang lagi sholat berjamaah, juga tentang pembolehannya disaat Nabi
menghadiri acara walimah seorang sahabat yang pada saat itu
menggunakan Tablah (ketipung) sebagai alat untuk mengumumkan dan
memeriahkan acara tersebut. Dari dua dalil ini ulama berbeda
pendapat tentang music, sebagian berpendapat haram, dan sebagian
yang lain berpendapat mubah (boleh). Pendapat pertama mengatakan
music itu haram apabila membawa mudhorat dan berdampak negative
misalnya menimbulkan birahi atau mengajarkan yang salah. Sedangkan
pendapat kedua sudah jelas kemubahannya dan boleh boleh saja.
Kesimpulannya musik itu boleh asalkan tidak membawa mudhorat bagi
yang bermain music itu sendiri juga kepada orang lain, bila hal itu
membawa mudhorat berarti haram dan sebaliknya, karena semua yang ada
di muka bumi ini adalah mubah kecuali telah ada dalil yang jelas
tentang pengharamannya dan Allah itu Maha Indah dan suka akan
keindahan.
Musik tidak terlarang dalam Islam. Musik bersifat netral. Artinya, dia
seperti pisau, jika dibawa ke kejahatan oleh pelakunya ya bisa bersifat
haram.

Tuhan Maha Indah, Dia menyukai keindahan. Nabi SAW pernah mendengar musik
berdendang ketika Hari Ied bersama Aisyah RA, waktu itu Abu Bakar sempat
marah karena dikiranya Rasulullah SAW mengharamkannya. (H.R Muslim)

Daud AS diturunkan kemu'jizatan dalam bermusik.

Memang pada suatu kali kesempatan Umar bin Khotthob menutup telinganya
ketika mendengar suara seruling, tapi ketika ditanya mengapa. Umar hanya
bisa memberikan jawaban, bahwa semata-mata karena Rasulullah SAW
melakukannya. Jadi alasan yang ada, bukan tidak mungkin di sisi suara
seruling tetapi mungkin lebih dari itu.

Akan tetapi dari sekian alasan itu, efek musik sebenarnya memang cukup
berbahaya untuk pencipta suasana hati dan watak hati. Karena itu, tetap
dianjurkan agar berhati-hati dan tidak berlebihan. Batasan akan boleh dan
tidaknya musik tentu seperti cara-cara yang ma'ruf.

Seni musik dan nyanyian menurut hukum asalnya adalah HARUS kerana ia adalah fitrah manusia yg sukakan keindahan dan hiburan. Keharusan seni musik dan suara bertukar menjadi makruh, atau haram jika berubah perkara-perkara berikut:

a. isi, senikata, lirik, dan motif yg tidak bertentangan dgn adab dan susila Islam
b. Cara penyampaian, apakah ia menimbulkan syahwat dan ciri-ciri seksualiti dan yg diharamkan
c. Suasana (iklim) pada saat melantumkan
d. Sederhana (tidak berlebihan dan melampaui) dalam menyintai seni musik dan seni suara
e. pengetahuan pendengar adalah sebaik-baik hakim.

Pendapat Qardhawi ini sebenarnya juga pendapat fuqaha' sebelumnya, antaranya Hujjatul Islam dan Imam alGhazali ra dalam kitab asSima' min Ihya': juga Fatawa Syaikhul al-Azhar Mahmood Syaltut ( alFatawa Syaltut, cet 1960, Cairo) yang berbunyi:

a. Seni musik dan seni suara adalah sama hukumnya dgn memenuhi keperluan pancaindera yg lain seperti makanan yg lazat dan pemandangan yg indah

b. Islam menetapkan kesederhanaan dalam semua termasuk menghayati seni musik dan seni suara

c. Ulama terdahulu telah membenarkan seni musik dan seni suara bila ada tujuan yg sesuai  dan mencegahnya bila ada unsur luaran yg tidak Islamik

d. Seni Musik dan suara semuanya termaktub dibawah anugerah Ilahi yg bersifat umum yg diisyaratkan dalam surah al_A'raf: 32.

Itulah gambaran umum musik dan seni suara secara umum.

Alat muzik bertali (gitar dsb) dan yang ditiup(seruling dsb) apakah dilarang? Betulkah begitu...? Jika ya, apa dalilnya? 

Menurut pendapat (penganalisa dalil dan madzhab) al-Qardhawi, nas-nas hadis yang mengharamkan alat musik tertentu spt seruling atau bertali itu adalah tidak benar atau ada kecacatannya. Ini juga berdasarkan pendapat al-Ghazali dalam kitab asSima' min Ihya' Ulumiddin. Alat musik adalah semata-mata alat, misalnya gelas adalah alat jika digunakan untuk meminum khamar atau susu. Mobil adalah alat yang digunakan untuk merompak atau bepergian sehari hari. Maka begitulah alat-alat musik boleh digunakan untuk kejahatan atau kebaikan.

Antara hadis-hadis yg ada kecacatan ialah:
#1: HR Bukhari dari Abu Malik ra," Akan ada segolongan dari umatku yang akan menghalalkan zina, sutera, arak dan alat muzik."
status Hadis: walaupun ia sahih Bukhari, tapi ia mudhtarib (bersimpang siur rawinya) dan mu'allaq (sanadnya terputus). Ahli hadits yang berpendapat demikian ialah Imam Ahmad, Abu Daud, Ibn Hazm, Abu Hatim, alHafeedz azZahabi dan alHafeedz Ibn Hajar Asqalani.
Kalimah mu'adzif dalam hadis di atas tidak disepakati sebagai yang dimaksud alat musik.
#2: HR Imam Hadits muttafaqun 'alaih,"setiap permainan yg dilakukan oleh seorang muslim itu adalah kebatilan kecuali sendagurai suami-isteri, berkuda dan memanah."
alHafeedz alIraqi: statusnya Mudhtarib juga
#3: Dari Aisyah ra,"Sesungguhnya Allah mengharamkan biduanita (hamba perempuan), menjual-belinya, menghargai dan mengajarinya."
Ibn Hazm (alMuhalla) hadis dha'eef
#4: HR Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah
dari Nafi' bahawa Ibn Umar ra meriwayatkan bahawa Nabi saw menutup telinganya jika terdengar tiupan seruling pengembara (gembala).

Fatwa MUI pernah mengharamkan permainanan alat musik bertali. Tetapi fatwa itu telah ditarik-balik. Fatwa terkini dari Fatwa MUI adalah harus dan haram sekiranya dicampuri dengan maksiat atau melalaikan kita daripada beribadah kepada Allah dan menunaikan kewajiban-Nya.

Bagaimana pula hukumnya dengan alat-alat musik lain yang bunyinya lebih kurang sama dengan kedua jenis alat musik tersebut seperti keyboard  sebagaimana kita ketahui dapat mengeluarkan bunyi yang berbagai jenis termasukkah kedua alat muzik tersebut?
Dr alImam Prof Yusof alQardhawi berpendapat hadis-hadis yg berkaitan haramnya alat musik tertentu semuanya tidak terlepas dari kecacatan. Ini kerana musik telah dibahaskan di zaman sahabat dan tabi'in. Maka hukum alat musik (baik dari alat atau penghasilan komputer) itu HARUS dan keharusannya bergantung kepada penggunaannya. Kecuali bila alat musik itu menjadi lambang kefasikan dan dinisbatkan kepad agama tertentu menurut pandangan uruf (budaya setempat).


Mahasiswa Indonesia di Mesir yang kuliah di Al azhar
university datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan
keanekaragaman culture maupun bakat dan tujuan, menambah corak bagi
kehidupan mahasiswa cairo itu sendiri, tidak semua mahasiswa
Indonesia yang ada di mesir adalah utusan DEPAG (Department Agama)
bahkan lebih banyak yang terjun bebas (Biaya Sendiri) sehingga tidak
menutup kemungkinana adanya tujuan lain yang terselubung di balik
kedatangannya ke cairo, atau dalam bahasa kasarnya tujuan ke cairo
adalah sebagai pelarian. Agar semua berjalan baik tak menyimpang
dari agama maupun norma norma masyarakat yang ada, semua bakat yang
dimiliki oleh mahasiswa ditampung oleh badan pengembangan bakat dan
seni PPMI (persatuan pelajar mahasiswa Indonesia) maupun sanggar
sanggar seni yang ada di cairo. Maka tidak heran jika mahasiswa al
azhar pun mampu tuk berkreasi dalam segala bidang seni.
Masyarakat Indonesia yang ada di Indonesia tidak mau tau, dalam
benak mereka semua mahasiswa yang kuliah di Al azhar adalah
agamawan, padahal tidak semua mahasiswa yang kuliah di Al azhar itu
mengambil jurusan keagamaan kalaupun ada hanya sebatas kulit
kulitnya saja. Tuntan masyarakat itu sendiri yang mengakibatkan
adanya kecompangan mengenai mahasiswa itu sendiri, kiranya hal itu
perlu dibenahi agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari
dan tidak merugikan lain pihak.

Vikar - Sabandsa crew

 


dari tauhid sampai seni

Dari Tauhid Sampai Seni 

 

Penulis: Islah GusmiaGatra, tanggal 2003-07-19 00:00:00.0

Realitas spiritualitas Islam tidak hanya berhenti pada aspek akidah saja.  Tapi telah menubuh ke berbagai ekspresi.  Tampil secara koprehensif dan otentik.

 

Spiritualitas dalam Islam merupakan tema yang langka dibahas sebagai kategori tersendiri, apalagi  dari sudut pandang orang luar (non-Islam).  Selama ini hampir setiap aspek yang ada dalam Islam dikaji dengan serius oleh para intelektual Barat.  Namun, aspek yang satu ini belum pernah dikaji secara khusus dengan baik.  Atas kenyataan itu, Seyyed Hossein Nasr menyelenggarakan proyek intelektual: menampilkan aspek spiritualitas Islam secara ensiklopedis.

Proyeknya ini melibatkan puluhan intelektual, baik yang berlatas belakang muslim, seperti Osman Bakar, Safa Abdul Aziz, Baharuddin Ahmad, Azim Nanji, maupun mereka yang serius mengkaji tema-tema yang berkait dengan aspek spiritualitas Islam, seperti Sachiko Murata, William Chittick, Victor Danner, dan Jean Canteins.  Lahirlah dua jilid buku tebal ini, yang edisi Indonesianya diterbitkan Mizan Bandung.

 

Oleh Nasr, buku ini dirancang bukan saja untuk mendapatkan suatu pandangan yang beragam tentang spiritualitas Islam, juga atas dasar kemampuan sekaligus pengalaman para penulis, sehingga tema-tema yang ada dalam buku ini tampil komprehensif dan otentik.

 

Jilid I mengurai berbagai tema pokok sebagai fondasi dari spiritualitas Islam.  Tema pertama yang didedah adalah soal doktrin tauhid.  Sebab, menurut Nas spiritualitas Islam adalah apa yang terkait dengan semua doktrin yang berbicara tentang Yang Maha Esa.  Di sini  doktrin tauhid dilihatnya sebagai pusat dari segala praktik yang dilakukan manusia.

 

Sebagai realisasi prinsip tauhid, spiritualitas dalam realisasinya bagi Nasr tidak hanya terpancang pada aspek akidah saja, melainkan juga telah menubuh dalam berbagai ekspresi.  Ini terjadi karena manusia diciptakan dalam berbagai kecenderungan yang majemuk.  Pengenalan akan Allah pun mewujud dalam berbagai ekspresi dan kemajemukan itu.  Jilid II buku ini menyisir berbagai ekspresi medan manifestasi dari spiritualitas Islam.

 

Ada tiga tema pokok yang dikaji di jilid II ini sebagai manifestasi dari fondasi spiritualitas Islam.  Tema pertama adalah dunia tasawuf dengan berbagai ordo yang telah terbentuk dari masa ke masa.  Di sini dipaparkan berbagai tarekat sufi, tokoh-tokohnya, dan tempat di mana tarekat itu tumbuh dan hidup, seperti tarekat Qadiriyah, Syadziliyah, Nikmatullahi, Chistiyah, dan Naqsyabandiyah.  Sedangkan tokoh-tokohnya seperti Ibn Arabi, Jalaludin Rumi, Najm al-Din Kubra.  Berbagai tarekat dan ajaran tokoh-tokoh itu menyebar di berbagai wilayah seperti Mesir, Timur Arab, Melayu-Indonesia, Turki dan Afrika.

 

Manifestasi kedua adalah kesusastraan Islam.  Bagian ini menelusuri berbagai sastra yang lahir di dunia muslim: sastra Arab dengan menampilkan lirik-lirik cinta Udzri dari Hijaz, sastra Persia dengan puisi mistik Athar Sana’i, Rumi, Sa’di dan Hafiz; sastra Turki dengan gaya puisi Malami Hamzawi dan  puisi Alawi Baktasyi; sastra Melayu dengan pencapaian puisi mistis Hamzah Fansuri dan Amir Hamzah; serta sastra yang berkembang di Indo-Muslim dan Afrika.  Di sini kesusastraan telah menjadi cermin spiritualitas Islam.

