Penjaga Palang Rel KA Diadili
Suatu malam kereta api yang sedang melewati persimpangan menabrak sebuah mobil. Sang penjaga palang pintu kereta dihadapkan ke pengadilan.
Di pengadilan sang penjaga palang ngotot mengatakan bahwa dia sudah memperingatkan mobil itu dengan mengayun-ayunkan lampu senter ke arah mobil itu berkali-kali selama hampir satu menit. Bahkan di depan sidang dia berdiri memperagakan bagaimana lampu senter itu diayun-ayunkannya.
Akhirnya dia dibebaskan dari hukuman.
Pengacaranya segera memuji dia karena peragaannya di depan sidang itu meyakinkan hakim bahwa dia sudah bertindak benar.
"Uiiihhh... padahal saya sudah deg-degan setengah mati waktu disidang tadi," kata sang penjaga palang.
"Kenapa?" tanya si pengacara
"Kalau saja hakim bertanya apa waktu saya ayun-ayunkan lampunya senternya lagi nyala apa tidak...!" jawab si penjaga palang agak sedikit gemetar.
Permintaan Terpidana Mati Sebelum Dieksekusi
Pada suatu hari seorang terpidana akan di eksekusi hukuman mati karena terbukti bersalah melakukan pembunuhan berantai.
Sebelum terpidana tersebut di eksekusi oleh regu penembak, seorang kepala regu penembak menanyakan permintaan terakhir sang terpidana.
"Apa permintaan terakhir kamu sebelum ditembak mati?" tanya kepala regu pada terpidana.
"Tolong senapannya diarahkan ke orang lain, Pak!" jawab sang terpidana.
Keheranan dengan Warna Zebra di Kebun Binatang
Ucup dan Umar mengunjungi kebun binatang. Sampai di kandang zebra, Ucup tampak begitu keheranan. Sampai-sampai ia mengamati binatang tersebut lama sekali. Ketika diajak melihat binatang lainnya, Ucup tetap tidak beranjak dari tempatnya.
Tiba-tiba ia berkata, "Sabar dululah. Aku sedang mempelajari binatang yang satu ini. Dari tadi aku tidak habis pikir ...."
"Ah, kau ini. Keanehan apa sih yang ada pada binatang itu ...?"
"Itulah yang sedang kupelajari, apakah kulit binatang ini dasarnya hitam belang-belang putih atau dasarnya putih-putih berbelang-belang hitam ...."
Anjing Siapa yang Lebih Pintar
Dua orang perempuan sedang meributkan anjing-anjing mereka. Keduanya saling menyombongkan kepintaran piaraan mereka itu.
Perempuan 1: "Anjing gua hebat banget, deh. Tiap pagi, ia nungguin tukang koran, dan begitu loper itu datang, anjing gua langsung ngambil korannya dan membawanya ke tempat gua sarapan."
Perempuan 2: "Ya, gua tahu itu."
Perempuan 1: (kaget) "Dari mana lu tahu?"
Perempuan 2: "Anjing gua yang cerita."
Punya Anjing Tidak Galak
Seorang pria melihat seekor anjing sedang berbaring di sebelah seorang tua yg sedang duduk membaca koran.
"Apakah anjingmu galak?", tanyanya
"Tidak"
Tapi ketika si pria mencoba mengelusnya, si anjing dengan ganas menerkam tangannya dan mengigitnya hingga hampir putus"
"Hei! Kamu bilang anjingmu tidak galak!"
"Memang tidak. Itu bukan anjing saya"
Sumber : www.ketawa.com