[BACK]  [HOME]

KUMPULAN TULISAN H.M. NUR ABDURRAHMAN
(Dari Kolom Tetap Harian FAJAR bertajuk "Wahyu dan Akal - Iman dan Ilmu")

<<400 | 401-410 | 411-420 | 421-430 | 431-440 | 441-450 | 451-460 | 461-470 | 471-480 | 481-490 | 491-500 | 501>>

Nomor Tanggal Judul
491 9 September 2001 Syari'at Islam vs Sekularisme
492 16 September 2001 Le Corsaire Noir
493 30 September 2001 FBI Ceroboh, AS Pendendam, CNN Pembohong
494 7 Oktober 2001  Freedom of Speech dan Jihad
495 14 Oktober 2001 Siri’ na-Pacce dan Perang Informasi
496 21 Oktober 2001 Kontak Bathin Seorang Sufi dengan Afghanistan
497 28 Oktober 2001  Sarlito W Sarwono Menulis Asal Menulis tentang Thaliban
498 4 November 2001  Empat Issue Miring tentang Thaliban
499 11 November 2001 Issue Miring Thaliban Mengenai Perempuan dan Patung Budha
500 18 November 2001 Peristiwa Penyebab Turunnya S alAn'am, Ayat 52

[BACK]  [HOME]

491. Syari'at Islam vs Sekularisme

Demi keotentikan, sebagai pertanggung-jawaban kepada Allah SWT, dalam kolom ini setiap ayat Al Quran ditransliterasikan huruf demi huruf. Bila pembaca merasa "terusik" dengan transliterasi ini, tolong dilampaui, langsung ke cara membacanya saja.

Syari'at Islam (selanjutnya disebut Syari'ah) diklasifikasikan atas: 'aqidah (ikatan), hukum-hukum Syari'ah dan akhlaq. Klasifikasi menurut Al Hadits: iman, islam dan ihsan. Kalau kedua cara klasifikasi itu digabungkan, maka menjadilah: 'aqidah/iman, hukum-hukum Syari'ah/Islam dan akhlaq/ihsan.

'Aqidah/iman tercakup dalam S. Al Fatihah, ayat 1 s/d 4, hukum-hukum Syari'ah/Islam tercakup dalam S. Al Fatihah, ayat 5, dan akhlaq/ihsan tercakup dalam S. Al Fatihah, ayat 6 s/d 7.

Catatan: Islam dalam pengertian sangat luas, yaitu semua mkhluq ciptaan Allah, tunduk terhadap taqdiruLlah (QS Ali 'Imraan, 23). Islam dalam pengertian luas, yaitu semua agama yang dibawakan oleh para Rasul sejak dari Nabi Adam AS sampai kepada Nabi Muhammad SAW (QS AlBaqarah, 136 dan S. Ali 'Imraan, 19). Islam dalam pengertian khusus yaitu Risalah yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW S. Al Maaidah, 3). Islam dalam pengertian sangat khusus ialah Rukun Islam (Hadits, R. Bukhari). Adapun pengertian Islam dalam klasifikasi di atas itu ialah dalam pengertian yang sangat khusus, yaitu Rukun Islam. 

Dalam Syari'ah tidak dikenal dengan apa yang disebut dengan sekularisme (akan dijelaskan di bawah). Hukum-hukum Syari'ah, yaitu SunnatuLlah, bukan hanya sekadar menyangkut peribadatan ritual, tetapi menyangkut semua aspek dalam kehidupan individual, bermasyarakat dan bernegara. Itulah yang disebut Kaffah (totalitas). Contoh: sistem perekonomian harus di atas paradigma: 
-- KY LA YKWN DWLT BYN ALAGHNYAu MNKM (S. ALhSYR, 7) dibaca: kay la- yaku-na du-latan baynal aghniya-i minkum(s. alhasyr), artinya: supaya kedaulatan (ekonomi) tidak hanya (beredar) diantara orang-orang kaya di antara kamu (59:7). Dalam proses pengembilan keputusan politik: WAMRHM SYWRY BYNHM (S. ALSYWRY, 38), dibaca: wa amruhum syura- baynahum (s. asysyu-ra-), artinya urusan mereka dimusyawarakan di antara mereka (42:38). Syura sudah diadopsi menjadi kosa kata dalam bahasa Indonesia yaitu musyawarah. Sudah menjadi kosa kata bangsa kita, tetapi secara rasa bahasa belumlah diapresiasi. Syura dibentuk oleh akar kata Syin, Waw, Ra, artinya mengambil madu dari sarang lebah. Dengan rasa bahasa ini, maka jiwa musyawarah dalam proses pengambilan keputusan bukanlah setengah di tambah satu. Jiwa musyawarah menurut rasa bahasa asalnya ialah bagaimana keputusan diambil secara arif bijaksana sehingga keputusan itu tidak mengandung potensi konflik di belakang hari (baca: sengatan lebah). 

Sekularisme difahamkan seperti berikut. Secularism (Lt, saeculum = world): a system of political philosophy that reject all forms of religious faith. Orang-orang yang tidak beragama terdiri atas kelompok atheist, agnostik dan deist. Atheist bersikap menolak Tuhan, agnostik bersikap indiferent, ada atau tidak adanya Tuhan sama saja, kedua kemungkinan itu tidak dapat dibuktikan. Deist percaya akan adanya Tuhan, tetapi menolak adanya komunikasi antara Tuhan dengan manusia, jadi tidak percaya kepada nabi-nabi. Para deist hanya percaya kepada Tuhan sebagai pencipta, sedangkan hasil ciptaan Tuhan dibiarkan begitu saja layaknya arloji otomatis. Maka logislah jika atheist, agnostik, deist penganut sekularisme karena tidak percaya akan Tuhan, ragu akan Tuhan dan tidak percaya adanya wahyu.

Bagi orang-orang yang beragama, yaitu theist (percaya adanya Tuhan dan wahyu) yang agamanya hanya menyangkut peribadatan ritual yang sifatnya pribadi, yaitu hanya menyangkut hubungan antara manusia dengan Tuhan, tidak mempunyai konsep tentang aspek kehidupan bermasyarakat berpolitik berekonomi dan bernegara, maka sekularisme bagi mereka adalah suatu keniscayaan. Ambillah contoh misalnya: "Geeft dan den Keizer wat des Keizers is, en Gode wat Gods is (Marcus 12:17)", berikanlah kepada Kaisar yang milik Kaisar, dan berikanlah kepada Tuhan apa yang miliknya Tuhan. Dari Marcus (12:17) ini diturunkanlah paradigma sekularisme yang terkenal dalam sejarahnya orang barat: "Scheiding tussen staat en kerk", pemisahan atau dikhotomi antara negara dengan gereja. 

Sekularisme dalam dunia politik dan kenegaraan yang mendikhotomikan antara negara dengan agama, kita jumpai pula dalam dunia ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang berlandaskan paradigma positivisme, juga mendikhotomikan antara ilmu dengan agama. Positivism is a philosophical system concerned with positive facts and phenomena. Positivisme menolak semua yang tidak dapat dideteksi oleh pancaindera baik secara langsung maupun tidak langsung dengan bantuan instrumen.

Syari'ah dengan prinsip kaffah mencakup pula dalam hal kelengkapan informasi dalam proses mengilmu. Yang dimaksud dengan kelengkapan informasi sebagai input bagi proses mengilmu ialah ayat qawliyah (Al Quran) dan ayat kawniyah (alam syahadah, physical world). Sebagai contoh sederhana tentang definisi sekuler mengenai mati: Seseorang dikatakan sudah mati jika otaknya sudah tidak berfungsi lagi. Definisi sekuler mengenai mati ini dianut pula oleh para dokter-dokter Muslim. Definisi kaffah tentang mati: Seseorang dikatakan sudah mati kalau ruh sudah meninggalkan jasadnya. Ini dapat dideteksi dari phenomena otaknya sudah tidak berfungsi lagi. Saya belum pernah mendengarkan seorang dokterpun yang mendefinikas mati secara kaffah ini. WaLla-hu a'lamu bishshawa-b.

*** Makassar, 9 September 2001 [H.Muh.Nur Abdurrahman]

[BACK]  [HOME]

492. Le Corsaire Noir

Demi keotentikan, sebagai pertanggung-jawaban kepada Allah SWT, dalam kolom ini setiap ayat Al Quran ditransliterasikan huruf demi huruf. Bila pembaca merasa "terusik" dengan transliterasi ini, tolong dilampaui, langsung ke cara membacanya saja.