 

Sedangkan manifestasi ketiga adalah seni dan pemikiran Islam.  Aspek ini meliputi ilmu-ilmu tersembunyi dalam Islam, musik, tarian suci, dan karya arsitektural Islam.  Dalam tradisi Islam, tarian mistik-ekstatik Maulawi, lagu puji-pujian kepada Nabi, seni kaligrafi, anikonisme, aneka model mihrab, hingga seni kerajinan tembikar.

 

Semua itu  bagi Nasr adalah wilayah yang mampu memanifestasikan esensi spiritualitas Islam.  Dengan demikian, lewat buku ini kita disadarkan bahwa semua tindakan manusia adalah timbul dari kesadaran batiniahnya sebagai mahluk teomorfis.  Spiritualitas Islam disni merupakan suatu realitas yang hidup, bukan sebagai sosok bangkai yang dipotong-potong menurut pandangan dunia asing baginya.


Senandung Setan

Judul buku : NOKTAH-NOKTAH HITAM SENANDUNG SETAN
Judul asli : Kasyful Ghithaa' 'An Hukmi Samaa'i Ghinaa'
Penulis : Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
Penerjemah : Abu Ihsan Atsari
Penerbit : Darul Haq, Jakarta
Tahun cetakan : (Cetakan I) Muharram 1422 H/ April 2002 M
Ukuran buku : 26 cm, 315 halaman
Harga : Rp 45.000,-


Penerjemah (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari) dalam pengantarnya berkata:

Musik sudah menjadi makanan pokok bagi kebanyakan orang pada hari ini. Seakan-akan mereka tak bisa hidup tanpa musik dan lagu. Pagi-pagi buta suara musik lah yang mengalun pertama kali dari rumah-rumah mereka. Kalaulah kita data satu persatu, hampir di setiap rumah kita temui kaset atau CD musik, karaoke dan sejenisnya! Itulah realita kita!

Virus musik dan nyanyian yang tersebar di kalangan masyarakat kita sudah mencapai titik yang sangat membahayakan. Bahaya itu dapat kita lihat dari maraknya penjualan cd-cd musik dan karaoke yang menjamur di kaki-kaki lima, mal-mal dan tempat-tempat umum lainnya. Dengan stelan musik yang keras, begitu memekakkan telinga dan mengganggu orang lain. Mereka tidak lagi menghiraukan kata-kata cabul, kotor dan tak senonoh yang menjadi lirik lagu tersebut. Sudah lumrah kata mereka!

Tidakkah mereka tahu, virus musik dan nyanyian ini sangat besar daya rusaknya terhadap diri seseorang. Hancurnya generasi muda sekarang ini, kalau kita telusuri sebabnya, banyak yang berpangkal dari musik! Maka dari itu para ulama menyebut musik dan lagu ini sebagai jampi-jampi perzinaan! Memang benar, daya hipnotis musik lah yang mendorong mereka melakukan perzinaan, mulai dari zina tangan, zina mata, zina telinga, zina kaki sampai pada akhirnya dibuktikan oleh kemaluan!

Kalau kita mau jujur, sebenarnya pangkal kerusakan ini tidak terlepas dari pendidikan orang tua yang sangat lemah! Anak-anak mereka sejak usia dini sudah dicekoki dengan musik dan lagu! Hingga kalau kebetulan kita melintas di jalanan atau sebuah gang kadang kita temui sekumpulan anak-anak kecil sedang bernyanyi menirukan penyanyi idolanya. Ajaibnya anak sekecil itu hafal lirik lagu dari awal sampai akhir!!

Kalau dulu, pada era generasi Salafus Shalih penyanyi begitu hina kedudukannya di mata masyarakat, sekarang justru kebalikannya! Penyanyi begitu mulia dan terhormat dalam pandangan mereka sehingga seluruh gerak-geriknya jadi buah bibir dan berita, seluruh tindak-tanduk dan model penampilannya jadi trend di kalangan mereka.

Akibat dari itu semua adalah memudarnya nilai-nilai ajaran agama yang murni! Al-Qur'an seakan sudah menjadi sesuatu yang ditinggalkan! Tidak lagi dirasakan kenikmatan saat mendengarnya! Shalat juga terganggu kekhusukannya. Memang, shalat adalah ibadah pertama yang terkena dampak dari kecanduan musik dan nyayian ini. Lirik-lirik lagu dan irama musik datang mengusik saat ia mengerjakan shalat! Hilanglah kenikmatan shalat baginya. Kadang kala ia juga meninggalkan shalat! Ia lebih memilih menikmati alunan musik daripada menyambut seruan adzan! Fenomena seperti ini banyak kita dapati di tengah-tengah masyarakat kita. Oleh sebab itu jangan heran bila pagelaran musik dipadati banyak pengunjung sementara jumlah orang yang shalat jama'ah di masjid dapat dihitung dengan jari! Itulah realita!

Di lain pihak, ada pula yang berusaha mengemas musik bernafaskan Islam, kata mereka! Mereka sebut nyanyian ruhani, musik Islami, nasyid Islami dan seabrek istilah-istilah lainnya. Seakan-akan seluruh perkara yang dibubuhi kata-kata 'Islami' menjadi 'label halal' baginya. Padahal menurut Ibnul Qoyyim musik-musik yang katanya Islami itu 'lebih berbahaya' daripada jenis musik dan lagu selainnya. Karena pembubuhan kata Islami di situ merupakan pernyataan bahwa hal itu termasuk perkara yang 'boleh' menurut syariat Islam! Padahal Dienul Islam tidak pernah membolehkan hal itu! Maka dengan begitu ia bukan hanya sekedar maksiat namun meningkat menjadi bid'ah! Banyak kita dapati orang-orang yang menikmati musik dan lagu Islami itu berkeyakinan bahwa hal itu dapat meningkatkan keimanannya, mendorong berbuat taat, mendorongnya untuk lebih mencintai Allah dan Rasulullah! Ini adalah syubhat setan dalam menjerat mereka kepada hal-hal yang memalingkan mereka dari Al-Qur'an dan dari mentadabburinya!

Banyak pula kita temui orang-orang yang tergugah hatinya, bangkit kesedihannya hingga berlinang air mata karena mendengar alunan nasyid atau syair! Namun tidak demikian halnya ketika mendengar alunan ayat-ayat Al-Qur'an! Hatinya tidak tersentuh sedikit pun!

Demikianlah melalui musik dan nyanyian ini setan memalingkan anak Adam dari Kalamullah! Setan menebar jarat-jerat syubhat agar anak Adam tetap meyakini bahwa mendengarkan musik dan nyanyian ini bukanlah perkara yang perlu dipermasalahkan! Ini terbukti dengan sedikitnya buku-buku atau tulisan-tulisan yang membeberkan kebusukan musik dan nyanyian serta membongkar syubhat-syubhatnya!

Banyak sekali syubhat-syubhat seputar masalah musik dan nyanyian yang dihembuskan oleh setan. Salah satu di antaranya, setan membisikkan kepada manusia, Apa bedanya mendengar musik dengan mendengar suara kicauan burung, hembusan angin, gemersik dedaunan, dan suara-suara alam lainnya?!

Lalu syubhat model seperti ini termakan oleh orang-orang yang lemah akal dan imannya.

Dalam buku ini, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah memberikan jawaban-jawaban dan bantahan-bantahan terhadap syubhat-syubhat semacam itu!

Buku ini sendiri merupakan jawaban dari sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada para ulama tentang hukum musik, lagu dan nyanyian. Kemudian pertanyaan itu diajukan kepada para ulama dari empat madzab, yakni ulama madzhab Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali. Dan Ibnul Qayyim adalah salah satu dari delapan ulama yang memberikan jawaban. Dan jawaban beliau itu tertuang dalam sebuah uraian penjang yang beliau beri judul: Kasyful Ghithaa' 'an Hukmi Samaa'il Ghinaa'

Seluruh ulama empat madzhab tersebut sepakat bahwa musik, lagu dan nyanyian itu haram hukumnya!

Sepertinya buku ini perlu dibaca oleh kaum muslimin sekarang ini. Agar mereka tahu status hukum musik dan nyanyian serta dampak-dampak langsung maupun tidak langsung yang diakibatkan olehnya. Karena bukan tidak sedikit diantara kaum muslimin yang masih beranggapan musik, nasyid, qasidah dan sejenisnya itu dibolehkan!? Lebih lanjut silakan mengikuti buku ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi diri kita dan masyarakat.

Demikian dari penerjemah, terakhir sebagai pengingat kiranya perlu kita ketahui bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Akan muncul di kalangan umatku nanti beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat-alat musik". (Shahih Al-Bukhari no 5590, Musnad Imam Ahmad V/342, Sunan Abu Daud no. 3688, Sunan Ibnu Majah no. 4036). Lihat hal 41 buku ini.

[At-Taqwa Online]


Tabletour Yngwie

Far Beyond The Sun

 
#----------------------------------PLEASE NOTE---------------------------------#
#This file is the author's own work and represents their interpretation of the #
#song. You may only use this file for private study, scholarship, or research. #
#------------------------------------------------------------------------------##
From:
letostak@netcom.com (Judy Letostak)

Yngwie Malmsteen  "Far Beyond the Sun"
from Rising Force
letostak@netcom.com
b=bend
r=release
tr=trill
h=hammer on
p=pull off
s=slide
~=vibrato
||=repeat
|=end of bar
%=repeat last bar

|----------|----------------|----------------|-----------------------------|
|----------|----------------|----------------|-----------------------------|
|----------|----------------|----------------|----------------------6------|
|----4-4-4-|--3~------6-6-6-|-4~-------7-7-7-|-6~---9-9-9-8~----8-9--------|
|----------|----------------|----------------|-----------------------------|
|----------|----------------|----------------|-----------------------------|
|          |                |                |                             |
|          |                |                |                             |
|----------|----------------|----------------|-----------------------------|
|----------|----------------|----------------|-----------------------------|
|----------|----------------|----------------|-----------------------------|
|----------|----------3-3-3-|-4~-------4-4-4-|-3~---6-6-6-4~----4-6-7------|
|----5-5-5-|--4~------------|----------------|-----------------------------|
|----------|----------------|----------------|-----------------------------|


|-------------|--------------------|---------------------|-----------------|
|-------------|--------------------|---------------------|-----------------|
|-7~----------|----------6~--------|-----------4~--------|-----------------|
|-------7-7-7-|-6--6-7-9-----6-6-6-|-4~--4-6-7-----4-4-4-|-6-3-------------|
|-------------|--------------------|---------------------|-----5-2---------|
|-------------|--------------------|---------------------|---------4-1-----|
|             |                    |                     |                 |
|             |                    |                     |                 |
|-------------|--------------------|---------------------|-----------------|
|-------------|--------------------|---------------------|-----------------|
|-4~----------|----------2~--------|---------------------|-----------------|
|-------------|-2--2-4-6-----------|---------4-6~--4-4-4-|-6-3-------------|
|-------------|--------------------|-5~--5-7-------------|-----5-2---------|
|-------------|--------------------|---------------------|---------4-1-----|

 
------------------------|---------------------|----------------------------|
------------------------|---------------------|----------------------------|
------------------------|---------------------|----------------6-----------|
------------------------|-4-------------------|----------------6-----------|
------2-4-5-4-2---------|-4-------------------|----------------4-----------|
2-4-5-----------5-4-2-1-|-2-------------------|----------------------------|


13h14p13p10-------------------------|-------------------|------------------|
------------14-12-10----------------|-------------------|------------------|
---------------------13-11-10-------|-------------------|-------%----------|
------------------------------12-11-|-9-----------------|------------------|
------------------------------------|---12-11-9-8~------|------------------|
------------------------------------|-------------------|------------------|


-----------10-13p10-------------13-16p13-------|--------16--19s21~---------|
--------12----------12-------15----------15----|-----18--------------------|
--10s13----------------13s16----------------16-|-s19-----------------------|
-----------------------------------------------|---------------------------|
-----------------------------------------------|---------------------------|
-----------------------------------------------|---------------------------|

13h14p13p10-------------------------|--------------------------------------|
------------14-12-10----------------|--------------------------------------|
---------------------13-11-10-------|--------------------------------------|
------------------------------12-11-|-9------------------------------------|
------------------------------------|---12-11-9-8~-------------------------|
------------------------------------|--------------------------------------|


------------------|-----------|---------------------|----------------------|
------------------|-----------|---7-6-7~---10-9-10~-|10-14-13-14~-s--------|
------------------|---6-5-6~--|-6-------------------|----------------------|
4-3-4~---4-7-6-7~-|-7---------|---------------------|----------------------|
------------------|-----------|---------------------|----------------------|
------------------|-----------|---------------------|----------------------|


