Mubadzir, Rakus dan Bodoh
Sekilas cerita
Alkisah di suatu tempat di jawa timur ada seorang santri yang sedang
mondok di suatu Pesantren Kecil. Sebut saja namanya Guntur. Suatu pagi Guntur terlihat duduk setengah bersandar di depan kamarnya, dengan sedikit-sedikit menghela nafas.
Ustad Najib yang sedang berjalan lewat di depannya heran melihat Guntur duduk seperti itu,
beliau pun menegur Guntur,
"Kenapa kamu Tur?"
Guntur menjawab sambil tetap bersandar,
"Aduuuh...saya kekenyangan Gus Jib"
Ustad Najib berkata singkat sambil berlalu,
"Rakus kamu Tur"
Ustad Najib terus berjalan ke Ruang Utama di depan Pondok.
Sementara Guntur melongo sambil memegangi perutnya.
Besok paginya, nampak di halaman depan kamar Guntur sedang jongkok sambil membuang sisa-sisa nasi di dekat semak.
Ustad Najib yang saat itu sedang lewat di halaman melihat hal tersebut.
Beliau bertanya kepada Guntur,
"Tur kenapa kamu buang nasi mu..?"
Guntur menjawab,
"Maap Gus Jib, saya sudah kekenyangan"
Ustad Najib berkata pendek,
"Mubadzir kamu Tur"
Kali ini Guntur menghadap langit-langit,....
(tetep sambil melongo...)
Besok paginya Ustad Najib kembali berjalan lewat halaman depan kamar Guntur.
Kali ini beliau melihat Guntur sedang duduk,
sedang di depannya terdapat sebuah gelas yang telah habis airnya
dan sebuah piring yang masih terdapat sekepal nasi di atasnya.
Beliau berhenti sebentar melihat Guntur yang duduk sambil terus melihat ke piringnya.
Setelah beberapa saat di lihatnya Guntur tidak melakukan apa-apa
beliau pun mendekatinya dan bertanya,
"Kenapa lagi kamu Tur?"
"Kok bengong ngeliatin piringmu..?"
Guntur yg sedari tadi ngeliatin piring terus menengok ke arah Ustad Najib,
terus berkata,
"Maaf Gus saya lagi bingung nih"
Ustad Najib bertanya lagi,
"Emang bingung kenapa? Segera di habisin aja tuh nasinya, sayang kan..?
Guntur menjawab,
"Iya itu Gus, saya bingung mo saya apain nih nasi"
"Soalnya saya sudah kenyang Gus"
"Mau saya habiskan nanti takut kekenyangan"
"Mau saya buang ntar dibilang Mubadzir"
Ustad Najib yang mendengar jawaban Guntur tersenyum,
kemudian meneruskan berjalan lagi sambil berkata,
"Bodoh kamu Tur"
Kali ini Guntur terbengong lagi sambil melongo style
memandangi berlalunya Ustad Najib
(Bersambung minggu depan.........)
Bukan Narsis
Bukan narsis, cuma biar tahu siapa yang punya website ini, :P