Kita patut menyatakan turut berduka-cita atas jatuhnya korban, baik di Amerika maupun di Palestina. Kita patut lebih berdukacita karena pemerintah Amerika Serikat sama sekali tidak pernah merasa turut berduka-cita atas terbantainya 5000 warga Palestina oleh Israel dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Kita patut sangat berduka-cita lagi karena pemerintah Amerika Serikat justru mendukung teroris Israel dengan membelanya dalam Konferensi HAM dan Anti Rasisme yang diadakan di Afrika Selatan baru-baru ini.

Penduduk dunia dewasa ini diarahkan dan digiring kedalam perangkap opini bahwa seolah-olah mereka yang melakukan teror melalui penghancur-leburan dua gedung pencakar langit World Trade Center di New York dan Gedung pertahanan Pentagon di Washington serta peledakan mobil yang berisi bom di depan gedung kementrian luar ngeri, Kamis, tanggal 11 September 2001 adalah “terorist” muslim dan bahwa Osama Bin Laden adalah otak dari tindakan teror tersebut!

Mampukah Osama Bin Laden memimpin langsung organisasi yang sedemikian rapi dan hebat serta sangat rahasia tidak dapat dicium oleh CIA-nya Amerika dan Mossad-nya Israel, menghasilkan kinerja dengan timing yang tepat serta perhitungan arah yang akurat, bahkan didalam kekuasaan pemerintah federal Amerika, sehingga mampu menluluh lantakkan secara spektakuler dua gedung pencakar langit yang menjadi jantung “perdagangan dunia” dan “pertahanan polisi dunia” itu??? 

Demikian pula, mampukah orang-orang muslim dari Afghanistan ataupun pejuang-pejuang muslim dari Palestina menjalankan operasi penghancuran simbol kapitalisme dunia dan simbol super-power dunia di kandangnya super power itu sendiri dengan cara yang spektakuler? Kalau demikian, siapakah gerangan otak dan pelaksana yang sangat tinggi kinerjanya itu? 

Masih ingatkah pembaca bagaimana Timothy McVeigh, 33 tahun, yang memiliki sikap kebencian pada pemerintah federal, pukul 09.00, 19 April 1995, menghancur-leburkan gedung federal (gedung Alfred P. Murrah) di jantung kota Oklahoma yang menewaskan 168 jiwa, dan telah dihukum mati dengan disuntik lethal pada tanggal 11 Juni 2001, yaitu tepat 3 bulan yang lalu sejak luluh-lantaknya WTC dan luluhnya pentagon? Dan sebelumnya McVeigh terhendus, siapa yang dituduh di jadikan kambing hitam?

Maka kesimpulan sementara yang paling punya kemampuan untuk menjalankan operasi peluluh-lantakan itu adalah orang-orang warga Amerika sediri yang merasa anti kepada segala bentuk kebijaksanaan yang dibuat oleh pemerintah federal Amerika, dan tentu saja mereka itu semua adalah bukan muslim.

***

Saya masih teringat sayup-sayup sebuah film yang berjudul Le Corsaire Noir (diucapkan: le kokhsaikhe noakh, seperti “r”-nya orang Langkat, atau “r”-nya Rizal Ramli). Film itu pernah saya tonton sekitar 50 tahun lalu. Si Bajak Laut hitam ini, demikian dalam cerita, sangat menyusahkan negeri-negeri di Eropa, terutama Inggris yang menganggap dirinya “Penguasa Laut”, ruler of the waves. Karena sudah terkenal (berucht) di kalangan negeri-negeri Eropa, maka asal ada pembajakan baik di lalut, maupun pada pemukiman-pemukiman di pesisir, serta-merta jemari selalu ditujukan kepada Le Corsaire Noir, walaupun yang membajak itu bajak laut yang lain.

Seperti cerita-cerita dalam sinetron kita, cerita ini diisi bumbu-bumbu “perselingkuhan”. Si Bajak Laut hitam ini berselingkuh dengan “Lady”, isteri seorang bangsawan pemilik sebuah “castle”. Ada dialog yang saya masih ingat, yang ada persamaannya dengan “terrorist” dewasa ini. “Mengapa kau jadi perompak,” tanya si Lady dalam suatu perjumpaan asmara di tempat rahasia. “Oh,” sahut Le Corsaire Noir, “kapal ini adalah kerajaanku. Orang mengatakan pangkat saya kapten, tetapi sebenarnya menurut saya sendiri, saya adalah raja dalam kerajaanku itu”, sambil ia menunjuk ke kapalnya yang sedang berlindung di sebuah teluk. “Saya menentukan kerajaan mana yang menjadi sahabat dan kerajaan mana yang menjadi musuhku,” ujar Le Corsaire Noir lebih lanjut. “Dan,” tambahnya pula, “kerajaan yang menjadi saya punya musuh bebuyutan (aarst vijand) adalah Kerajaan Inggris. Celakanya, dalam cerita itu Kerajaan Inggris tidak pernah berhasil melacak Le Corsaire Noir. Film itu ditutup dengan menyerahkannya kepada penonton. Terjadi pembajakan di pelabuhan Inggris Portsmouth, suatu pelabuhan kapal-kapal perang Inggris, yang sangat dibanggakan oleh Kerajaan Inggris pada waktu itu. Mengapa saya katakan diserahkan kepada penonton? Karena film itu ditutup dengan mengundang pertanyaan: “Apakah Le Corsaire Noir yang melabrak Portsmouth, ataukah bajak laut yang lain?”

***

Biarkanlah Amerika dan sekutunya berprasangka, Le Corsaire Noir itu Osama bin Laden. Namun ummat Islam janganlah pula ikut-ikutan berprasangka buruk terhadap Osama bin Laden. Firman Allah: 
-- WLA TQF LA LYS LK BH ‘ALM AN ALSM’A WALBSHR WAFWaAD KL AWLaK KAN ‘ANH MSaWLA (S. ASRY, 36), dibaca: wa la- taqfu ma- laysa laka bihi- ‘ilman inna alsm’a walbshr walfua-da kullu ula-ika ka-na ‘anhu mas.u-la- (s. isra-), artinya: janganlah engkau memperturutkan apa yang tidak ada pengetahuan engkau tentang halnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hasil pemikiran, masing-masinga akan dipertanggung-jawabkan (di Hari Pengadilan kelak). WaLla-hu a'lamu bishshawa-b.

*** Makassar, 16 September 2001 [H.Muh.Nur Abdurrahman]

[BACK]  [HOME]

493. FBI Ceroboh, AS Pendendam, CNN Pembohong

Empat orang warga Saudi yang dituduh sebagai pelaku penghancuran gedung WTC dan Pentagon, ternyata masih hidup. Mereka itu adalah Abdurrahman Said al Omari, seorang pilot Saudi Airlines, Ahmad Ibrahim Al Ghamdi, lulusan fakultas teknik di Makkah, relawan kemanusiaan yang saat ini bekerja untuk para korban Perang Chechnya, Fayez Mohammad Al Shehri, juga relawan kemanusiaan di Chechnya sejak 2 tahun lalu dan Amer Kenfer kini menetap di Saudi, yang menyatakan terkejut, ketika namanya masuk dalam list penumpang pesawat United Airlines yang diumumkan FBI. Al Omari inilah yang KTP-nya dicuri sewaktu dia di Amerika.

FBI dalam melacak orang-orang yang dicurigai, ternyata main tuduh serampangan dengan kriteria seenak perutnya, yaitu "apa saja yang berbau Arab dan Islam langsung saja mereka kaitkan dengan aksi-aksi terorisme". 

Asal tahu saja sebelumnya pihak FBI juga telah ceroboh menuduh dua orang warga Arab yakni Amir Bukhari dan Adnan Bukhari yang dianggap terlibat penyerangan WTC dan Pentagon. Amir Bukhari sang tertuduh ternyata sudah meninggal setahun yang lalu. Sementara Adnan Bukhari saat ini masih ada di Florida. 
Itulah semua kecerobohan FBI.
***

Amerika Serikat (AS) telah lama mendendam Afghanistan karena Usamah ibn Ladin bermukim di negeri itu. Jauh sebelum WTC dan Pentagon diluluh-lantakkan, serangan AS ke Afghanistan telah lama direncanakan. Demikianlah sesungguhnya dalam kalangan intelijen, rencana serangan AS ke Afghanistan bukanlah wacana baru. Aksi penyerangan tersebut sudah lama direkomendasikan intelijen AS sebagai satu-satunya cara yang efektif untuk dapat menekuk Usamah ibn Ladin dan jaringannya. 