----------s17-16-17~--|-s21-20-21~--|-21-19-17-16-19-17-16-14-17-16-14-13---
19-18-19~-------------|-------------|---------------------------------------
----------------------|-------------|---------------------------------------
----------------------|-------------|---------------------------------------
----------------------|-------------|---------------------------------------
----------------------|-------------|---------------------------------------


16-14p13-------|----------------------------------|-------------------------
---------15p14-|-12-------------------------------|-------------------------
---------------|----13-11-10----------------------|-------------------------
---------------|-------------12-11-9--------------|-------------------------
---------------|---------------------12-11-9-8~---|-------------------------
---------------|----------------------------------|-------------------------


||-------------------|-------------------------|---------------------------|
||-------------------|-------------------------|---------------------------|
||-7-7-7-7-7-7-6-----|-------------------------|-----------6---------6-7---|
||---------------9-7-|-6-6-6-6-6-6-6-6-6-6-7-9-|-7-7-7-7-9---9-9-9-9-------|
||-------------------|-------------------------|---------------------------|
||-------------------|-------------------------|---------------------------|


---------9h10p9h10-----------9h10p9h10--|----------------------------------|
----------------------------------------|----------------------------------|
6h7p6h7-------------6h7p6h7-------------|-7-7-7-7-7-7-7-7-7-6--------------|
----------------------------------------|---------------------9-7----------|
----------------------------------------|----------------------------------|
----------------------------------------|----------------------------------|


---------------------9h|10p9p7---------------------------------------------|
-----------------------|-------10p9p7-------10p9---------------------------|
-----------------------|--------------9p7s6------11p9---------11p9---------|
-6-6-6-6-6-6-6-6-6-6---|------------------------------12p11-9------12------|
-----------------------|---------------------------------------------------|
-----------------------|---------------------------------------------------|


---------------------------||   repeat all in double bars again
---------------------------||
-----------------------9bf-||
11p9----12p11-9------------||
-----12---------12p11------||
---------------------------||


-------9-14p9----------9-14p9s17p14----------14-17p14----|14-17p14----14s21-
---10---------10----10--------------14----14----------14-|---------14-------
11---------------11--------------------14----------------|------------------
---------------------------------------------------------|------------------
---------------------------------------------------------|------------------
---------------------------------------------------------|------------------


p17-21p17---------||------------------------|-------------------|-----------
----------19------||------------------------|-------------------|------14---
-------------18~--||---------13--13h14------|-13-14-16h18p16-13-|-16bf------
------------------||-14h16~-------------16~-|-------------------|-----------
------------------||------------------------|-------------------|-----------
------------------||------------------------|-------------------|-----------


-----------------------|---------------|-----------------------------------|
h15p14-----------------|---------------|-----------------------------------|
-------16--14h16p14p13-|-14~-----------|-13h14-----13----------------------|
-----------------------|---------------|-----------------14----------------|
-----------------------|---------------|-----------------------------------|
-----------------------|---------------|-----------------------------------|


---------14-17p14----14h21p14----14-17p14----14----||
------14----------14----------14----------14----14-||play part between double
---14----------------------------------------------||bars again
16-------------------------------------------------||
---------------------------------------------------||
---------------------------------------------------||

                                                          b 1 1/2 b r b r b~
--------------------------|------------------------------------------------|
-----------------------14-|-19-17-15--14h15p14----14-----------------------|
13h14---13----------14----|--------------------16----16s18b----------------|
--------------14-16-------|------------------------------------------------|
--------------------------|------------------------------------------------|
--------------------------|------------------------------------------------|


---------------|-------------------------|----------------|----------------|
---------------|-------------------------|----------------|----------------|
13-13-13-14-16-|-14h16--14h16p14s13-14~--|-16-16-16-18-19-|-18-19bf--------|
---------------|-------------------------|----------------|----------------|
---------------|-------------------------|----------------|----------------|
---------------|-------------------------|----------------|----------------|

                                              w/bar
----------|------------------|--------------|------------------------------|
----------|------------------|--------------|------------------------------|
19~-s16~--|-18h19-18-18s14~--|-14---13--11--|-10---h--11---11bf------------|
----------|------------------|--------------|---------------------4-4-4----|
----------|------------------|--------------|------------------------------|
----------|------------------|--------------|------------------------------|


|-----------------------------|----------------------------|
|-----------------------------|----------------------------|
|---------6-7-6h7p6-----------|---------6-7-6--------------|
|---6-7-9-----------9-7-6-----|---6-7-9-------9-7-6--------|
|-9-----------------------9-8-|-9-------------------9-8----|
|-----------------------------|----------------------------|
|                             |                            |
|                             |                            |
|-----------------------------|----------------------------|
|-----------------------------|----------------------------|
|-----------------------------|-------------%--------------|
|-----------------------------|----------------------------|
|-------2-4-5-----4-2---------|----------------------------|
|-2-4-5---------------5-4-2-1-|----------------------------|


----------------------------|----------------------7-9h-|-10--s--7~--------|
----------------------------|-------------6h7-9s10------|------------------|
--------6-7-6h7p6-----------|---------6-7---------------|------------------|
--6-7-9-----------9-7-6-----|---6-7-9-------------------|------------------|
9-----------------------9-8-|-9-------------------------|------------------|
----------------------------|---------------------------|------------------|


9--10--9------|------------------|----------13s16p13--------|17-16-14-13----
----------10~-|9h10~---9h10p9----|-------12----------15-----|---------------
--------------|---------------11-|-10h13----------------16~-|---------------
--------------|------------------|--------------------------|---------------
--------------|------------------|--------------------------|---------------
--------------|------------------|--------------------------|---------------


---14-13-------17p16-14-13----14p13-16s21-|-21~--20-21-20-21-16-17-16-17-13-
15-------15-14-------------15-------------|---------------------------------
------------------------------------------|---------------------------------
------------------------------------------|---------------------------------
------------------------------------------|---------------------------------
------------------------------------------|---------------------------------


14-13-14----------------------------------------------------|---------------
---------13-14-13-14----------------------------------------|-----------9s10
---------------------13-14-13-14-10-11-10-11----------------|-----6---6-----
---------------------------------------------10-11-10-11----|-6h7---7-------
---------------------------------------------------------12-|---------------
------------------------------------------------------------|---------------

      palm mute
----||-------------------|---------------------|----------------------------
9~--||------------9-10~--|------------9-10-9~--|------------9-11~--10-12-14-
----||-------6-11--------|-------6-11----------|-------6-11-----------------
----||---6-7-------------|---6-7---------------|---6-7----------------------
----||-9-----------------|-9-------------------|-9--------------------------
----||-------------------|---------------------|----------------------------


10-13h-|-14p13-10-------------------------------------|--------------------|
-------|----------14-12-10----------------------------|------------9-10~---|
-------|-------------------13-11-10-------------------|-------6-11---------|
-------|----------------------------12-11-9-----------|---6-7--------------|
-------|------------------------------------12-11-9s7-|-9------------------|
-------|----------------------------------------------|--------------------|

              w/bar scoop
---------------------------|-19bf~----||-----------------------------------|
-----------9-10--9---------|----------||10--9h10p9--7h9p7------7-9---------|
------6-11-----------------|----------||-------------------10~-------------|
--6-7----------------------|----------||-----------------------------------|
9--------------------------|----------||-----------------------------------|
---------------------------|----------||-----------------------------------|


-----------------------|----------------------------------------------------
10-9h10p9--------------|-------------------------------------15-12-14-15-14-
----------11-10~-11-13-|-14-11-13-14-13-11-14-11-13-14-13-11----------------
-----------------------|----------------------------------------------------
-----------------------|----------------------------------------------------
-----------------------|----------------------------------------------------


---16-13-|-14-16-14-13-17-14-16-17-16-14-19-16-17-19-17-16-19bf-|--19bf~----
12-------|------------------------------------------------------|-----------
---------|------------------------------------------------------|-----------
---------|------------------------------------------------------|-----------
---------|------------------------------------------------------|-----------
---------|------------------------------------------------------|-----------

            1 1/2                2
19bf-19bf-|-19b-----19bf--19bf--21b--|-21~---17-19-21p19-17s16h17-|-19p17p16
----------|--------------------------|----------------------------|---------
----------|--------------------------|----------------------------|---------
----------|--------------------------|----------------------------|---------
----------|--------------------------|----------------------------|---------
----------|--------------------------|----------------------------|---------


---16-17p16----------------------------------------|-17-16-14-13-------16p14
19----------19p18h19p18----------------------------|-------------15-14------
------------------------18p16p14-18p16p14-16p14s13-|------------------------
---------------------------------------------------|------------------------
---------------------------------------------------|------------------------
---------------------------------------------------|------------------------


s13-------17p16-14-|-13-------16p14-13-------17-16-14-13-16-14-13----|-14---
----15-14----------|----15-14----------15-14----------------------15-|------
-------------------|-------------------------------------------------|------
-------------------|-------------------------------------------------|------
-------------------|-------------------------------------------------|------
-------------------|-------------------------------------------------|------


13----------13-----------------------------------------|--------------------
---15-14h15----15p14-15-14-12-10-14-12-10-9-12-10-9----|-10-9----9-10p9-----
----------------------------------------------------11-|------11--------11--
-------------------------------------------------------|--------------------
-------------------------------------------------------|--------------------
-------------------------------------------------------|--------------------


-------|-19-16-17----16-------------------------------|---------------------
9------|----------19----18-19-15-18-14-15----14-------|---------------------
--11~--|----------------------------------16----14-16-|-13-14----13---------
-------|----------------------------------------------|-------16----14-16-12
-------|----------------------------------------------|---------------------
-------|----------------------------------------------|---------------------


--------------|---------------------------------------------------|---------
----------12s-|-14p12p10------------------------------------------|---------
--------------|----------13-11p9---------13p11p10------------11-9-|---------
14-11~--------|------------------12-11-9----------12-11-9---------|-12-11-9-
--------------|-------------------------------------------12------|---------
--------------|---------------------------------------------------|---------


----------------------------------|---------7--------|-10p9p7----9p7--------
----------------------------------|-10bf~-----10p9p7-|--------10------------
----------------------------------|------------------|----------------------
---11-9-------9-------------------|------------------|----------------------
12------12-11---12-11p9-12-11-9s8-|------------------|----------------------
----------------------------------|------------------|----------------------


--------------------------|-------------------|--------|-------------------|
10p9sx--12p10p9----9------|-------------------|--------|-------------------|
----------------11---11bf-|-11bf--11bf--11bf--|-11p10--|-keyboard-solo-----|
--------------------------|-------------------|--------|-------------------|
--------------------------|-------------------|--------|-------------------|
--------------------------|-------------------|--------|-------------------|


16~--16-16h17p16---------16------16------16--------16-|-t21p16h17p16h17-----
-----------------19-19bf----19bf----19bf----19bf~-----|---------------------
------------------------------------------------------|---------------------
------------------------------------------------------|---------------------
------------------------------------------------------|---------------------
------------------------------------------------------|---------------------


t21p16h17p16h17--t21p16h17p16h17--t21p16h17p16h17--t21p16h17p16-----16------
-----------------------------------------------------------------19----19bf-
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------18~
----------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------


--------|----------14-16-17-16-14-16-14----------14|---------------14-16-17-
--------|-14-16-17----------------------17-16-17---|17-16-14-16-17----------
keys----|------------------------------------------|------------------------
--------|------------------------------------------|------------------------
--------|------------------------------------------|------------------------
--------|------------------------------------------|------------------------


16-14|16-14----------14-------16h17p16p14-----------------------------------
-----|------17-16-17----17-16-------------17-16-15-14-------------14p13-----
-----|------------------------------------------------16-14-13--------------
-----|---------------------------------------------------------16-----------
-----|----------------------------------------------------------------------
-----|----------------------------------------------------------------------


-----|---------------------------------------------------------------------|
-----|------------------------------------------------------------------14-|
16-14|13----14p13----------------------------------------------13-14-16----|
-----|---16-------16-14-13----13-14-13----13----------13-14-16-------------|
-----|---------------------16----------16----16-15-16----------------------|
-----|---------------------------------------------------------------------|


------17-16-14-16-14-------17s19bf~---|------------------------------------|
16-17----------------17-16------------|------------------------------------|
--------------------------------------|---------keys-----------------------|
--------------------------------------|------------------------------------|
--------------------------------------|------------------------------------|
--------------------------------------|------------------------------------|


---------16-12-16s21~--|16-------------16-19------------|------------------|
------14---------------|----19bf--19bf-------19bf-19p17-|-s16---------9h12-|
---13------------------|--------------------------------|-----18-16~-------|
14---------------------|--------------------------------|------------------|
-----------------------|--------------------------------|------------------|
-----------------------|--------------------------------|------------------|

                                         1/2     1/2      1/2
9-12p11p9-12-16-12-9----12------9------|-------------9---------------------|
---------------------12----12bf---12p9-|------9--------12------------------|
---------------------------------------|-11b-----11b------11b-rb-p9-11~-p9~|
---------------------------------------|-----------------------------------|
---------------------------------------|-----------------------------------|
---------------------------------------|-----------------------------------|


|-------9-------------------------------|----------------------------------|
|----------12p9------9------------------|----------------------------------|
|-11bf----------11bf---12p11p9----11p9--|----------------------------------|
|------------------------------11-------|-11-9-----------------------------|
|---------------------------------------|------11-10-9h10-11p10p9----------|
|---------------------------------------|-------------------------12~------|


|----------------------|-----14---12p11--------|---14bf------rb14p12-------|
|----------------------|---x-------------14~---|---------------------------|
|---------11-9~--------|-x---------------------|---------------------------|
|-------x--------------|-----------------------|---------------------------|
|--9s11----------------|-----------------------|---------------------------|
|----------------------|-----------------------|---------------------------|


|-s21-----21bf~----17-16-17-|-19-21-19-17-16-19-17-16----17-16-------16-----
|---------------------------|-------------------------19-------19-17----19--
|---------------------------|-----------------------------------------------
|---------------------------|-----------------------------------------------
|---------------------------|-----------------------------------------------
|---------------------------|-----------------------------------------------


-------|------------------------------------------------------------|-------
-17-16-|-19-17-16-14-17-16-14-12--16-14-12-10-14-12-10-9-12-10-9----|-9-----
-------|---------------------------------------------------------11-|---11bf
-------|------------------------------------------------------------|-------
-------|------------------------------------------------------------|-------
-------|------------------------------------------------------------|-------


-9---------------------9--|------------------------------------------------|
---x----------------------|------------------------------------------------|
-----11bf--rb11p9-11bf----|-11bf--rb11p9--11p9s8--9h11p9----8~-------------|
--------------------------|------------------------------11----------------|
--------------------------|------------------------------------------------|
--------------------------|------------------------------------------------|


|--11~--11~--11~--12--14--|-12h14--12h14p12p11-12~----|-14~--14~--14~--16-17|
|-------------------------|---------------------------|---------------------|
|-------------------------|---------------------------|---------------------|
|-------------------------|---------------------------|---------------------|
|-------------------------|---------------------------|---------------------|
|-------------------------|---------------------------|---------------------|


|-16--17bf-------|-rb17~---14~------|--16-17-16-s12~---|-11h12---11--------|
|----------------|------------------|------------------|--------------14---|
|----------------|------------------|------------------|-------------------|
|----------------|------------------|------------------|-------------------|
|----------------|------------------|------------------|-------------------|
|----------------|------------------|------------------|-------------------|


|----------14-17p14-------------17h20p17----21bf~--|-s21-21-21-21-21-21-21--
|-------16----------16-------19----------19--------|------------------------
|-14s17----------------17s20-----------------------|------------------------
|--------------------------------------------------|------------------------
|--------------------------------------------------|------------------------
|--------------------------------------------------|------------------------


-21--19h21p19p17-19p17-16-------------------|-------------------------------
--------------------------19h21p19p17-19p17-|-16-17-19p17p16----19-17-16s14-
--------------------------------------------|----------------18-------------
--------------------------------------------|-------------------------------
--------------------------------------------|-------------------------------
--------------------------------------------|-------------------------------


--------------------------|-----------------------------------------|-------
-17-16-14-12-16-14-12-10--|-14-12-10-9h10p9-------------------------|-------
--------------------------|------------------11bf--11bf--11bf-rb11p9|h11~p9-
--------------------------|-----------------------------------------|-------
--------------------------|-----------------------------------------|-------
--------------------------|-----------------------------------------|-------


--------------------|-----------------------------12-14s16s17s16p14p12-16p14
--------------------|--------------------13-14-16---------------------------
-h11p9s8h9~---------|--------------13-14------------------------------------
--------------------|-----13-14-16------------------------------------------
--------------------|-s16---------------------------------------------------
--------------------|-------------------------------------------------------


-p12-|----12-14p12-------12-----------------------------|-------------------
-----|-16----------16-14----16-14h16p14-13-14-13--------|----------------14-
-----|-------------------------------------------14p13~-|-------13-14-16----
-----|--------------------------------------------------|-14-16-------------
-----|--------------------------------------------------|-------------------
-----|--------------------------------------------------|-------------------


----12-16p12----17p14----17s20-|p17----------17-20p17----21bf~-------------|
-16----------14-------16-------|----19p16h19----------19-------------------|
-------------------------------|-------------------------------------------|
-------------------------------|-------------------------------------------|
-------------------------------|-------------------------------------------|
-------------------------------|-------------------------------------------|


|-21-18----21s18-15----18s15-12----15s12-9----12s9-------9-|-12p9-----------
|-------20----------17----------14---------11------11------|------11--------
|-----------------------------------------------------12---|---------12-9-12
|----------------------------------------------------------|----------------
|----------------------------------------------------------|----------------
|----------------------------------------------------------|----------------


------------------------|--------------------------------------------------|
------------------------|--------------------------------------------------|
----9-------------------|---11bf---rb11p9s8h11p9p8--9p8-------8------------|
-11---11-8-11----8------|-------------------------------11-10---11-10------|
--------------10---10~--|---------------------------------------------11~--|
------------------------|--------------------------------------------------|


|--------------------------------------------|------------------------------
|--------------------------------------------|-------------------------10-12
|--------------------------------------------|-----------------9-11-13------
|--------------10----------------------------|---------9-11-13--------------
|---------9-11----12-11-9---------------9-11-|-9-11-12----------------------
|-9-11-12-----------------12-11-9-11-12------|------------------------------


----11-12-------12-14-11-12-14-16-|-12-14-16-17-16-14-21-14-16-17-16-14-21--
-14-------14-11-------------------|-----------------------------------------
----------------------------------|-----------------------------------------
----------------------------------|-----------------------------------------
----------------------------------|-----------------------------------------
----------------------------------|-----------------------------------------


-14-16-17-|-16-14-21-14-16-17-16-14-17-s21-|--21bf-rb-bf-rb-bf---|--(21)---|
----------|--------------------------------|---------------------|---------|
----------|--------------------------------|---------------------|---------|
----------|--------------------------------|---------------------|---------|
----------|--------------------------------|---------------------|---------|
----------|--------------------------------|---------------------|---------|


|-----------------------------------------------|--------------------------|
|-----------------------------------------------|--------------------------|
|-11bf-rb11p9s8h11p9p8----9p8------8------------|--------------------------|
|----------------------11-----11-9----11p9p7----|-9-7s6---6----------------|
|--------------------------------------------11-|-------9---9s11~----------|
|-----------------------------------------------|--------------------------|


|--------9h12p9-------------12h15p12-------------15h18p15----|----------18h-
|-----11--------11-------14----------14-------17----------17-|-------20-----
|-s12--------------12s15----------------15s18----------------|-18s21--------
|------------------------------------------------------------|--------------
|------------------------------------------------------------|--------------
|------------------------------------------------------------|--------------


21~--------|--17p16p14--16p14----14-----------17p16p14---------------------|
-----------|------------------17----17-16-14s----------17p16p14------------|
-----------|----------------------------------------------------16p14s13---|
-----------|---------------------------------------------------------------|
-----------|---------------------------------------------------------------|
-----------|---------------------------------------------------------------|


|-----------------------------------|-21-18------s18p15--------------------|
|-17p16p14----14--------------------|-------20~---------17-----------------|
|----------16----16p14s13----13~----|----------------------18~-------------|
|-------------------------16--------|--------------------------------------|
|-----------------------------------|--------------------------------------|
|-----------------------------------|--------------------------------------|


|-15-12-----------12-9-----------|-s12-12-12-11h12p11p9-11h12p11p9--9-11-x--
|-------14-------------11--------|------------------------------------------
|----------15~------------12~----|------------------------------------------
|--------------------------------|------------------------------------------
|--------------------------------|------------------------------------------
|--------------------------------|------------------------------------------


-11-9--|-9h11h12p11p9-11p9s8------8------------------|----------------------
-------|---------------------10-9---10p9------9------|----------------------
-------|---------------------------------11-9---11p9s|8h9p8h9p8-------8-----
-------|---------------------------------------------|----------11-10---11--
-------|---------------------------------------------|----------------------
-------|---------------------------------------------|----------------------


------------------------|----------------------------|---------------------|
------------------------|----------------------------|---------------------|
------------------------|----------------------------|------------8-9~-----|
-10---------------------|----------------------------|-------6-11----------|
-----12-11-x-12-11-9----|-------9--------------------|---6-7---------------|
---------------------12-|-11-12---12-11--9s7h9~------|-9-------------------|


|------------------------|-------------------|-11p9p8----9p8------8---------
|------------------------|-------------------|--------10-----10p9---10p9----
|------------8-9dive-8---|------------8--9~--|------------------------------
|-------6-11-------------|-------6-11--------|------------------------------
|---6-7------------------|---6-7-------------|------------------------------
|-9----------------------|-9-----------------|------------------------------


------------|----------------------|---------------------|-----------------|
------------|----------------------|---------------------|-----------------|
-11p9s8~----|------------8-9dive---|------------8-9--8~--|---------8-9~----|
------------|-------6-11-----------|-------6-11----------|-------6---------|
------------|---6-7----------------|---6-7---------------|---6-7-----------|
------------|-9--------------------|-9-------------------|-9---------------|


|-s18p16p14------------------------------------|---------------------------|
|-----------17-16-14---------------------------|---------------------------|
|--------------------17-14-13------------------|------------8-9~-----------|
|-----------------------------16-14-13---------|-------6-11----------------|
|--------------------------------------16-15~--|---6-7---------------------|
|----------------------------------------------|-9-------------------------|


|---------------------------|-------------------|--14bf----rb1 1/2--14bf---|
|---------------------------|-------------------|--------------------------|
|------------8-9~--8tr9-8~--|------------8-9~---|--------------------------|
|-------6-11----------------|-------6-11--------|--------------------------|
|---6-7---------------------|---6-7-------------|--------------------------|
|-9-------------------------|-9-----------------|--------------------------|

* a.h.
|-----------------------|----------------------|---------------------------|
|-----------------------|----------------------|---------------------------|
|------------8--9*-9*---|------------8-9--8~---|------------8-9~-----------|
|-------6-11------------|-------6-11-----------|-------6-11----------------|
|---6-7-----------------|---6-7----------------|---6-7---------------------|
|-9---------------------|-9--------------------|-9-------------------------|


|-12-11-9-8-9-11-|-12-11h12p11-9-8-9-11-|-12-9-11-12-14-11-12-14-16-12-14-16
|----------------|----------------------|-----------------------------------
|----------------|----------------------|-----------------------------------
|----------------|----------------------|-----------------------------------
|----------------|----------------------|-----------------------------------
|----------------|----------------------|-----------------------------------


17-14-16-17|16-14-17-14-16-17-16-14-21-16----------16-20-17-|---------17-21-
-----------|------------------------------17----17----------|19----19-------
-----------|---------------------------------18-------------|---20----------
-----------|------------------------------------------------|---------------
-----------|------------------------------------------------|---------------
-----------|------------------------------------------------|---------------


-16----------16-20-17----------17-|-21-16-------------|----------------16---
----17----17----------19----19----|-------17----------|-------------17------
-------18----------------20-------|----------18-13----|-------13-18---------
----------------------------------|----------------14-|----14---------------
----------------------------------|-------------------|-16------------------
----------------------------------|-------------------|---------------------


-21-16-------------|-----------------|---------------||
-------17----------|-----------------|---------------||
----------18-13----|-----------------|---9-----------||
----------------14-|-----------------|---9-----------||
-------------------|-16~-------6-----|---7-----------||
-------------------|-----------7-----|---------------||
 


Musics

SEJARAH GITAR

Artikel ini akan bercerita tentang sejarah yang diketahui tentang instrumen gitar sebelum tahun 1650. Disebut yang diketahui karena banyak evolusi tentang instrumen ini tidak diketahui tetapi hanya diambil dari gambar-gambar, pahatan dan lain-lainnya.

Alat musik Lute dari Eropa akan menjadi awalnya. Alat musik ini dikembangkan dari alat musik Arab yang bernama Oud dan memiliki antara 12 sampai 24 senar dimana alat musik ini dimainkan dengan memetik sepasang senar untuk 1 nada (seperti Anda memainkan gitar 12-senar). Senarnya dibuat dari catgut (sheep intestine) dan fretnya dibuat dari catgut yang diikat di seputar fingerboard/neck dengan beberapa fret dari kayu atau gading yang dilekatkan pada ujung atas soundboardnya. Fret dan soundboard memiliki ketinggian yang sama, berbeda dengan fret gitar jaman modern yang pada umumya lebih tinggi dari soundboardnya dan banyak inlay nya yang merupakan ornamen-ornamen. Bentuk instrumen ini menyerupai buah pir dan dibulatkan belakangnya seperti setengah bentuk buah melon. Bridge nya tidak memiliki saddle dan tuning head nya mirip dengan biola.

Theorbo merupakan variasi dari lute dengan beberapa extra senar. Perbedaannya dengan lute adalah bahwa Theorbo memiliki senar extra seperti tersebut diatas dan tuning head yang sejajar dengan necknya, dimana tuning head untuk lute mirip dengan biola. Nada-nadanya mencakup nada bass-bariton.