Syahdan, yang mengungkap rahasia itu adalah The Atlantic Monthly. Dalam edisi Juli/Agustus 2001, majalah dwibulanan itu menurunkan tulisan Reuel Marc Gerecht, mantan staf Direktur Operasi CIA. Reuel Gerecht mengungkap betapa sulitnya AS melacak Usamah ibn Ladin. Dia selalu berpindah tempat di lokasi yang susah dijangkau dan selalu dilindungi oleh aktivis Islam militan dan radikal. Satu-satunya cara paling efektif menekuk Osama, adalah dengan melakukan operasi ofensif di kantong-kantongnya. Bagaimana operasi itu dipersiapkan? Antara lain dengan melakukan program "conditioning" dengan mendekati Pakistan dan kekuatan anti-Thaliban di Afghanistan, yaitu Ahmad Shah Mas'ud dan kelompoknya yang memang bertentangan dengan pemimpin spiritual Thaliban, yaitu Mullah Mohammad Omar.

Dengan menimpakan kepada Usamah ibn Ladin sebagai otak di belakang serangan 'Kamikaze" (=angin kayangan) dengan ber"jibaku" (=bunuh-diri) meluluh-lantakkan WTC dan Pentagon kebanggaan supremsi Amerika di bidang bisnis dan polisi dunia tersebut, maka the "Cowboy" mendapatkan dukungan internasional dalam melancarkan serangan ke Afghanistan yang telah lama dipersiapkan itu untuk menekuk Usamah ibn Ladin dengan jaringannya. 

Karena Usamah ibn Ladin sukar diterima pikiran sehat tentang kemampuannya untuk memimpin operasi 11 Sepetember itu (tolong dibaca Seri 492), maka apakah mungkin operasi itu diotaki sendiri intelejen AS dengan harga mahal, yaitu dibayar dengan harga-diri (dignity) bangsa Amerika? Apakah itu masuk akal? 
Silakan baca selanjutnya. 
***

Ternyata 4000 orang Yahudi itu tidak masuk kerja ketika terjadinya insiden itu. Sumber-sumber diplomatik Arab menyebutkan kepada surat kabar Yordania Al-Wathan, 4000 orang Yahudi itu tidak masuk kerja atas petunjuk Shabak, Aparat Keamanan Umum Israel, suatu fakta yang membangkitkan kecurigaan. Kecurigaan meninggi setelah surat kabar Israel Yadiot Ahranot menyebutkan bahwa Shabak mencegah perdana menteri Israel Ariel Sharon untuk pergi ke New York terutama ke pantai timurnya untuk mengambil bagian dalam festival yang diselenggarakan oleh oraganisasi-organisasi Zionis untuk mendukung "Israel". 
Kesimpulannya Mossadlah yang berdiri di belakang operasi bunuh diri itu, bukan Usamah ibn Ladin dan juga bukan CIA. Kuat dugaan yang sanggup berjibaku itu adalah teman-teman Timothy McVeigh, dari Sekte David Corash yang tidak segan untuk bunuh diri.

***

Seorang dari Brazilia bernama Marcio A. V. de Carvalho (*) melalui E-mail menulis dengan gaya "Latin American English". Pada pokoknya Carvallo mencap CNN telah melakukan kejahatan (crime) terhadap opini publik ["I myself classify as a crime against the public opinion"]. Yaitu CNN menayangkan gambar orang-orang Palestina merayakan penghancuran WTC dan Pentagon di jalan-jalan, makan-makan kue, mempertontonkan muka-muka lucu di depan kamera (saya kira kita semua tidak ada yang meluputkan tayangan ini). Padahal tayangan gambar itu berasal dari tahun 1991.

Lalu apa maksud CNN itu menipu dan membohongi kita semua ini. Bukankah itu untuk membangkitkan ketidak-senangan, kebencian terhadap orang-orang Palestina? CNN patut dikutuk karena penipuannya itu: "La'natuLlah 'alay CNN". Bahkan anakda M.Qasim Mathar pengasuh kolom Jendela Langit dapat dikecoh oleh CNN. Firman Allah: 
-- YAYHA ALDZYN AMNWA AN JA^KM FASQ BNBA FTBYNWA AN TSHYBWA QWMA BJHALT FTSHBHWA 'ALY MA F'ALTM NADMYN (S. ALHJRAT, 6), dibaca: ya-ayyuhal ladzi-na a-manu- in ja-kum fa-siqum binabain fatabayyanu- an tushi-bu qawman bijaha-latin fatushbihu- 'ala- ma- fa'altum na-dimi-n (s. al hujura-t), artinya: Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang-orang fasiq dengan annaba', maka lakukanlah tabayyun, jangan sampai kamu tanpa pengetahuan menimpakan musibah kepada suatu kaum, lalu kamu menyesal atas perbuatanmu (49:6). 

*** Makassar, 30 September 2001 [H.Muh.Nur Abdurrahman]
------------------
(*)Penyampaian informasi dari Marcio A. V. de Carvalho dalam gaya Latin American English:

Date: Thu, 13 Sep 2001 01:07:48 -0300 
From: "Marcio A. V. de Carvalho" 
Subject: Fourth Power To: SOCIAL-THEORY@JISCMAIL.AC.UK [snip] 

All around the world we are subjected to 3 or 4 huge news distributors, and one of them - as you well know - is CNN. Very well, I guess all of you have been seeing (just as I've been) images from this company. In particular, one set of images called my attencion: the Palestinians celebrating the bombing, out on the streets, eating some cake and making funny faces for the camera. Well, THOSE IMAGES WERE SHOT BACK IN 1991!!! Those are images of Palestinians celebrating the invasion of Kuwait! It's simply unacceptable that a super-power of cumminications as CNN uses images which do not correspond to the reality in talking about so serious an issue. A teacher of mine, here in Brazil, has videotapes recorded in 1991, with the very same images; he's been sending emails to CNN, Globo (the major TV network in Brazil) and newspapers, denouncing what I myself classify as a crime against the public opinion. If anyone of you has access to this kind of files, serch for it. In the meanwhile, I'll try to 'put my hands' on a copy of this tape. But now, think for a moment about the impact of such images. Your people is hurt, emotionally fragile, and this kind broadcast have very high possibility of causing waves of anger and rage against Palestinians. It's simply irresponsible to show images such as those.

[BACK]  [HOME]

494. Freedom of Speech dan Jihad

Demi keotentikan, sebagai pertanggung-jawaban kepada Allah SWT, dalam kolom ini setiap ayat Al Quran ditransliterasikan huruf demi huruf. Bila pembaca merasa "terusik" dengan transliterasi ini, tolong dilampaui, langsung ke cara membacanya saja.

Voice of America (VOA) adalah sebuah layanan siaran radio internasional yang didanai oleh pemerintah AS. Tapi pemerintah dilarang mendikte isi laporan yang akan disiarkan. VOA menyiarkan sejumlah program lebih dari 900 jam setiap pekan dengan mencakup lebih dari 91 juta pendengar di seluruh dunia VOA pekan lalu membuat kontroversi dengan mengesampingkan keberatan Deplu AS dan tetap menyiarkan yang juga memasukkan wawancara dengan pemimpin Thaliban, Mullah Muhammad 'Umar. Laporan VOA itu diudarakan dalam berbagai macam bahasa, termasuk dua bahasa di Afghanistan. Padahal jubir Deplu AS, Richard Boucher, menyatakan wawancara dengan Omar itu tidak seharusnya dilakukan oleh stasiun radio milik pemerintah AS itu. 

Arkian, dengan demikian apa yang digembar-gemborkan Amerika tentang kebebasan berbicara, ternyata itu slogan saja, omong kosong belaka. Atau paling tidak, harus sesuai dengan keinginan Yang Dipertuan Agong Amerika. Karena begitu VOA menyiarkan wawancara dengan Mullah Muhammad 'Umar seperti diuatarakan di atas, serta-merta George W. Bush menunjuk Robert Reilly, seorang tokoh di pemerintahan Ronald Reagan, sebagai direktur yang baru dari VOA. Reilly dikenal sebagai pemandu acara talk show mingguan soal kebijakan luar negeri di VOA dan Worldnet TV sejak 1990. 

Syahdan, Bush sudah berhasil dengan "gemilang" memperlihatkan kemunafikan tingkat tinggi di dunia internasional. Freedom of speech, freedom of the press? Dream On !
Tentu saja pemimpin-pemimpin kita tidak akan meniru jejak langkah Bush, karena memang ia bukan orang Islam, tidak pernah membaca ayat berikut: 
-- KBR MQTA 'AND ALLH AN TQWLWA MA LA TF'ALWN (S. ALSHF, 4), dibaca: kabura maqtan 'indaLla-hi an taqu-lu- ma- la- taf'alu-n (s. ashshaf), artinya: Besar kutukan Allah atas (orang) yang tidak melakukan apa yang dikatakannya (61:4).