Arch lute merupakan instrumen yang mirip dengan lute tetapi Arch lute lebih condong ke arah melodi daripada lute.

Lute biasa distem dengan nada-nada tinggi. Jika gitar jaman sekarang distem di E, lute distem di A yang merupakan dua setengah nada lebih tinggi daripada E.

Lute bisa distem dan dimainkan sama dengan gitar (finger picking atau pick). Ini dinamakan new tuning. Bisa juga pasangan senar yang ketiga dari lute distem turun setengah nada dari new tuning. Steman untuk lute juga tidak distandardisasi sebelum pertengahan tahun 1700an. Para pemain bisa menyetemnya sesuai dengan kemauan mereka. Jadi tidak harus distem di A.

Lute sendiri bukan merupakan nenek moyang langsung dari gitar, tetapi merupakan satu dari pendahulunya. Yang penting disini adalah bahwa lute memberikan kontribusi besar kepada perkembangan gitar sampai kepada bentuknya yang sekarang ini. Dan di Spanyol, dimana gitar benar-benar dikembangkan, lute sering disamakan dengan moor yang menyebabkan lute tidak begitu populer.

Instrumen lain yang tidak kalah kontribusinya dalam perkembangan gitar adalah instrumen Cittern. Instrumen ini juga berbentuk menyerupai buah pir dengan bagian belakang yang rata, dengan empat atau lima pasang senar dari kawat dan dengan fretting yang permanen apakah itu diatonik seperti Appalachian Dulcimer ataupun chromatic seperti gitar modern. Tuning head sudah dipasang mirip seperti pada gitar atau mandolin. Stemannya sama dengan mandolin (in fifths) dengan fingering dan chord yang sama dan dimainkan dengan plectrum atau pick.

Guitarra Moresca merupakan instrumen dengan 4 pasang senar dengan bentuk oval menyerupai telur dan fretboardnya dilapisi dengan kulit seperti pada banjo. Popularitas instrumen ini adalah pada abad ke-13.

Guitarra Latina juga merupakan instrumen dengan 3 atau 4 pasang senar dengan bentuk body yang kecil menyerupai ukulele bariton dan gitar parlor. Instrumen ini cukup populer di abad ke-13. Fretboard nya dibuat dari kayu tetapi sisanya menyerupai Guitarra Moresca.

Guittern merupakan instrumen dengan 5 pasang senar dan dimainkan dengan fingerpicking atau pick. Bentuknya bervariasi tetapi yang paling umum adalah seperti bentuk biola dan mempunyai bridge dan tailpiece yang bisa digerakkan untuk mengencangkan senar, walaupun kadangkala senar dikencangkan di bridge yang tanpa saddle. Setiap pasang senar distem menurut unison tapi kadang-kadang disetem secara oktaf.

Chittarra Battente adalah instrumen yang menggunakan senar kawat dan mempunyai soundboard yang sudutnya dibuat ke belakang body. Populer di tahun 1500an dan menggunakan fret permanen dari besi.

Bandora merupakan variasi dari cittern dengan bagian body belakang yang rata dan berbentuk mirip dengan A-Style mandolin.

Vihuela De Mano berasal dari Spanyol dan merupakan instrumen dengan enam pasang senar. Bodynya cukup besar seperti gitar klasik jaman sekarang dan mempunyai beberapa lubang suara di atasnya. Instrumen ini menggunakan fixed bridge dan kemungkinan merupakan nenek moyang langsung dari gitar 12 senar USA yang masuk ke Amerika Utara melalui Mexico, Texas dan Louisiana.

Four Course Guitar memiliki 4 pasang senar, body berbentuk gitar dan soundboard yang rata, bridge dari lute dan bagian belakang dibuat setengah melengkung tetapi tidak terlalu membentuk bulatan. Instrumen ini berukuran seperti gitar anak-anak.

Five Course Guitar muncul sekitar tahun 1490 dan mirip dengan four course guitar dengan tambahan satu pasang senar bass. Instrumen ini dinamakan juga English Guitar.

Baroque Guitar muncul pada awal abad ke-17. Gitar ini menggunakan senar nilon, mempunyai body yang panjang dan slim dengan bagian atas dan bawah yang sama besarnya. Tuning headnya dibuat dari kayu dan dipasang seperti pada gitar klasik. Fretnya apakah terbuat dari kayu, metal ataupun gading adalah permanen.

Semua instrumen yang tersebut diatas kebanyakan mempunyai fingerboard yang sama tingginya dengan soundboardnya. Fingerboard yang dinaikkan seperti sekarang ini belum ada sampai dengan adanya Parlor Guitars.

Six String Guitar gitar yang sebenarnya, belum berkembang sampai dengan tahun 1750.

Parlor Guitars sangat mirip dengan Baroque Guitar dengan perkecualian bahwa tuning untuk Parlor Guitars biasanta lebih mekanikal. Kira-kira setelah 1820, bagian bawah body dibuat lebih besar dari bagian atasnya. Gitar ini mirip dengan Washburn tahun 1887.

Gitar klasik modern yang kita lihat sekarang ini belum berkembang sampai tahun 1840 di Spanyol.

Leo Fender meninggal di suatu hari berhujan di bulan Maret 1991, sebuah peristiwa yang mengagetkan dunia musik: salah seorang Bapak/Inventor di musik modern telah pergi selamanya. Di hari yang sama, Leo telah menyelesaikan prototype terakhir dari instrument yang telah didesain sekian lama (prototype ini, beberapa tahun terakhir, telah dibuat oleh G&L sebagai Comanche dengan Z pickup yang unik), setelah sebelumnya Dia sempat menyatakan kepada istrinya: Phyllis bahwa dia sudah berbuat semampunya untuk musisi2 di dunia.

Sebelum “kepergiannya”, dia ingin memastikan bahwa reputasi dan legenda G&L akan terus bersinar lebih terang di masa depan. Dia tahu bahwa dia harus menjaga orang-orang G&L, keluarganya, sehingga mereka akan terus merasa aman dan bebas untuk membuat gitar-gitar dan bass-bass terbaik di d
unia
.

Istrinya, Phyllis, mempunyai mimpi yang sama, dan dia memilih BBE Sound, di bawah pimpinan Chairman BBE: John C. McLaren untuk mengambil alih manajemen dari G&L dan terus mengembangkan G&L sesuai dengan keinginan dan cita-cita Leo Fender. Sebelumnya, Leo sudah mulai diskusi panjang selama beberapa tahun dengan John, orang bisnis yang sangat dia hormati. Leo sangat yakin bahwa John dapat mewujudkan impian Leo untuk masa depan G&L. Leo juga merasa bahwa John akan melanjutkan pekerjaan-pekerjaan nya, dimana Leo sangat bangga atas pekerjaan ini (pabrik G&L). John berbagi visi yang sama dengan Leo tentang G&L sebagai pabrik gitar buatan tangan yang super.

Kemudian diatur bahwa pemilikan G&L dipindah ke perusahaan John, BBE Sound. George Fullerton (teman baik Leo yang sudah terlibat dengan pembuatan gitar mulai tahun 1960-an) tetap sebagai konsultan permanent, dan istri Leo: Phyllis menjadi Honorary Chairman di G&L: bukti2 ke dunia bahwa semangat dan integritas Leo Fender akan diteruskan di setiap instrument yang dibuat oleh G&L.

Saat ini, John C. McLaren, Chairman dari BBE Sound, terus me-manage G&L, sementara putranya John Junior adalah manajer pabrik G&L, John Junior mempunyai rasa hormat yang dalam terhadap Leo dan selalu mengunjuni dia secara rutin di pabrik G&L sekitar tahun 1980-an ketika John Jr. masih bekerja di pabrik Fender Musical Instrument. Putra John yang lain, David, bertangggung jawab untuk International Sales & Marketing untuk G&L dan dia juga sangat berdedikasi untuk mempertahankan tradisi dan sejarah yang kaya dari Leo Fender.

 

 

Hari ini, pabrik G&L meneruskan produksi dengan cara2 yang diinginkan Leo Fender. Ruang kerja pribadinya, pusat dari segala kreativitas Leo, dipertahankan seutuhnya seperti hari terakhir Leo bekerja di sana dan sudah dikunjungi banyak orang dari seluruh penjuru dunia. Kacamata antik khas Leo, gambar-gambar desain, prototype-prototype neck dan body guitar, dan banyak barang khas Leo masih ada di tempat aslinya. Sampai hari ini, tidak ada komputer atau robot yang membuat gitar dengan keseragaman tetapi tanpa jiwa. Orang-orang G&L, orang-orang Leo, masih membuat instrumen dengan tangan dan dengan kesenangan, dedikasi dan keahlian yang tinggi.

Dalam meneruskan keunikan G&L dan menghormati visi dari penemunya, John C. McLaren mengatakan ,” G&L tentu saja selalu siap untuk membuat perubahan. Leo Fender sendiri adalah simbol dari perubahan dan evolusi untuk perbaikan para musisi. Tetapi untuk membuat suatu perubahan, kami selalu harus bertanya kepada diri kami sendiri ,” Apakah Leo akan menghendaki perubahan seperti ini ?”. Kalau ya, maka akan kami lakukan. Bila tidak, kami juga tidak. Kami selalu ingin untuk merasa bahwa Leo Fender bangga dengan G&L hari ini.

 

 


Catatan dari Melodia:
Kalau anda berkesempatan ke Fullerton, California, mungkin anda jauh-jauh hari sebelumnya dapat menelpon kami dan kami dapat mengatur waktu untuk Factory Visit ke pabrik gitar handmade ini. Fullerton kota yang enak untuk dikunjungi dan anda dapat melihat sendiri pembuatan gitar secara tradisional, melihat meja kerja Leo Fender dan mungkin juga sempat bertemu dengan David Mc Laren. David seorang yang sangat friendly dan dia bukan tipe businessman yang selalu bilang seperti ,”okay, kami sudah berhasil membuat puluhan gitar tiap minggu, bagaimana kami dapat membuat ratusan atau ribuan gitar lagi dengan lebih cepat?” Omongan2 seperti ini khas pabrik besar Amerika tetapi David lebih senang bicara tentang Life dan juga tentu saja pasti “how do we make these cool guitars better?… in the tradition of Leo of course”
Dave, if you are reading … buy us nice lunch for this !! ;)
 

 


[David McLaren, Phyllis Fender, with John

 

EFEK PEDAL

Newsmusik Edisi 09 / 2000Andree Soeprodjo

Bentuknya sederhana, berukuran kira-kira 20 X 10 cm. Namun asesoris ini mampu memberikan corak warna sound yang beraneka ragam, sesuai keinginan si pemakai.

Effect gitar ini sebetulnya sudah jadi sejarah. Penggunaannya sendiri dipakai sejak era 50-an. Orang banyak menyebut alat ini sebagai teknologi pintar yang mampu memberi karakter suara lain pada gitar, kibor, vokal serta sejumlah instrumen lain. Namun siapa yang menyangka, kalau alat ini pada awalnya ternyata hanya dipergunakan untuk gitar saja? Baru sekitar dekade 60-an, tercipta asesoris sejenis untuk instrumen lainnya.

Effect mobil-mobilan. Yah, inilah ucapan yang sering kita dengar sebagai panggilan untuk alat mungil tersebut. Namun sebenarnya, alat yang memiliki banyak partikel elektronik ini memiliki nama asli sound effect pedal's. Sejak pertama diciptakan, alat ini langsung merengkuh hati para pemain gitar (khususnya). Dan mereka ingin segera memilikinya. Hasil bunyi yang ditimbulkannya jelas berbeda, dibanding jika kita bermain clean tanpa asesoris sound semacam ini.

Distorsion merupakan jenis effect pertama yang populer sejak era 1970-an. Untuk mengoperasikan teknologi ini tergolong ringan. Pasang tenaga berkekuatan AC/DC 9 volt, kemudian tekan switch dengan menggunakan tungkai kaki kita, lantas beraksilah.

Seiring dengan perkembangan waktu, mulailah bermunculan jenis asesoris lainnya yang memiliki karakter bunyi berbeda dengan jenis Distorsion. Berbagai macam namanya, mulai dari Delay, Flanger, Phaser, Chorus dan lain sebagainya.

Perkembangan alat pintar ini terkadang mampu juga mengelabui telinga pendengar. Karena dari sini tercipta sound yang berbeda. Alat ini identik dengan nama Roland. Yah, lantaran memang perusahaan inilah yang pertama kali memproduksi jenis effect mungil tersebut.

Sebelumnya, memang ada yang membuat piranti effect sejenis, namun umumnya sudah menjadi satu bagian dari sound ampli, alias sudah built-in. Sebut saja Marshal, sebagai 'bapak' sound amplification untuk instrumen musik. Produk macam ini banyak dipakai para musisi era 50-an, seperti The Beatles, Deep Purple, Jimi Hendrix dan banyak lainnya. Marshal 'bolehlah' disebut sebagai pendahulu yang mempopulerkan asesoris elektronik untuk peralatan musik.