***

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Umar Syihab mengatakan, "sebaiknya seruan jihad MUI untuk ummat Islam Indonesia dalam rangka mendukung perjuangan muslim Afghanistan sekaligus menentang rencana agresi Amerika Serikat (AS) janganlah dinilai sebagai langkah politik praktis MUI." Ini tentu saja merupakan reaksi MUI terhadap Menteri Agama yang mengatakan "seruan jihad MUI itu sudah merupakan politik praktis" Umar Syihab menambahkan: "Karena bagaimanapun, MUI sebagai lembaga keagamaan tidak terlepas dari politik. 'Politik juga bagian dari agama,' ujar Umar Syihab disela-sela acara peluncuran Pusat Spiritual Islam di Bidakara, Sabtu 29/9." Umar Syihab, yang juga pakar tafsir itu menegaskan, jika AS benar-benar menyerang salah satu negeri Islam, maka tentu ada menjadi kewajiban jihad bagi ummat Islam lainnya dimanapun karena Ummat Islam itu bersaudara. "Kewajiban jihad muncul bila hak asasi muslim dilanggar," tegasnya.

Menurut arti bahasa (lughawi), jihad adalah bersungguh-sungguh. Jahada filamri, artinya berusaha dengan sungguh-sungguh. Dengan mendasarkan pada pengertian bahasa tersebut, oleh sebagian tokoh agama dan intelektual, kata jihad diimplementasikan dalam banyak aspek. Maka, menurut mereka, semua kegiatan kebaikan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh adalah jihad. Menuntut ilmu, bekerja, atau berbagai kegiatan lain, bila dilakukan secara sungguh-sungguh dan bertujuan baik semua adalah jihad. Tetapi, jihad tidak boleh dibatasi pengertiannya hanya menurut arti bahasa saja. Karena, di samping arti bahasa, jihad juga memiliki makna istilah yang digali dari nash-nash syar'i yang menjelaskan tentang perintah jihad. Berdasarkan pengertian menurut Syari'ah (syar'i) jihad memiliki arti spesifik, yaitu : "qitaalu lkuffaari fiy sabiyliLlahi li i'lai kalimatiLlahi", yaitu memerangi orang-orang kafir di jalan Allah dalam rangka meninggikan kalimat Allah (Islam). Jadi, jihad adalah mengangkat senjata untuk melawan atau memerangi orang-orang kafir, dalam rangka membela kehormatan Islam dan kaum muslimin.

Karena sekarang ma'na lughawi dari kalimah jihad lebih dominan dimasyarakatkan ketimbang ma'na syar'inya, maka menurut hemat saya lebih elok jika sekarang kita pakai saja istilah "qitaal" untuk ma'na syar'i dari kalimah jihad dalam konteks AS memerangi Afghanistan. Maka dalam konteks elok kiranya diintensifkanlah mengemukakan ayat: 
-- ADZN LLDZYN YQATLWN BANHM ZHLMWA AN ALLH 'ALY NSHRHM LQDYR (S.ALHJ, 39), dibaca: Udzina lilladziyna "yuqa-talu-na" biannahum zhulimu- wainnaLla-ha 'ala- nashrihim laqadi-r (s. alHjj, 22:39), artinya: Diizinkan "berperang" karena mereka dizalimi, dan Allah berkuasa untuk memenangkan mereka. Untuk menggalang persatuan ummat dalam menghadapi musuh-musuh kaum muslimin, maka hendaklah diintensifkan dibacakan sebagai "pangumpu'" di dalam shalat ayat yang berikut: 
-- AN ALLH YHB ALDZYN YQATLWN FY SBYLH SHFA KANHM BNYAN MRSHWSH (S. ALSHF, 4), dibaca: InnaLla-ha yuhibbu lladzi-na "yuqa-tiluwna" fi- sabi-lihi shaffang kaannahum bunya-num marshu-sh (s.ashShaff), artinya: Sesungguhnya Allah mencintai mereka yang "berperang" pada jalannya dengan cara bershaf-shaf laksana bangunan yang kokoh (61:4). WaLlahu A'lamu bi shShawab.

*** Makassar, 7 Oktober 2001 [H.Muh.Nur Abdurrahman]

[BACK]  [HOME]

495 Siri’ na-Pacce dan Perang Informasi

Demi keotentikan, sebagai pertanggung-jawaban kepada Allah SWT, dalam kolom ini setiap ayat Al Quran ditransliterasikan huruf demi huruf. Bila pembaca merasa "terusik" dengan transliterasi ini, tolong dilampaui, langsung ke cara membacanya saja.
Akhir-ahirnya Amerika Serikat dan Inggris menyerang Afghanistan, yang berpenduduk 26 juta jiwa. Yang baru saja menang perang melepaskan diri dari cengkraman 10 tahun rezim komunis Uni Soviet sejak 1979. Yang pemerintahannya masih belum stabil. Yang tingkat kemajuan ekonominya masih dibawah garis kemiskinan. Yang rakyatnya, yang ummat Islam itu masih hidup dalam kemiskinan. Yang ratusan ribu ummat Islam masih tinggal di kemah-kemah pengungsian. Mereka inilah ummat Islam Afghanistan yang diterror oleh Amerika-Inggris (baca: fundamentalis-terroris Bush-Blair) menjelang serangan atas Afghabnistan. Ratusan ribu, bahkan mendekati angka satu juta ummat Islam Afghanistan yang sengsara yang terdiri atas anak-anak, perempuan, orang-orang jompo yang diterror oleh fundamentalis-terroris Bush-Blair itu. Ummat Islam Afghanistan yang sengsara yang diterror itu mengarungi gurun pasir yang gersang menuju ke negara tetangganya. 

Kehancuran World Trade Center (WTC) di New York dan runtuhnya gedung pertahanan Pentagon (Ptg) di Washington sangatlah tidak sebanding dengan kesengsaraan anak-anak, perempuan, orang-orang jompo ummat Islam Afghanistan yang jumlahnya mendekati satu juta orang itu, yang diterror oleh fundamentalis-terroris Bush-Blair itu menjelang hari H-nya penyerangan atas Afghanistan. Bahkan fundamentalis-terroris Bush tidak malu-malu secara arogan dan manipulatif “memanfaatkan” hancurnya WTC dan runtuhnya Ptg untuk menggiring opini seluruh bangsa-bangsa di dunia menjadi opini internasional, dengan menyodorkan ultimatum: "Apakah mau mendukung kami atau mendukung terrorisme”. 

Maka inilah jawaban ummat Islam! Firman Allah SWT: 
-- ADZN LLDZYN YQATLWN BANHM ZHLMWA WAN ALLH ‘ALY NSHRHM LQDYR. ALDZYN AKHRJWA MN DYARHM BGHYR HQ ALA AN YQWLWA RBNA ALLH (S. ALHJ, 39-40), dibaca: Udzina lilladzi-na yuqa-talu-na biannahum zhulimu- wainnaLla-ha ‘ala- nashrihim laqadi-r. Alladzi-na ukhriju- min diya-rihim bighayri haqqin illa- ayyaqu-lu- rabbunaLla-hu (s. alhjj), artinya: Diizinkan berperang karena mereka dizalimi. Yaitu orang-orang yang diusir dari tempatnya bermukim dengan tidak benar hanya karena mereka berkata Maha Pemelihara kami adalah Allah (22 : 39-40). Dan Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Nu’man ibn Basyir seperti berikut: 
-- LMW^MNYN FY TRAHMHM WTWADHM WT’AATHFHM KMTSL ALJSD ADZA ASYTKY ‘ADHWA TDA’AY LH SA^R JSDH BALSHR WALHMY, dibaca: Almu’mini-na fi- tara-humihim watawa-dihim wata’a- thifihim kamatsalil jasadi idzasy taka- ‘udhwan tada-‘a- lahu sa-iru jasadihi bissahri walhumma, artinya: Para mu’min dalam kasih mengasihi, cinta mencintai, tolong menolong, ibarat tubuh, jika ada salah satu anggota yang terkena luka, seluruh tubuh ikut menderita tidak dapat tidur dan meriang (ditimpa demam). Berdasarkan ayat (22 : 39-40) dan Shahih Bukhari yang dikutip di atas itu ummat Islam yang punya harga diri balik bertanya: "Apakah mau ikut bersama-sama menegakkan siri’ na-pacce, harga diri ummat Islam dan solidaritas atas kaum Muslimin Islam Afghanistan yang teraniaya, atau mendukung state-terrorism fundamentalis-terroris Bush-Blair itu?” 
Pertanyaan ini ditujukan pula kepada Lembaga Eksekutif serta Lembaga Legislatif Indonesia, dan supaya kedua lembaga itu dan alat-negara, yang kebanyakan terdiri dari ummat Islam juga, dapat “memahami” keinginan sweeping sebagian ummat Islam Indonesia, yang mereka anggap melanggar hukum positif itu, tidak lain karena mereka itu sedang “meriang”. Maka janganlah dihadapi dengan tindakan represif, andai kata mereka mensweeping, takutlah akan sanksi Allah SWT di Hari Pengadilan kelak.