Di jaman kini, pada para musisi didapat kesan 'malas' untuk menggunakan jenis effect mobil-mobilan tersebut. Mungkin, karena sudah ada alat lain yang lebih canggih semacam module effect, yang menggabungkan banyak random function dalam satu alat. Namun jangan dikira effect pedals benar-benar 'emoh' dipakai lagi. Justru di era milenium ini, Marshal malah mengeluarkan produk baru untuk jenis effect pedals.

Pertimbangannya tak lain karena bunyi yang dihasilkan memang lebih terasa dan lebih tajam, ketimbang menggunakan module effect yang berisi macam-macam jenis sound. Apalagi tampilannya 'milenium banget', full perak warnanya.

“Rugi sebenarnya kalau kita menggunakan module effect, karena tidak semua sound terpakai. Kecuali kita bisa bereksperimen gila dengan alat itu. Yah, contohnya seperti UZEB yang bisa membuat sound baru,” ujar Rio --- kibordis Los Morenos ---, saat bercakap-cakap di markas NewsMusik. 

Permainan Solo Gitaris Terbaik

Belum lama ini diturunkan secara terpisah dua artikel mengenai gitaris terbaik sepanjang masa berdasarkan survei yang dilakukan majalah Rolling Stone terbitan Amerika Serikat dan Mojo terbitan Inggris. Memang menjadi suatu perdebatan panjang jika membahas siapa layak menjadi nomor satu, dua, tiga, dan seterusnya.

Terlihat perbedaan mencolok antara para pengamat yang berkiblat pada AS dan Inggris. Banyak faktor yang memengaruhi peringkat tersebut: gaya, teknik bermain, jenis musik yang dimainkan, serta peran gitaris itu di dalam band.

Lebih penting lagi adalah aliran favorit dari sang penilai itu tersendiri. Seorang musisi jazz tentunya akan merasa lebih dekat dan memberikan penilaian lebih besar kepada Django Reinhardt daripada kepada gitaris Metallica, Kirk Hammett.

Terlepas dari berbagai perdebatan dan aliran, dan kalau diperhatikan siapa pun yang akan membuat daftar gitaris terbaik sepanjang masa, tetap ada suatu kelompok elite yang sudah begitu melegenda sehingga mereka tidak mungkin terlewatkan. Gitaris, musisi, atau pencinta musik mana pun yang ditanyai pasti tidak mungkin menyebut nama-nama seperti Jimmy Page, Eric Clapton, Jimi Hendrix, Eddie Van Halen, dan lain-lain.

Soal siapa yang berada di urutan teratas, seperti kata iklan, "itu terserah Anda". Tujuan dari pembuatan peringkat tersebut sebenarnya juga bukan dimaksudkan untuk menyatakan si A lebih hebat daripada si B, karena ilmu gitar bukanlah seperti ilmu silat dalam cerita-cerita Kho Ping Ho alias bukan untuk dipamerkan dan diadu.

Memang para piawai gitar mengakui bahwa salah satu faktor utama yang menyebabkan mereka mulai dan terus giat berlatih adalah masalah cewek. Tidak dapat dimungkiri bahwa gitar merupakan aphrodisiac untuk menggaet cewek.

Mungkin karena bentuk gitar yang mirip dengan lambang kejantanan atau sebab-sebab lainnya, yang jelas, walaupun Anda lelaki sejelek apa pun jika mampu bermain gitar dengan andal dijamin akan lebih laku dari seorang bintang sinetron Indonesia. Ini bukan bualan, tetapi sudah menjadi hukum alam!

Kita bisa ingat Van Halen yang pada awal remajanya agak kuper karena nongkrong di rumah latihan gitar berjam-jam setiap malam, sedangkan kakaknya, Alex (pemain drum Van Halen), keluyuran dengan teman-temannya. "Saya hanya duduk di ujung tempat tidur dan tak hentinya berlatih. Sejak kakak saya keluar keluyuran sampai dia pulang pagi-pagi buta, saya biasanya belum beranjak dari tempat itu," kata Eddie.

Tetapi, selang beberapa waktu, Eddie menjadi gitaris andal dan tidak pernah kesulitan lagi gonta-ganti pacar sampai kakaknya pun menjadi iri. Kisah yang mirip juga dituturkan oleh Richie Sambora, sang gitaris Bon Jovi.

Dia mengatakan bahwa dari awal dia tidak pernah kesulitan menggaet cewek. Namun, setelah mulai jago memainkan dawai gitar, dia malah jadi kewalahan meladeni rayuan para kaum hawa itu.

Seperti dikatakan, bagi para pemain sejati, suatu permainan solo bukanlah untuk pamer atau ajang adu hebat. Dalam berbagai wawancara, para "dewa gitar" itu justru saling memuji dan mengagumi.

Seorang gitaris tulen biasanya adalah penggemar utama komposisi gitar solo yang lainnya. Kita ingat komentar pertama saat almarhum Hendrix diberitahukan bahwa dia akan konser di Inggris. Ia mengatakan, "Wah, apakah saya akan bertemu dengan Eric Clapton?"

Agar tidak terlalu terpaku pada individu sang pemain gitar, mungkin ada baiknya dicermati hasil karya yang banyak diakui sebagai permainan solo terbaik sepanjang masa. Dengan mengambil patokan pada beberapa terbitan, seperti majalah Guitar Player yang telah menjadi sebuah "kitab" bagi para gitaris, dirincilah sepuluh permainan solo yang dianggap terbaik.

Pemilihan dan peringkat seperti ini pasti akan menimbulkan perdebatan di antara para pencinta musik. Namun, tak dapat dimungkiri bahwa sebagian besar merupakan pilihan baku yang menjadi repertoire dasar bagi siapa pun yang belajar bermain gitar. Artinya, sungguh tak mungkin seorang gitaris tidak pernah belajar, meniru, ataupun dipengaruhi sebagian dari komposisi solo ini.

Bagi pemain gitar, sebuah solo adalah puncak dari foreplay dalam sebuah lagu. Sebuah solo yang sempurna merupakan paduan rasa, nada, dan teknik yang tiada tara hingga menghasilkan sebuah "orgasme elektrik" yang memuaskan. Tak heran jika para gitaris perlu merokok setelah merampungkan solonya yang mencengangkan itu.

Banyak gitaris masa kini yang begitu berpatokan pada speed and technique. Tetapi, jika diperhatikan, sebagian besar solo yang dikenal paling hebat lebih berpatokan pada nada dan ungkapan rasa. Satu hal yang menarik adalah sebagian besar dari para legenda gitar ini mempunyai latar belakang dan dasar sebagai gitaris aliran musik blues.

Ini kembali menunjukkan bahwa adalah "rasa dan nada" dan bukan kecepatan jari yang akan menghasilkan karya-karya abadi. Marilah kita simak sepuluh permainan terbesar sepanjang sejarah itu.

Stairway To Heaven karya Jimmy Page. Dari New York sampai London, Baghdad sampai Jakarta, adakah orang yang tidak mengenal lagu ini? Setiap pemain gitar wajib bisa memainkan petikan awal nomor ini. Begitu populernya lantunan awal lagu ini, ia menjadi sebuah lelucon di toko-toko gitar yang memasang tulisan No Stairway To Heaven bagi mereka yang ingin mencoba-coba gitar yang dijual.

Yang mengagumkan tentang kisah solo gitar lagu ini adalah bahwa Page mengarangnya langsung di tempat. "Saya telah mempersiapkan urutan accor gitar untuk bagian solo, tetapi not musiknya belum," kata Page seperti dikutip Guitar Player. "Saya pemanasan sedikit dan langsung main. Ada tiga versi, masing-masing berbeda. Yang terbaiklah yang kami ambil," ujar gitaris Led Zeppelin itu.

Eruption karya Eddie Van Halen. Ini komposisi sederhana yang menjadi tonggak sejarah bagi permainan gitar. Pengaruh Eruption bisa disejajarkan dengan penerbangan pertama oleh Wright Bersaudara dalam dunia penerbangan. Van Halen memopulerkan teknik tapping yang kini telah menjadi jurus wajib bagi semua gitaris. Begitu kagumnya orang-orang kepada dia, raja pop Michael Jackson pun meminta Van Halen mengisi solo gitar untuk lagu Beat It.

Sejarah lahirnya Eruption sangatlah tidak sengaja. Menurut Eddie, suatu ketika di tahun 1978 dia berada di studio sendirian dan iseng-iseng latihan sambil menunggu rekan-rekannya datang. Kebetulan sang produser album Van Halen, Ted Templeman, masuk ke ruang kontrol studio dan terkagum-kagum dengan apa yang ia dengar. "Kami merekamnya dua kali. Semua tidak direncanakan," kata Eddie mengenang sesi rekaman dadakan itu. "Sampai sekarang saya masih agak kesal karena di bagian awal sebenarnya ada kesalahan sedikit. Seharusnya saya bermain lebih baik!" lanjut Eddie.

Freebird karya Allen Collins dan Gary Rossington. Sebuah tour de force solo gitar dari album perdana Lynyrd Skynyrd. Bagian lead guitar yang panjang ini awalnya dibuat supaya pada saat konser, sang vokalis, Ronnie van Zant, mendapat waktu istirahat yang agak lama. Akhirnya duet solo Collins dan Rossington ini menjadi salah satu ciri Lynyrd Skynyrd. Menurut catatan, pada saat akhirnya merekam lagu ini di studio, Collins-lah yang memainkan sebagian besar solo dengan menggunakan Gibson Explorer. Rossington lebih banyak mengisi rhythm guitar dengan Gibson Les Paul dan kemudian overdub slide dengan Gibson SG.

Comfortably Numb karya David Gilmour. Mungkin ini adalah permainan paling sempurna dalam karier Gilmour, sang gitaris Pink Floyd. Sebagai orang yang sangat teliti, Gilmour awalnya memainkan lima atau enam macam solo. Setelah itu dia mendengar ulang semua dan mencatat bagian-bagian terpenting untuk kemudian digabungkan melalui mixer.

All Along The Watchtower karya Jimi Hendrix. Sebuah karangan Bob Dylan yang kemudian menjadi salah satu lagu paling terkenal Hendrix. Terdiri dari empat solo yang masing-masing sangat unik dan berbeda satu dengan yang lainnya. Menurut teknisi rekaman Eddie Kramer, Hendrix menggunakan sebuah pemantik api untuk memainkan slide di salah satu solo.

November Rain karya Slash. Lagu ini pertama kali ditulis pada pertengahan 1980-an dan satu angkatan dengan lagu-lagu terkenal Guns N’ Roses seperti Welcome To The Jungle dan Paradise City. Namun, karena satu dan lain sebab, November Rain tidak masuk dalam album perdana Appetite For Destruction (1987). Baru lima tahun kemudian saat double album Use Your Illusion, lagu ini diperkenalkan ke dunia. Menurut Slash, solo yang ia mainkan tidak pernah berubah sejak pertama kali ia mainkan sampai masuk ke studio rekaman tahun 1990. "Saya langsung memakai Les Paul dengan amplifier Marshall Jubilee dan semuanya begitu sederhana dan pas," kata Slash.

One karya Kirk Hammett. Saat keluar sebagai sebuah single, One begitu mengguncang dunia pop karena mampu mencapai ke puncak tangga lagu Billboard. Terdapat tiga bagian solo dalam lagu tersebut, dan menurut Hammett sebagian besar kerangka accor gitar telah dipersiapkan beberapa bulan sebelumnya. "Solo yang pertama dan terakhir sudah dirancang lebih dulu sehingga pada saat rekaman menjadi mudah. Tetapi, untuk solo yang kedua, saya tak berhasil mendapatkan sesuatu yang memuaskan," kata Hammett. Begitu tidak puasnya dia dengan solo tersebut, selang beberapa minggu Hammett memutuskan merekam ulang di sela-sela jeda saat Metallica mengadakan tur bersama Van Halen dan Scorpions.

Hotel California karya Don Felder dan Joe Walsh. Konsep awal lagu terkenal ini muncul ketika Felder sedang santai di rumahnya saat hanya mengenakan pakaian renang. Ide awal tersebut kemudian dikembangkan bersama vokalis dan penggebuk drum Don Henley beberapa hari kemudian. Saat masuk studio, Hotel California direkam dengan menggunakan nada dasar E minor. Tetapi, entah kenapa Henley merasa tidak puas dan minta direkam ulang dengan nada dasar berbeda, B minor. Namun, menurut Felder, suara solo gitarnya menjadi tidak kuat. Akhirnya dengan menggunakan capo, Felder dengan bantuan Joe Walsh meramu harmoni solo yang baru.

Crazy Train karya Randy Rhoads. Teknisi Max Norman mengatakan pada saat merekam album Blizzard Of Ozz bahwa sang gitaris biasanya berada di ruang bawah tanah Ridge Farm Studio, Inggris. Dan di situlah dia selama berjam-jam mengarang solo sambil mendengarkan lagu melalui monitor yang dihubungkan ke studio utama di atas. Randy Rhoads mempunyai kebiasaan membuat trek ganda untuk setiap solonya, di mana trek kedua di-mix beberapa desibel lebih rendah sehingga tidak akan kentara ada trek ganda.

Crossroads karya Eric Clapton. Direkam saat konser di San Francisco, AS, lagu karangan pemain blues legendaris Robert Johnson ini kemudian menjadi bagian dari jati diri permainan Clapton. Ia sendiri sering bertutur bahwa solonya tersebut sebenarnya hasil permainan yang kacau. "Seharusnya saya bermain pada hitungan kedua dan keempat, tetapi secara tidak sengaja saya salah hitung dan masuk di hitungan pertama dan ketiga," kata Clapton.

 




Wawancara dengan Randall Smith, Presiden dari Mesa Boogie (2002)

Oleh Trent Salter, Musician’s Hotline
Diterjemahkan secara bebas oleh Melodia Crew dengan ijin dari Mesa Boogie

MH: Musician’s Hotline RS: Randall Smith * Melodia Crew


MH: Randall, tolong ceritakan tentang awal-awal pengaruh musik anda

RS: Beberapa memory paling awal yang masih saya ingat adalah berhubungan dengan musik. Saya masih dapat mengingat tidur di gendongan bayi dan mendengarkan ayah saya memainkan tenor saxophone. Dia punya dance band untuk show di hotel2 dan sebuah radio show untuk beberapa tahun setelah perang dunia ke 2 (*World War II). Dia juga pemain clarinet utama untuk Oakland Symphony, jadi banyak musik di rumah : musik live! Kakak perempuan saya yang 5 tahun lebih tua dari saya adalah juga murid piano yang tekun dan saya masih ingat mendengarkan dia berlatih Piano Sonata dari Beethoven, Mozart dan Chopin. Melodi dan harmoni dari musik2 ini sangat bagus. Saya ingat mood saya banyak dipengaruhi lagu2 ini: sebagian lagu2nya menghanyutkan dan sebagian yang lain riang dan bersemangat. Saya kira otak saya sudah mem-proses musik jauh sebelum saya mengerti kata2. Saya juga masih ingat bau aneh dari hardcase saxophone ayah saya dan sesuatu yang ajaib sepertinya terjadi ketika dia memainkan sax-nya. Ibu saya bilang ,” ayahmu membuatku jatuh hati dengan tone sax-nya” mengingatkan saya tentang pertemuan mereka dulu.

Ketika ayah mengajarkan saya bermain clarinet (dia bersikeras clarinet harus dipelajari dulu sebelum saxophone), dia memaksa saya bermain 1 nada selama 2 minggu terus menerus sampai saya menguasainya sebelum dia menunjukkan nada berikutnya. Apa yang dia ajarkan ke saya sebenarnya adalah bagaimana membuat tone dan bagaimana mendengarkan – dan sungguh mendengarkan semua elemen dari satu suara atau tone. Tentu saja, ini semua sekarang penting sekali buat saya ketika saya membuat suara untuk sebuah amplifier.

MH: Apa yang membuatmu terjun ke modifikasi dan pembuatan amplifier?

RS: Satu orang yang bekerja ke ayah saya dulu adalah salah satu pionir dari hi-fi audio. Ini waktu jaman dulu ketika hi-fi audio adalah sesuatu yang harus kamu buat sendiri, jauh sebelum ada stereo. Yang ada dijual ketia itu cuma radio2 kecil dan furnitur2 besar dengan built-in record player. Orang ini punya sebuah studio turntable asyik dengan tampilan hi-tech, tone arm yang futuristic yang semuanya dipasang ke sebuah papan kayu yang dipasang di atas 4 kaleng bir. Merknya Hamm’s, seingat saya :)
Pokoknya, barang ini menghasilkan suara bagus dengan ampli tabung yang dibuatnya sendiri dan menurut saya, sesuatu yang cool untuk dikerjakan.
Saya mengambil beberapa sampah2 buangan dia tetapi tetap tidak mengerti secara keseluruhan sampai saya berumur 11 atau 12.

Setelah itu, saya bertemu dengan satu orang lagi yang bisnisnya adalah membuat sistim control untuk industri di garasi-nya. Anaknya, sedikit lebih tua dari saya, mempunyai hobi membuat hi-fi audio dan peralatan radio. Saya sebenarnya menemui ayahnya sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan badge/ lencana untuk Boy Scout (*Pramuka kalau di Indonesia) yang saya pikir waktu itu akan sangat mudah. Man, apa saya pernah lebih keliru dari waktu itu!

Persyaratan untuk mendapatkan lencana kelihatan gampang: pahat 3 benda. Itu saja!
Well, ketika saya membawa hasil pahatan saya, saya mulai kuatir saat orang itu membuka pintu. Orang ini adalah bekas marinir, modelnya persis seperti Clint Eastwood di hari yang jelek *(ingat Dirty Harry?) dan dia kelihatan kaku seperti paku.
Saya menyerahkan pahatan saya ke dia dan dia memberikan ekspresi seperti ini (*Dirty Harry got really pissed off!) dan bilang ,”ikuti saya.” Dan kami berjalan ke ujung gudang kerja dia. Dia menunjukkan saya “ ini sebuah gergaji otomatis”. Dia menyalakan , menumpuk 3 pahatan saya jadi satu dan melewatkan ke mesin gergaji itu satu kali dan kemudian sekali lagi. Dia melihat ke saya sambil membuat pecahan2 pahatan saya ke tempat sampah. “Itu yang saya pikir tentang proyek kamu dan itu yang saya pikir tentang KAMU.”

Anda tahu, dia mempunyai teori bahwa bila seseorang membuat sesuatu, dia meninggalkan sebuah peninggalan dari nilai2/ bagian2 dari dirinya saat itu pada barang yang dibuat itu.
Dia tahu kalau saya tidak begitu serius dalam membuat pahatan2 itu dan dia tidak mau memberikan pujian2 palsu untuk “membangun harga diri saya” seperti yang banyak diajarkan sekarang ini. No, kerjaan saya tidak bagus dan saya ketahuan.
Saya sangat malu dan merasa sangat rendah, tetapi saya bertahan di sana.
Seingat saya, saya kerja di gudang orang itu selama 3 minggu. Saya memahat banyak sekali barang, belajar bagaimana menggunakan dan menajamkan alat2nya dan juga secara umum bagaimana caranya kerja di sebuah workshop dengan seorang tukang sejati.

Pada saat itu, dia sedang membangun sebuah modul control untuk Nautilus, sebuah kapal selam nuklir pertama, persis di dalam gudang workshop-nya. Ini menunjukkan kelas berat orang ini. Hal2 yang dibuatnya benar2 membuat saya takjub, alat2 nya sangat cool! Alat2 ini juga berseni, melebihi fungsi 2 utama alat2 ini.
Anak orang ini dan saya menjadi teman baik dan menghabiskan semua waktu kami di work shop orang tua itu, membuat: ampli2, transmiter dan modulator. Tabung hampa (Vacuum Tube) setelah jaman transitor masih belum banyak digunakan dan teknologi tabung merupakan salah satu seni teknologi tertinggi saat itu. Tetapi, khusus untuk audio saja.

MH: Bagaimana pengalaman2 awal itu bersambung ke pembuatan ampli gitar?

RS: Tahun2 sesudah itu, saya bermain drum di sebuah band Rock-and-Roll sewaktu saya kuliah di universitas di Berkeley, California. Waktu itu ampli keyboard dari keyboard player saya, sebuah Sunn 200, terbakar waktu sedang main. Keesokan harinya, saya menawarkan diri untuk mereparasi amplinya karena kita berdua sama2 tidak punya uang. Dia kelihatan sangat kuatir tetapi akhirnya setuju setelah saya meyakinkan dia bahwa saya “tidak akan menimbulkan kerusakan apapun”.
Perbaikannya cukup gampang, dan besoknya dia menyarankan saya untuk join membuka sebuah toko musik.
“Apa yang kita ketahui untuk menjalankan sebuah toko musik?”, saya bertanya. Dia jawab bahwa dia menjalankan bagian depan: berjualan, dan saya dapat mengerjakan perbaikan2 di belakang toko (yang waktu itu ternyata tempat penyimpanan daging dari sebuah toko sayuran Chinese) . Teman saya ini benar tentang permintaan untuk toko musik: semua orang bermain band di daerah pantai San Fransisco (tahun 1967 dan setelahnya). Saya merasakan sebuah kewajiban besar untuk mengerjakan segala sesuatu secara benar karena dalam waktu singkat sekali, kustomer2 yang berdatangan termasuk kelas2 berat di San Fransisco waktu itu: Big Brother, The Gratefull Dead, Jefferson Airplane, Quicksilver, Santana dan Steve Miller.

MH: Jadi, kapan bisnis reparasi berubah ke modifikasi?

RS: Tahun 1969 atau 70, kami ingin mengesankan Barry Melton, gitaris dari band Country Joe dan the Fish. Jadi saya membawa ampli Fender Princeton dia yang kecil, yang mempunyai output 12 watt dan sebuah 10 inci speaker dan saya membangun ulang secara total ampli ini. Saya potong chasis-nya supaya saya dapat memuatkan transformer2 yang besar dan saya juga menggunakan sirkuit 4-sepuluh dari Bassman yang terkenal waktu itu. Saya juga memasang sebuah 12 inci JBL D-120 yang waktu itu adalah speaker yang lagi trend.


Setelah saya selesai, saya bawa ampli ini keluar toko untuk tes demo dan siapa yang anda pikir kebetulan lagi di luar toko? Carlos Santana! Dia langsung mainin amplinya sampai orang2 menutupi jalanan di depan toko. Ketika dia berhenti, dia langsung berkata ,” Shit man. Barang kecil ini benar2 boogies! (*ekspresi yang sama seperti rocking !)
Ampli2 Princeton yang sudah dimodifikasi ini menjadi hit waktu itu dengan banyak pemain2 terkenal yang memesan. Saya mengusahakan supaya ampli2 ini tetap dengan tampilan aslinya sampai saya mendengar beberapa anak muda berkata bahwa mereka tidak mengerti bagaimana Santana bisa memainkan lagu Winterland dengan hanya ampli “Princeton” nya sementara ampli2 Fender Princeton mereka tetap saja berbunyi seperti….. sebuah ampli kecil untuk latihan! Dari kejadian itu, saya mencetak beberapa plat nama BOOGIE dan mulai memasang nama2 ini di ampli2 Princeton yang dimodifikasi, untuk mulai menyebarkan nama baru ini.

MH: Kapan sebenarnya kamu mulai membuat Boogie dari nol?

RS: Beberapa tahun setelahnya, meskipun yang pertama saya buat adalah sebuah ampli bass MESA.

MH: Apa yang dimaksud dengan MESA?

RS: Saya perlu meningkatkan penghasilkan toko musik yang kecil dengan beberapa pekerjaan lain. Salah satunya dengan membetulkan beberapa rumah2 country tua: menggali salah satu kaki dan mengisi dengan beton konkrit dibawahnya, dimulai dengan rumah saya sendiri. Rumah saya waktu itu hampir ambruk dimana satu sisi lebih rendah 18 inci dari sisi yang lain. Mengerjakan beberapa proyek seperti ini dan membuat teman2 saya yang membantu kerjaan ini melihat bahwa hal ini tidak terlalu sulit dikerjakan membuat saya memperoleh julukan,” The Mole!
Julukan yang cool karena saya selalu ingin nama depan saya mulai dengan “The”.
Tentu saja waktu itu kami semua merokok dan minum2 bir dibawah rumah2 tua ini, tapi tentu saja kami tidak pernah membuat ambruk rumah2 ini. Hampir saja pernah! Sekali.