***

Ada dua sisi dari perang antara fundamentalis-terroris Bush-Blair versus Gerakan Pelajar Islam (Thaliban). Sisi yang pertama perang konvensional, yaitu perang senjata lawan senjata dan sisi yang lain perang canggih yaitu perang informasi lawan informasi. Akhir-akhirnya fundamentalis-terroris Bush-Blair tidak berdaya dalam perang informasi di Afghanistan, karena alat propagandanya yaitu CNN, BBC, NBC; ABC telah keok di Afghanistan. Yang selama ini dengan corong pengeras suara CNN, BBC, NBC; ABC dari fundamentalis-terroris Bush dapat seenak perutnya memutar balik informasi ke dunia internasioanl. Namun sekarang dalam perang melawan mujahidin-mujahidin Afghanistan dibawah Usamah bin Ladin dan Muhammad Umar, ternyata alat-alat mesin propaganda pemimpin fundamentalis-terroris Bush dipaksa tunduk kepada strategi kaum Muslimin mujahidin Afghanistan. Sampai-sampai raja berita 24 jam CNN harus menjadi pengecer berita yang berdiri diluar pagar Afghanistan memungut berita-berita yang keluar lewat pagar negara Islam Afghanistan di perbatasan Pakistan. Memang benar-benar fundamentalis-terroris Bush dibuat tidak berkutik oleh alat-alat mesin berita mujahidin Afghanistan. Semua mass media, baik itu tv, radio, kantor-kantor berita dan surat-surat kabar harus melalui jalur dan arus yang dipancarkan oleh Al Jazirah dari Qatar. 

Fakta-fakta kerusakan akibat ledakan misil-misil fundamentalis-terroris Bush-Blair yang ditembakkan melalui pesawat-pesawat tempurnya, dan kapal-kapal laut induknya ke arah Kabul, Kandahar, Jalalabad, Kunduz, Mazar-i-Sharif, berhasil dipancarkan dan didengungkan keseluruh dunia melalui pancaran satelit al-Jazirah di Qatar. Sehingga fundamentalis-terroris Bush tidak dapat lagi membohongi dunia internasional, karena jempolan corong pengeras suara CNN hanya sekadar menjadi pengecer berita. Inilah sekadar contoh bagaimana CNN membisu. Al Jazirah memberitakan: “Four USA/UK planes have been shot down by Thaliban since yesterday, but no mention on BBC and CNN. In order to keep the moral of USA/UK air forces the media is playing deaf, dumb and blind. The wreckage of one plane along with its killed crew members have been identified including pilot. The wreckage of three others is actively sought. As soon as it is found we will inform you.” WaLlahu A’lamu bi shShawab.

*** Makassar, 14 Oktober 2001 [H.Muh.Nur Abdurrahman]

[BACK]  [HOME]

496 Kontak Bathin Seorang Sufi dengan Afghanistan

Demi keotentikan, sebagai pertanggung-jawaban kepada Allah SWT, dalam kolom ini setiap ayat Al Quran ditransliterasikan huruf demi huruf. Bila pembaca merasa "terusik" dengan transliterasi ini, tolong dilampaui, langsung ke cara membacanya saja.
Firman Allah SWT: 
-- YAYHA ALDZYN AMNWA AN JA^KM FASQ BNBA FTBYNWA AN TSHYBWA QWMA BJHALT FTSHBHWA 'ALY MA F'ALTM NADMYN (S. ALHJRAT, 6), dibaca: ya-ayyuhal ladzi-na a-manu- in ja-kum fa-siqum binabain fatabayyanu- an tushi-bu qawman bijaha-latin fatushbihu- 'ala- ma- fa'altum na-dimi-n (s. al hujura-t), artinya: Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang-orang fasiq dengan berita, maka lakukanlah klarifikasi, jangan sampai kamu tanpa pengetahuan menimpakan musibah kepada suatu kaum, lalu kamu menyesal atas perbuatanmu (49:6).
Syahdan, datanglah orang fasiq fundamentalis terrorist Bush-Blair membawa berita: Usamah ibn Laadin yang meluluh-lantakkan WTC dan Pentagon. Maka menurut ayat (49:6) berita dari orang fasiq itu diupayakan untuk diklarifikasi. Lalu kepada siapa berita itu itu mesti diklarifikasikan? Secara logika sehat tentu kepada yang tertuduh, yaitu Usamah ibn Laadin.

***
Di dalam bathinnya seorang sufi dapat merasakan jawaban klarifikasi dari Usamah ibn Laadin, sebab menurut Husni Jamaluddin (bukan Al Afghani) seorang sufi tidak merasa pintar, melainkan pintar merasa. Syahdan, KH Abdullah Gymnastiar (panggilan akrabnya Aa Gim) dalam acara Konser Amal Milad Daarut Tauhiid (DT) XI di gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Senin 15 Oktober 2001, membacakan Jawaban Klarifikasi Usamah ibn Laadin. Entah dari mana Aa Gim mendapatkan hasil kontak bathin antara sufi itu dengan Usamah ibn Laadin, itu adalah urusan Aa Gim dengan tokoh sufi yang pintar merasa tersebut.
Majelis (audience) yang memenuhi ruangan auditorium Sabuga pun menjadi terperanjat. Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian Aa Gim membacakan jawaban klarifikasi dari Usamah ibn Ladin: 

Assalamu ‘alaykum wr.wb.
Saudaraku,
Suratmu sudah kuterima
Aku baik-baik saja di sini
Aku masih minum teh di pagi hari,
menikmati sunset di sore hari,
mengendalikan bisnis, mengontrol
jaringan Al Qaidah di balik
gua-gua Afghanistan,...
Tenanglah Saudaraku di Indonesia,
jadwal kematianku tidak ditulis di
Pentagon atau Gedung Putih.
Saudaraku, 
Aku menonton aksi-aksi kalian di Indonesia 
dari jaringan TV Aljazirah
Aku senang kalian sudah mulai berani bicara
Aku suka kalian sudah bikin Bush marah-marah
Aku gembira kalian sudah bisa bilang "tidak"
Aku bahagia kalian mulai belajar jadi singa
Aku terharu kalian miskin-miskin 
tapi mau nyumbang
Aku terheran-heran kalian kecil-kecil 
tapi mau jihad ke Afghanistan
Aku pikir kalian ini anak-anak ajaib.
Saudaraku
Kalau nanti Allah 
memilihku menjadi syahid
Utusanku akan datang menemuimu
Membawa sebuah pundi kecil
Itulah darahku 
Siramlah taman jihad 
di Ambon, di Maluku Utara, dan di Poso
Tapi kalau aku bisa 
mengubur keangkuhan Amerika di sini
Aku sendiri 
yang akan datang ke Indonesia
Kamu tahu apa yang akan aku lakukan
Aku cuma mau investasi di negerimu.
Wassalam

Konser Amal bertema "Indahnya Kebersamaan" ini, tampaknya dirancang khusus untuk menyambut momentum milad DT ke 11. Sebelum di Kota Bandung, pada hari Jumat 12 Oktober 2001 diadakan acara yang sama di gedung JCC (Jakarta Convention Centre), yang berhasil mengumpulkan dana untuk Muslim Afghanistan dengan total jumlah Rp 100 juta.
"Sebagian dana itu berupa uang, dan sejumlah perhiasan emas atau perhiasan biasa. Setelah dijumlah, ternyata alhamdulillaah jumlahnya mencapai Rp 100 juta. Dana titipan umat itu kami sampaikan ke rakyat Muslim Afghanistan. Bentuknya adalah berupa obat-obatan yang dititipkan melalui tim medis MER-C Jakarta pimpinan dr. Joserizal Jurnalis, Sp.BO," jelas Aa Gim. Untuk acara konser amal di Sabuga ITB, belum selesai perhitungan jumlah dananya. 
Kegiatan yang tergolong sukses ini, dihadiri pula oleh perwakilan dari 30 ormas dan OKP tingkat Jabar. Walhasil, berbeda dengan konser-konser amal sebelumnya yang dikemas oleh "Venusa Production" pimpinan Tatang Suherman, pada konser kali ini terlihat sejumlah tamu undangan memakai seragam organisasi. Ya, suasananya mirip temu kangen atau silaturahmi akbar. Dalam kegiatan ini majelis dapat juga mengapresiasi lagu-lagu grup Bimbo yang antara lain berjudul "Antara Kabul dan Washington”, yang sempat menciptakan suasana hangat dan memancing hadirin meneriakkan takbir. WaLlahu a’lamu bishshawab.