Pekerjaan sambilan saya yang lain adalah membangun ulang mesin2 Mercedes Benz tua; tidak ada yang lain yang dikerjakan, hanya mengerjakan mesin2 mobil ini.
Saya dibesarkan dengan sedikit semangat Austin-Healy Sprite (*sebuah tema lomba balap mobil dan sebuah merk mobil balap yang terkenal waktu itu) yang sangat “membangun karakter” dimana untuk pulang ke rumah saja (*maksudnya sampai ke finish line), memerlukan/ mengharuskan ingenuity (*kecerdasan/keorisinilan ide)
Diperlukan sebuah reparasi total mesin setiap setahun atau 2 tahun, jadi ketika saya mendapat sebuah Mercedes tua dengan engine yang terbakar, saya tidak takut untuk mencoba membetulkannya.
Hal yang mengejutkan adalah mesin2 Benz ini sangat fantastik, mereka tidak sulit dibetulkan dan saya tahu bahwa sebagian dari yang saya betulkan masih berjalan mulus setelah 100,000 mil. Cara mesin2 ini di-desain adalah sebuah inspirasi, dan perbedaan antara mereka (mesin2 Benz ini) dengan mesin2 mobil Inggris waktu itu sangat mengagetkan. Satu lagi pelajaran bagi saya untuk mengerjakan sesuatu secara benar! Waktu itu, saya membutuhkan nama yang berbunyi professional untuk membeli piston dan alat2 lain dari Mercedes dan juga untuk memesan truk2 dengan adonan konkrit. MESA Engineering sepertinya berbunyi sesuatu yang familiar dan professional.
Mungkin akan jauh lebih susah untuk memesan barang2 dengan memanggil perusahaan saya: Boogie Engineering ! :)

Tetapi ampli pertama yang dibuat dengan cover kulit ular untuk Patrick Burke dinamakan MESA 450. Amp ini adalah kombinasi dari sebuah Twin dan sebuah Dual Showman dan sampai hari ini, masih ada di luar sana dan digunakan. Semua petualangan ini secara keseluruhan memampukan saya untuk membeli transformer2 yang dibuat khusus untuk saya. Ini sangat penting karena Fender baru saja men-stop saya karena order terlalu banyak part dari mereka. Daerah San Fransisco juga telah kehabisan stock dari Princeton2 bekas untuk di-modifikasi dan juga sangat aneh untuk beli ampli2 baru, dicabuti semua komponennya dan membangun sebuah ampli baru. Jadi kami hanya melakukannya beberapa kali.
Saya membangun sebuah studio/ garasi/ toko 2 tingkat di sebelah rumah saya di pegunungan dengan kayu2 yang dimuat dengan truk dari penggilingan kayu di Nothern California. Truk itu sangat kelebihan muatan sehingga kami harus menyetir melewati perkebunan buah pir untuk menghindari patroli freeway yang mengharuskan truk ini melalui stasiun penimbangan.

Lalu kami membuatnya mogok di tengah2 driveway kira2 30 feet ke bangunan saya yang jalannya sangat menanjak, tetapi posisi truk ini masih menghalangi jalan raya. Teman saya (baru kembali dari Peace Corps/ Tentara perdamaian) dan saya menurunkan balokan kayu dengan tangan, satu persatu, di tengah2 malam, ke jalanan lagi sebelum kami dapat memindahkan truk ini dari jalan, dan kemudian kami harus memuat satu persatu balok2 ini ke atas truk. Kami pada dasarnya berbicara tentang memindahkan seluruh isi bangunan 2 tingkat ke jalan dan memuatnya lagi keesokan harinya.

Akhirnya, pukul 2 pagi, Sheriff datang dan mengancam untuk menarik paksa truck ini. Kami bilang silahkan saja disita. Tidak ada truck penarik yang cukup besar untuk menarik truck yang macet ini dan Sheriff ini tahu. Wow, masa2 itu…….
Saya senang bahwa saya bisa melakukannya waktu itu tetapi lebih senang lagi karena saya tidak perlu melakukannya lagi sekarang ! :)
Sebenarnya menakutkan bila dipikir lagi, tetapi saya waktu itu masih muda dan kebutuhan yang mendesak adalah motivasi utama.

MH: Kapan hal itu terjadi dan berapa banyak orang yang terlibat?

RS: Sekitar tahun 1973. Saya sebenarnya menfokuskan diri untuk membuat Boogies dan mampu memisahkan hal2 lain. Saat2 pertama, Cuma saya yang mengerjakan semuanya sendiri. Lalu kemudian istri saya mulai membantu. Kemudian beberapa tetangga mulai ikut. Mike Bendinelli sedang mengecat dinding kamar mandi ketika saya menyeret dia keluar ke workshop saya dan menunjukkan bagaimana cara untuk melepas kapasitor2 yang saya temukan rusak dan Mike bertahan selama 25 tahun atau lebih.

Ketika itu, bisnis ini merupakan sebuah industri custom kecil dengan banyak orang mengerjakan bagian2 kecil assembly, seperti foot switch box, atau membuat shielded cables, dan mengirim ke saya untuk kemudian disusun ke sebuah ampli yang benar2 selesai.
Suatu hari saya sedang pulang dari “rutinitas harian” yang meliputi berjalan melewati gunung di belakang rumah saya dan ketika saya turun pulang melewati hutan2 kayu merah, saya dapat melihat cewek2 duduk di atas papan kayu, sedang memasang circuit2 board tanpa memakai baju atas. Saya berdiri di sana selama beberapa menit dan menyadari bahwa saya telah mendapat pekerjaan paling sempurna dan saya berkata pada diri saya sendiri untuk tidak pernah menyimpang terlalu jauh dari waktu2 gembira, produktif dan kreatif masa itu.
Sewaktu kami memindahkan MESA keluar, rumah gunung itu telah berubah ke sebuah zona industri kecil dengan luas 4000 square feet dengan sebuah workshop kayu, electronic workshop, loading dock, 2 kantor dan beberapa staff full time.
Sebelum kami pindah, kami sudah meng-export ke 37 negara. Saya mau berhenti detik ini dan berterima kasih ke semua yang telah terlibat. Dan tentu saja ini termasuk ke semua musisi yang telah mempercayai kami dengan uang dan tone mereka. Secara keseluruhan, kami telah membuat 3000 ampli Mark 1 di rumah itu.

MH: Dibangun seluruhnya di rumah itu?

RS: Ya. Sedikit gila sebenarnya. Saya mau melakukan semuanya “di rumah” hanya untuk mengerti secara keseluruhan. Sebenarnya mengejutkan untuk dipikir kembali bahwa saya membuat sendiri board2 circuit. Tidak seluruhnya, tetapi untuk tahun2 pertama. Saya membeli lembaran2 besar dari clad epoxy tembaga di toko surplus, memotong mereka ke ukuran meja gergaji jaya, membuat cetakan2, membuat tangki tempat etching asam yang distel dari variable-speed pedal Leslie yang saya “pinjam” dari organ Hammond B3 saya.

Board2 itu sangat sederhana dan kasar bila dibandingkan dengan board2 yang sekarang kami gunakan. Saya sering harus melompat tergesa2 dari kursi meja makan, turun tangga ke workshop bawah dan mengambil circuit board dari cairan asam sebelum tembaganya di circuit board termakan semua oleh asam. Orang2 sering bertanya apa bekas2 cairan yang tidak bisa hilang di tembok sebelah kursi di sebelah meja makan saya? Itu adalah bekas tempat saya menggantung board2 setelah diambil dari tangki asam. Semuanya kacau waktu itu dan suatu nuansa yang harus diakhiri ketika mata istri saya kena sedikit cairan asam. Saya harus menarik dia keluar rumah dan menyiram dia dengan semprotan air ……suatu hal yang saya ingin lakukan sejak lama :)
No, bad joke! Untung, dia tidak apa2 tetapi sejak itu: kami harus memberikan pekerjaan circuit board ke orang lain.

Kalau anda melihat ampli2 awal itu, front2 panelnya acrylic hitam dimana saya sendiri mencetak label2 control dan men-cat spray panel ini.
Sebenarnya saya dapat membuat hal ini menjadi pekerjaan professional meskipun saya cuma membuat 1 atau 2 unit. Tetapi tidak cukup minat untuk membuat perusahaan plat nama. Sama halnya dengan lembaran metal chasis. Saya membuat begitu banyak perubahan sebagian bagian dari perkembangan usaha, sehingga saya sendiri harus memotong, membentuk dan melubangi setiap chassis . Saya telah mempelajari semuanya itu ketika bekerja di gudang orang tua eks marinir sebelumnya.

MH: Apakah ada sebuah tone spesifik yang anda cari untuk dibuat waktu itu yang tersedia di pasaran?

RS: Waktu itu ada sebuah tone… tetapi itu tidak tersedia di pasaran, belum mungkin. Begitu banyak customer repair saya yang mengomel tentang keterbatasan dari ampli2 mereka – ampli2 yang sekarang mungkin dianggap sebagai vintage2 amp, tetapi waktu itu hanya mereka yang tersedia, tidak ada yang spesial.
Komplain utama adalah “loudness” dan “karakter drive” tidak dapat dipisahkan. Cuma ada satu volume control dan karena itu tidak ada cara untuk membuat ampli2 itu untuk break-up (*overdrive secara natural) dan mempunyai karakter suara volume keras tanpa sesungguhnya menjadi keras volumenya.
Meskipun beberapa tukang reparasi waktu itu menambahkan Master control, saya tidak menawarkan modifikasi seperti itu karena hal itu tidak mengerjakan apa2 yang berarti. Tidak cukup gain di standar circuit Fender. Setiap orang mempunyai komplain seperti itu, terutama Santana. Meskipun dengan Princeton yang telah dimodifikasi, dia tetap tidak memperoleh sustain yang cukup.
Hal itulah yang dia inginkan lebih: sustain yang lebih banyak – suatu kemampuan untuk menahan nada selama yang dia ingini tanpa nada itu mati sendiri. Kadang2 di beberapa waktu, beberapa nada akan bisa mempunyai cukup sustain tetapi tidak cukup seperti yang dia inginkan. Kenaikan dengan rasio tertentu di gain ampli (yang merupakan kelipatan berapa kali sebuah ampli menggandakan signal gitar yang lemah) akan membantu, tetapi tetap saja tidak bisa menghasilkan tone yang besar dan gemuk dengan sustain yang bisa di-prediksi.

Kemudian sebagai akibat dari proyek preamp yang saya buat untuk Lee Michaels untuk men-drive sebuah power amp baru (waktu itu) dari Crown (sebuah DC-300), saya menemukan “solusinya”.
Saya tidak mempunyai ide sama sekali tentang signal preamp macam apa yang dibutuhkan power Crown, saya cuma tahu beberapa individual dan perusahaan2 kelas berat tetap saja tidak mampu menghasilkan tone yang diminta Lee.
Dan karena saya tidak tahu, saya pikir saya akan meng-cover hal ini dengan menambahkan sebuah lagi ekstra tube stage of gain yang komplit ke arsitektur dasar ampli itu dan memasukkan volume control (sebenarnya Gain Control) di 3 titik yang terpisah di circuit itu sehingga saya dapat memancing balance yang benar. Ketika kami menghubungkan semuanya di studio Lee, alat ini tidak bekerja pertama kalinya karena kami tidak sengaja memasang speaker langsung ke pre-amp.

Sebelum kami menemukan kesalahan kami, kami terus menyetel lebih dan lebih gain controlnya karena kami mendengar suara kecil yang samar2. Dan ketika kami memasang rangkaiannya secara benar dan Lee men-strum sebuah power chord yang besar, sound yang dihasilkan menampar badan kami ke tembok belakang!!
Kami melihat satu sama lain dengan tersenyum lebar dan mulai mengatur variasi gain control. Monster tone! Anda dapat bermain super keras dan bersih, jauh lebih keras dari ampli Fender apapun. Tetapi yang lebih penting adalah anda dapat mencampur kembali control2 dan mendapatkan gain yang tidak pernah terdengar sebelumnya dengan 2 control yang pertama, sambil mengatur level suara secara terpisah. Pokoknya soundnya Huge (*sangat besar). Dan sustainnya seperti selamanya.
Itu adalah penemuan pertama dari arsitektur preamp high gain yang bersusun. Kita tidak bicara lagi mengenai kenaikan bertahap sebesar 20% tetapi bahkan 100% di atas gain ampli gitar “normal” – kita bicara di sini tentang 50 atau 80 kali lipat dari gain konvensional, dan sebuah realisasi baru yang total dari sebuah performance.

Ini caranya bagaimana gain bekerja untuk menghasilkan sustain: Pikirkan vibrasi snar gitar anda dengan sebuah ampli biasa yang di set keras (controlnya up semua). Mainkan sebuah nada dan dengarkan poin tertentu di mana vibrasi string yang menghilang mulai dapat didengar seperti sebuah pengecilan di volume ampli.
Dan lalu bayangkan keuntungan misalnya, mempunyai gain 50 kali lipat lebih besar.
Ini berarti vibrasi string dapat terus menghilang sampai dia mencapai hanya 2% saja dari level sebelumnya… dan dia masih saja dapat men-drive ampli itu secara penuh.
Sustain-nya datang dari sini. Ini plus fakta bahwa ke-sensitif-an ekstra berarti vibrasi nada di udara – sound pressure sesungguhnya – cukup untuk mendorong string terus bergerak. Saya tahu waktu itu bahwa hal ini adalah sebuah pencapaian baru dan saya tidak dapat menunggu untuk membuat sebuah ampli kecil 100 watt: ampli combo untuk Santana dengan memakai 4 buah tabung 6L6. Saya cukup yakin bahwa hal ini akan memenuhi kebutuhan Santana yang belum ditemukan saat itu. Dan semuanya selesai tepat waktu persis untuk album Abraxis dia yang hebat, yang memperkenalkan suara hi gain ke dunia dan benar2 menaruh gunung “Home of Tone” di peta(*menaruh Mesa Boogie
di sejarah gitar ampli)

 

;

  

|  www.sabandsa.cjb.net
  |


Create a free website at Webs.com