*** Makassar, 21 Oktober 2001 [H.Muh.Nur Abdurrahman]

[BACK]  [HOME]

497. Sarlito W Sarwono Menulis Asal Menulis tentang Thaliban

Demi keotentikan, sebagai pertanggung-jawaban kepada Allah SWT, dalam kolom ini setiap ayat Al Quran ditransliterasikan huruf demi huruf. Bila pembaca merasa "terusik" dengan transliterasi ini, tolong dilampaui, langsung ke cara membacanya saja.
Sarlito W Sarwono itu guru besar UI menulis di Suara Pembaruan (11 Okt 2001) tentang Thaliban spb: Tahukah kita siapa Taliban itu? Tahukah kita siapa orang-orang yang tiba-tiba kita jadikan idola itu? Rasanya di antara yang berunjuk rasa itu tidak banyak yang tahu. Saya pun tidak. Akan halnya negara Afghanistan sendiri, sekarang dikuasai kaum Taliban, yang mengusir kaum Mujahiddin (pejuang-pejuang melawan penjajahan Rusia) dari Kabul, membunuhi pimpinan mereka, dan melarang para wanita yang keluar dari rumah tanpa muhrim sehingga banyak janda dan anak-anaknya mati kelaparan karena tidak bisa bekerja dan perempuan yang sakit mati karena tidak dapat diobati oleh dokter yang semuanya laki-laki (padahal bangsa Indonesia selamanya mati-matian membela hak asasi wanita). Sementara itu, kaum Mujahiddin yang selama ini terdesak ke bagian utara Afghanistan sudah menggerakkan tank-tanknya menuju Kabul untuk merebut kembali ibukota itu. Jadi umat Islam sendiri sedang saling bertikai. Kalau para pengunjuk rasa Indonesia dengan fanatik mengatakan bahwa mereka mendukung umat Islam, pertanyaannya adalah umat Islam yang mana yang dimaksud? 

***
Sarlito Wirawan, anda mengaku tidak mengerti tentang Thaliban, mengapa sesumbar berkomentar tentang Thaliban?. Beranikah anda bersumpah DEMI ALLAH bahwa apa yang anda komentari tentang Thaliban itu adalah benar? Anda telah mengumbar issue murahan tentang Thaliban, sanggupkah anda berhadapan dengan hisab Allah di Hari Pengadilan kelak? (Itu kalau anda beriman kepada Hari Kemudian).
Firman Allah SWT: 
-- WLA TQF MA LYSLK BH 'ALM AN ALSM'A WALBSHR WALFWaAD KL AWLaK KAN 'ANH MSaWLA (S. BNY ASRAaYL, 36), dibaca: wala- taqfu ma- laysa laka biHi- 'ilmun, innas sam.'a walbashara, walfua-da, kullu ula-ika ka-na 'anHu mas-ula- (s.bani- isra-i-l), artinya: Dan janganlah engkau memperturutkan (prasangka) yang engkau tidak tahu seluk-beluknya, karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan rasio, kesemuaya itu akan ditanya (oleh Allah SWT di Hari Pengadilan)(17:36).
Apakah anda tahu tentang Aliansi Utara yang komunis? Anda tahu siapa Rasyid Dustum? Anda tahu apa dan siapa itu Khalq dan Parcam? Betul-betul anda sangat naif dengan komentar anda yang dikunci dengan pertanyaan sbb: "Sementara itu, kaum Mujahiddin yang selama ini terdesak ke bagian utara Afghanistan sudah menggerakkan tank-tanknya menuju Kabul untuk merebut kembali ibukota itu. Jadi umat Islam sendiri sedang saling bertikai. Kalau para pengunjuk rasa Indonesia dengan fanatik mengatakan bahwa mereka mendukung umat Islam, pertanyaannya adalah umat Islam yang mana yang dimaksud?" Sebenarnya walaupun anda mengaku bodoh kurang tahu tentang Thaliban, orang bebalpun tahu bahwa pengunjuk rasa itu tentu mendukung ummat Islam yang dibom Amerika. Anda seorang guru besar, mengapa berlogika bengkok begitu! 

Boleh jadi anda mengutip dari sumber berita sekunder yang berita primernya berasal dari NGO internasional yang berkecimpung dalam "pemberdayaan perempuan" spb: "In fact, even as Taliban declare the keeping of caged birds and animals illegal, they imprison Afghan women within the four walls of their own houses. Jehadi fundamentalists such as Gulbaddin, Rabbani, Masood, Sayyaf, Khalili, Akbari, Mazari and their co-criminal Dostum have committed the most treacherous and filthy crimes against Afghan women. And as more areas come under Taliban control, even if the number of rapes and murders perpetrated against women falls, Taliban restrictions --comparable to those from the middle ages-- will continue to kill the spirit of our people while depriving them of a humane existence. "Jehadis were killing us with guns and swords but Taliban are killing us with cotton."

Sebenarnya selain issue miring mengenai perlakuan Thaliban terhadap perempuan (Taliban imprison Afghan women within the four walls of their own houses), ada tiga issue miring lainnya, yaitu: Pengungsi, Patung Budha dan Opium. Banyak penduduk Afghanistan yg tidak tahan atas perlakuan rejim Thaliban, sehingga mereka mengungsi dan berusaha mengungsi ke negara-negara lain seperti Iran, Pakistan, dan juga Australia. Pemerintahan Thaliban menghancurkan patung-patung Budha, sampai-sampai Kofi Anan turun tangan. Salah satu penghasilan dari kelompok Thaliban ini adalah dari ladang opium yg merupakan ladang opium yg terbesar di dunia. Insya-Allah ini akan diklarifikasi dalam seri yang akan datang. Secara logika sehat tentu klarifikasi itu tidak dirujuk kepada Amerika, ataupun Aliansi Utara yang komunis, melainkan kepada yang menderita issue miring, yaitu dari Thaliban sendiri, melalui Duta Besar Keliling Pemerintahan Thaliban, Sayyid Rahmatullah Hashemi, yang memberi ceramah di LosAngeles 6 bulan sebelum terjadinya serangan atas WTC-Pentagon. WaLlahu a'lamu bishshawab.

*** Makassar, 28 Oktober 2001 [H.Muh.Nur Abdurrahman]

[BACK]  [HOME]

498 Empat Issue Miring tentang Thaliban

Demi keotentikan, sebagai pertanggung-jawaban kepada Allah SWT, dalam kolom ini setiap ayat Al Quran ditransliterasikan huruf demi huruf. Bila pembaca merasa "terusik" dengan transliterasi ini, tolong dilampaui, langsung ke cara membacanya saja.

Firman Allah SWT: 
-- YAYHA ALDZYN AMNWA AN JA^KM FASQ BNBA FTBYNWA AN TSHYBWA QWMA BJHALT FTSHBHWA 'ALY MA F'ALTM NADMYN (S. ALHJRAT, 6), dibaca: ya-ayyuhal ladzi-na a-manu- in ja-kum fa-siqum binabain fatabayyanu- an tushi-bu qawman bijaha-latin fatushbihu- 'ala- ma- fa'altum na-dimi-n (s. al hujura-t), artinya: Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang-orang fasiq dengan berita, maka lakukanlah klarifikasi, jangan sampai kamu tanpa pengetahuan menimpakan musibah kepada suatu kaum, lalu kamu menyesal atas perbuatanmu (49:6).

The following is the edited version of the transcription of a lecture given by Sayyid Rahmatullah Hashemi, the roving Ambassador from Afghanistan who visited the US, at the University Of Southern California in Los Angeles, on March 10, 2001.
I was just coming from a meeting with a group of scholars, and the first thing we started talking about there was the statues. And the first thing we started talking about here was also the statues. It is very unfortunate how little they see and how little they know. Nobody has seen the problems of Afghanistan; nobody saw their problems before. And the only thing that represents Afghanistan today is the statues. 

Saya baru saja berbincang dengan sekelompok ilmuwan, dan kami memulai pembicaraan di sana dengan perkara patung-patung (Buddha yang dimusnahkan). Dan di sini (di Universitas Southern California) juga kita memulai pembicaraan lagi-lagi dengan patung-patung. Sangat disesalkan karena begitu sedikit yang mereka lihat dan mereka ketahui (mengenai Afghanistan). Tidak seorang (dari ilmuwan tersebut) yang melihat dan mengetahui akan bermacam masalah yang dihadapi oleh Afghanistan sebelumnya. Dan hanya tentang patung-patung tersebut saja yang mereka ketahui mengenai Afghanistan.

Untuk selanjutnya hanya terjemahannya saja dari ceramah itu, itupun, karena panjang, hanya yang relevan dengan keempat issue itu yang akan dikemukakan dalam terjemahan tersebut. 

Russia dengan tentara sebanyak 140,000 anggota telah menyerang Afghanistan pada bulan Desember 1979, membunuh 1.5 juta rakyat Afghanistan, melumpuhkan sejuta orang, dan 6 juta dari 18 juta rakyat Afganistan telah melarikan diri dari kekejaman Russia dan menjadi pengungsi dinegara-negara lain. Setelah Rusia dikalahkan, kelompok-kelompok Mujahidin ini tidak bersatu dibawah satu pemerintahan tetapi telah bersengketa sesama mereka sendiri di Afghanistan. Akibat dari pertempuran sesama sendiri ini lebih buruk lagi perang semasa penjajahan Russia. Sebanyak 63,000 orang telah terbunuh di Kabul. Sebanyak sejuta rakyat lagi menjadi pengungsi, melarikan diri dari situasi huruhara tersebut ke negara-negara lain. (Alhasil issue tentang pengungsi Afghanistan telah terklarifikasi, yaitu melarikan diri dari kekejaman Rusia dan akibat dari huru-hara yang ditimbulkan oleh pertempuran kelompok-kelompok Mujahidin yang lebih buruk dari perang melawan Rusia). 

Thaliban mulai ada sebagai sebuah gerakan ketika seorang "warlord" (ketuakelompok bersenjata - bandit) telah menculik dan memperkosa dua anak perempuan. Ibu bapak kedua anak perempuan tersebut telah pergi ke sebuah`pondok pesantren' dan meminta guru di sekolah tersebut menolong mereka. Guru tersebut bersama-sama 53 orang murid beliau, dengan bersenjatakan hanya 16 pucuk, pergi menyerang pangkalan bandit tersebut. Setelah membebaskan kedua kanak-kanak perempuan yang diculik itu, mereka menggantung mati sang pimpinan, juga beserta beberapa orang anak buahnya. "Kekejaman" Thaliban menggantung warlord dan para penjahat juga telah terklarifikasi.

Kisah ini tersebar luas. BBC juga telah melaporkannya. Mendengar kisah ini, maka banyak pelajar ikut bergabung dengan gerakan (Thaliban) tersebut, dan mereka mulai bertindak dengan merampas senjata-senjata dari semua bandit tsb. Gerakan pelajar ini kini menguasai 95% Afghanistan termasuk ibu kota Kabul. Hanya segelintir dari para bandit itu yang terus merajalela di bagian utara Afghanistan (mereka ini adalah Aliansi Utara). 

Kami memusnahkan sebanyak 75% tanaman opium dunia. Sebelum kami menghapuskannya, 75% pasok opium dunia dihasilkan di Afghanistan. Pada tahun lalu kami mengeluarkan perintah mengharamkan penanaman opium, dan pada tahun ini 2001, ketua Program Pengawasan Opium PBB di bawah naungan UNDCP, Mr. Barnard F. mengatakankan Afghanistan bebas sepenuhnya dari tanaman opium -- 0% of opium cultivation. Zero, zilch, kosong -- langsung tak ada lagi. Sayangnya sebanyak 700 pakar UNDCP yang memantau tanaman opium telah kehilangan pekeerjaan. Pakar-pakar PBB itu tidak menyukai bila kami mengeluarkan perintah mengharamkan tanaman opium tsb. (Issue tentang opium telah terklarifikasi). Kami minta kesabaran anda para pembaca dalam seri berikutnya tentang klarifikasi mengenai issue kaum perempuan dan penghancuran patung-patung Budha. WaLlahu a'lamu bishshawab.

*** Makassar, 4 November 2001 [H.Muh.Nur Abdurrahman]

[BACK]  [HOME]

499 Issue Miring Thaliban Mengenai Perempuan dan Patung Budha

Demi keotentikan, sebagai pertanggung-jawaban kepada Allah SWT, dalam kolom ini setiap ayat Al Quran ditransliterasikan huruf demi huruf. Bila pembaca merasa "terusik" dengan transliterasi ini, tolong dilampaui, langsung ke cara membacanya saja.
Firman Allah SWT: 
-- YAYHA ALDZYN AMNWA AN JA^KM FASQ BNBA FTBYNWA AN TSHYBWA QWMA BJHALT FTSHBHWA 'ALY MA F'ALTM NADMYN (S. ALHJRAT, 6), dibaca: ya-ayyuhal ladzi-na a-manu- in ja-kum fa-siqum binabain fatabayyanu- an tushi-bu qawman bijaha-latin fatushbihu- 'ala- ma- fa'altum na-dimi-n (s. al hujura-t), artinya: Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang-orang fasiq dengan berita, maka lakukanlah klarifikasi, jangan sampai kamu tanpa pengetahuan menimpakan musibah kepada suatu kaum, lalu kamu menyesal atas perbuatanmu (49:6).

The following is the edited version of the transcription of a lecture given by Sayyid Rahmatullah Hashemi, the roving Ambassador from Afghanistan who visited the US, at the University Of Southern California in Los Angeles, on March 10, 2001.

Adakah anda (di Amerika ini) ketahui apa yang terjadi sebelum kami memerintah? Sebelum Thaliban memerintah, kaum perempuan di kawasan luar kota diperlakukan sebagai binatang. Mereka dijual. Kami (Thaliban) menghapuskan tindakan yang sangat keji ini. Kaum perempuan tidak punya hak suara dalam memilih suami bagi mereka. Thaliban memberikan perempuan hak untuk memilih calon suami masing-masing. Suatu lagi yang jelek yang berlaku atas kaum perempuan di Afghanistan adalah mereka ditukar-tukar sebagai hadiah. Padahal tindakan ini bertentangan dengan agama. Ini sebenarnya merupakan budaya. Adalah menjadi tradisi bila dua kelompok yang bertempur ingin berdamai, maka mereka akan bertukar-tukaran perempuan. Dan tindakan keji ini sudah dihentikan oleh Thaliban.

Berlainan sekali dengan tuduhan-tuduhan yang dilemparkan, kaum perempuan di Afghanistan sebenarnya di izinkan bekerja. Kami akui, sebelum 1996, yaitu sebelum kami menaklukan ibu kota, Kabul, kami telah meminta kaum perempuan supaya tinggal di rumah. Tetapi kami tidak sekali-kali berniat untuk menyuruh mereka tinggal rumah buat selama-lamanya. Kami menerangkan kepada kaum perempuan bahwa mereka perlu tinggal rumah karena pada waktu itu keadaan huru-hara tanpa ada undang-undang dan oleh karena itu tidak aman bagi perempuan keluar rumah. Kini kami sudah melucuti senjata-senjata milik pribadi-pribadi, kami sudah membuat undang-undang, maka dengan keamanan tersebut perempuan sudah dibenarkan bekerja kembali. Kami akui Kaum perempuan kami tidak dibenarkan bekerja pada Kementerian Pertahanan seperti di Amerika ini. Kami tidak mau kaum perempuan kami jadi pilot jet tempur, atau dipergunakan sebagai objek-objek yang menghiasi iklan-iklan. Tetapi perempuan kami memang dibenarkan berkerja. Mereka bekerja di Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Pendidikan, Kesejahteraan Umum dan seterusnya.

Kami juga tidak menghalangi kaum perempuan untuk mendapatkan pendidikan. Kami diperintah (oleh Allah) untuk memberi pendidikan kepada kaum perempuan. Sebelum kami mengambil alih pemerintahan terdapat bermacam permasalahan pendidikan kurikulum yang mendidik taat setia kepada keluarga raja, pendidikan ala komunis, dan kurrikulum yang diperkenalkan oleh bermacam pihak, sehingga pelajar-pelajar menjadi bingung. Kamipun dapat menyatukan semua kurikulum yang campur baur itu. (Issue perempuan telah terklarifkasi). 

Kini kami dikenakan embargo ekonomi yang menimbulkan banyak masalah. Kami telah menderita begitu lama -- 23 tahun berperang, infrastruktur kami habis musnah, masalah pengungsi, dan masalah ranjau yang sengaja ditanam oleh Rusia di ladang-ladang kami --- tetapi tiba-tiba PBB dengan hasutan Russia mengenakan embargo ekonomi atas Afghanistan. Dan embargo ekonomi itu dijatuhkan. Beratus anak-anak mati setiap bulan karena kekurangan makanan dalam keadaan iklim yang dingin. Dunia tidak peduli. Tetapi dunia sangat peduli dengan patung-patung yang dimusnahkan. Dunia memulihkan patung-patung, sementara anak-anak kami dibiarkan mati yang berarti masa depan kami juga akan mati, maka dunia tidak berhak terhadap warisan kami. UNESCO dan sebuah NGO dari Scandinavia datang dengan proyek untuk memulihkan muka-muka patung-patung tersebut yang sudah dikikis oleh hujan. Majlis Rakyat Afghanistan memohon agar uang untuk memulihkan patung-patung tersebut digunakan untuk menyelamatkan nyawa anak-anak Afghanistan. Tetapi UNESCO dan NGO tersebut menjawab, "Tidak bisa, uang ini hanya untuk patung-patung." Kalau anda berada dalam keadaan demikian apakah yang akan anda lakukan ? Anak-anak anda akan mati di depan mata anda, anda dibawah embargo ekonomi, dan orang-orang yang memaksakan embargo ekonomi atas anda itu datang untuk memugar patung-patung. Apa yang akan anda lakukan? Kofi Annan, Sekjen PBB pergi ke Pakistan dan berjanji untuk menemui wakil Afghanistan di sana. Tetapi orang bernama Kofi Annan ini tidak mau ambil peduli penderitaan anak-anak kami akibat embargo ekonomi PBB. Kofi Annan enggan sama sekali untuk memperbincangkan masalah kemiskinan di Afghanistan, ia hanya mau memperbincangkan masalah patung-patung Buddha yang ingin dipugar itu. Ini benar-benar tidak masuk akal. Maka kami memusnahkan patung-patung tersebut. (Inilah klarifikasi tentang pemusnahan patung Budha from the other side of America). WaLlahu a'lamu bishshawab.

*** Makassar, 11 November 2001 [H.Muh.Nur Abdurrahman]

[BACK]  [HOME]

500. Peristiwa Penyebab Turunnya S alAn'am, Ayat 52

Demi keotentikan, sebagai pertanggung-jawaban kepada Allah SWT, dalam kolom ini setiap ayat Al Quran ditransliterasikan huruf demi huruf. Bila pembaca merasa "terusik" dengan transliterasi ini, tolong dilampaui, langsung ke cara membacanya saja.
Dalam bulan suci Ramadhan ini elok kiranya para elit yang masih menganggap dirinya pemimpin bangsa merenung akan peristiwa penyebab turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu S. alAn'am, ayat 52. 

Dalam sebuah majelis (seat) Nabi Muhammad SAW berkumpul bersama para sahabat yang berpakaian lusuh, berjubah bulu yang kasar, pertanda mereka orang-orang miskin. Para sahabat dalam majelis itu hampir semuanya bekas budak-belian, namun mereka semuanya adalah Mujahidin sahabat senior Nabi Muhammad SAW, seperti Salman al-Farisi, Ammar bin Yasir, Bilal, Suhayb Khabab bin Al-Arat. 

Syahdan, masuklah serombongan bangsawan Quraisy yang baru masuk islam datang ke majelis Nabi. Ketika melihat orang-orang di sekitar Nabi Muhammad SAW, mereka mencibir dan menunjukkan kebenciannya. Mereka berkata kepada Nabi, "Kami mengusulkan kepadamu agar menyediakan majelis khusus bagi kami. Orang-orang Arab akan mengenal kemuliaan kita. Para utusan dari berbagai kabilah Arab akan datang menemuimu. Kami malu kalau mereka melihat kami duduk dengan budak-budak ini. Apabila kami datang menemuimu, jauhkanlah mereka dari kami. Apabila urusan kami sudah selesai, bolehlah anda duduk bersama mereka sesukamu."

Uyainah bin Hishn menegaskan lagi, "Bau Salman alFarisi menggangguku", Uyainah menyindir bau jubah bulu yang dipakai para sahabat Nabi yang miskin itu. "Buatlah majelis khusus bagi kami sehingga kami tidak berkumpul bersama mereka. Buat juga majelis bagi mereka sehingga mereka tidak berkumpul bersama kami." Tiba-tiba turunlah malaikat Jibril AS menyampaikan Firman Allah: 
-- WLA TTHRD ALDZYN YD'AWN RBHM BALGHDWT WAL'ASYY YRYDWN WJHH MA 'ALYK MN HSABHM MN SYYa WMA MN HSABK 'ALYHM MN SYYa FTTHRD HM FTKWN MN ALZHALMYN (S. ALAN'AAM, 52), dibaca: wala- tathrudil ladzi-na yad'u-na rabbahum bil ghada-ti wal 'asyiyyi yuri-du-na wajhahu- ma- 'alayka min hisa-bi him min syay.iw wama- min hisa-bika 'alayhim min syay.in fatathruda hum fataku-na minazh zha-limi-n, artinya: Dan janganlah kamu mengusir (hai para bangsawan Quraisy) orang-orang yang menyeru Maha Pemeliharanya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka (para sahabat miskin itu). Begitu pula mereka tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (merasa berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim (6:52). 

Nabi Muhammad saw setelah menerima wahyu itu dari malaikat Jibril AS, segera menyuruh para sahabat berbaju lusuh yang veteran senior itu duduk lebih dekat lagi sehingga lutut-lutut mereka merapat dengan lutut Rasulullah saw seraya menatap berkeliling kepada para sahabat miskin itu, kemudian bersabda: "Assalam'Alaikum." Salam Nabi Muhammad SAW yang ditujukan kepada para sahabat yang berjubah bulu kasar itu, merupakan jawaban tegas atas usul para pembesar Quraisy itu. Sejak itu, apabila kaum fukara ini berkumpul bersama Nabi, beliau tidak meninggalkan tempat sebelum orang-orang miskin itu pergi. Apabila beliau masuk ke majelis, beliau memilih duduk dalam kelompok mereka.

***
Pengungsi Afghanistan yang ada di Wisma Palar Bogor, tidak disenangi oleh rakyat Indonesia sekitarnya. Menurut para pengurus Wisma Palar, pengungsi dari Afghanistan itu rewel, sebab untuk mandi, mereka sering beralasan, airnya joroklah, tidak bisa tidur karena banyak nyamuklah, seprei yang dipasang tidak rapilah, yah ciri - ciri kelas tinggi, para elit yang kaya-kaya. Coba, mereka mampu membayar biaya pelarian dari Afghanistan dengan mengeluarkan biaya sekitar 5000 sampai 25000 US Dollar. 
Dengarlah apa kata Tetsu Nakamura, seorang dokter yang bertugas melayani kesehatan para pengungsi Afghanistan di Pakistan sebelum hancurnya WTC dan Pentagon: "The people most vocal in criticizing the Taliban are upper-class Afghans who have been deprived of their privileges. Afghan women speaking critically of the Taliban are dressed in shiny silk-like costumes, with large rings on their fingers."

Alhasil, para pengungsi Afghanistan yang di Bogor tersebut adalah "bangsawan Quraisynya" Afghanistan. Mereka membenci Thaliban miskin-miskin yang berpakaian lusuh itu seperti Uyainah bin Hishn mencibir dan menunjukkan kebenciannya kepada Mujahidin miskin yang berjubah bulu kasar, sahabat senior Nabi Muhammad SAW. 

***
Arkian, hai para elit yang merasa pemimpin bangsa. Bukalah cermin di hati kalian itu.. Tariklah nafas sejenak untuk berkaca ke dalam cermin itu. Apakah kamu sekalian hai yang merasa pemimpin bangsa, tidak sampai melihat dirimu dalam cermin itu seperti pembesar Quraisy yang terganggu dengan bau tubuh orang miskin?. Atau tidak sampai seperti "upper-class" Afghan refugees yang membenci Thaliban yang miskin-miskin berpakaian lusuh itu? Apakah dalam cermin itu masih sampai terlihat refleksi kota-kota yang selama ini mesti dibersihkan dari mereka, kaum fukara, kaum pinggiran? Atau masih sampai terlihat dalam cermin itu visi bahwa kota baru gemerlap bila mereka kaum marginal disingkirkan? Atau pemandangan baru indah bila rumah-rumah kumuh digusur? Renung, renungkanlah itu semuanya dalam bulan suci Ramadhan ini! WaLlahu a'lamu bishshawab.

*** Makassar, 18 November 2001 [H.Muh.Nur Abdurrahman]

[BACK]  [HOME]

This site is hosted for FREE by Freewebs.com. Click here to get your own Free Website!