henderi

Blog

view:  full / summary

INTERNATIONAL CONFERENCE ON CREATIVE COMMUNICATION AND INNOVATIVE TECHNOLOGY 2009

Posted by henderi at 04:28 AM on January 20, 2009 Comments comments (0)

INTERNATIONAL CONFERENCE
ON CREATIVE COMMUNICATION AND INNOVATIVE TECHNOLOGY 2009
(ICCIT-09)
16-17 June 2009, Jl. Jendral Sudirman No. 40 Tangerang Banten Indonesia
http://www.pribadiraharja.com/iccit/, henderi@pribadiraharja.com

By: Henderi, M. Kom. [Co Chairman Organizing Commitee]

The International Conference on Creative Communication and Innovative Technology (ICCIT) is organized by Raharja Institution together with APTIKOM (The Association of Computer and Informatics Higher-Learning Institutions in Indonesia). It will be held in Tangerang. Located just 10 minutes drive from the Soekarno-Hatta International airport of Indonesia, the campus is professionally managed and equipped with the state-of-the-art facilities that provides enhanced learning tertiary experience for the locals and beyond. In Tangerang, Raharja Institution is known to be the best institute of higher learning in the city with population of 5 millions. In addition, it's ranked as the top 100 best universities in the Republic of Indonesia.

The technology is being used in increasingly innovative and creative ways, and creates unique solutions, such as web designing, multimedia (video, animation, 2D and 3D interactive), content creation, animation, embedded sensors, e-learning, video conferencing, films, business (development, project management and commercialization) and education (teaching, writing and research).

ICCIT'09 is a leading conference for the academia, scientists, researchers, engineers and industrial practitioners from all over the world to present and discuss the latest development and advancement of their research in the area of information technology on Creative Communication and Innovative Technology (CCIT). Prospective authors are invited to submit full papers describing original research work in areas including but not limited to:

Computer Informatics: Database, System Information, Artificial Informatics, Programming, Fundamental of Computer Science.

Multimedia Information Analysis: Machine learning algorithms for multimedia information analysis and extraction, Semantic content understanding and recognition, Media information processing, delivery and management.

Industrial Informatics: Human-machine interactions, Intelligent automation, Intelligent transportation system, Manufacturing execution systems, Networked embedded controllers, Machine-to-machine, Condition based maintenance, SOA, Multi-agent systems.

Computational Intelligence: Artificial neural network, Fuzzy systems, Genetic algorithm, Evolutionary computing, Machine learning, Data mining.

Signal Processing: Image processing, Computer vision, Bio-image processing, Audio/video processing, Data processing, Estimation and identification, Remote sensing, multi-dimensional signal processing, high dynamic range image processing, Speech processing, Pattern recognition.

Information Technology Governance, Internet Security, and Technology System Audit IT Governance recognizes, framework for IT governance, Corporate Governance Information, protection of a computer's internet account, examination of the controls within an Information technology (IT) infrastructure, etc.

This two day program is conducted in conjunction with several activities APTIKOM National Assembly, Raharja Career Exhibition, Vendor Technical Workshop, INHERENT- Web cast Learning, Multimedia Audio Visual and Broadcasting (MAVIB) Show and Industry Networking.

Paper Submission: Prospective authors are invited to submit full papers to the Conference website address http://www.pribadiraharja.com/iccit/ or email to iccit@pribadiraharja.com by 1 June 2009. All submitted papers must be in the form of .pdf or .ps file and not exceeds 6 double?column pages of A4 size paper, in 10 pt Times New Roman single spacing, including figures, tables and references. A template showing the preferred format is available for download from the website. Upon acceptance, authors will be required to register and present their papers. Papers will be published in the conference proceedings only if at least one of the authors is officially registered. Each registration covers a maximum of two papers.

Registration Fee: Registration Fee Published articles will be charge Rp.500.000 each, Participant Non Paper Rp.250.000.

Registration fee can be paid to the International Conference secretariat or by STMIK Raharja account, Mandiri Bank Ahmad Yani Branch Tangerang, Indonesia. Account No. 155-00-0920345. A copy of proof of payment must be sent to the CCIT Journal Secretariat by email to iccit@pribadiraharja.com or fax (6221)-55529742.

 


KEYNOTE ADDRESS will be delivered in a panel discussion forum by Industrial and academic experts in the field of Creative Communication and Innovative Technology :

  • Prof. Richardus Eko Indrajit (APTIKOM) : "Global Trend on Creative Communication and Innovative Technology: the Challenges Ahead"
  • Prof. Rahmat Budiarto (University Sains Malaysia) : ".... "
  • Prof. Suryo Guritno (Gadjah Mada University, Indonesia) : "...."
  • Dr. Richard Mengko (Ministry of Reseach and Technology) : "Unleashing the Potential within the Indonesian Creative Industry"
Moderated by: Peni Cameron (AINAKI - Asosiasi Industri Animasi & Konten Indonesia)

Important Dates
Extended Deadline for Full Paper submission 15 March 2009
Notification of Acceptance 05 April 2009
Deadline for Camera Ready Manuscript Submission 03 May 2009
Deadline for Authors? Registration 01 June 2009

 


 
 
   
  Presented By:  
 
www.raharja.ac.id
 
  Partnering With:
 
 
 
 
  Supported By:
 
 
 
 
 
   Sponsor By:  
     
Endorsed By:    
 

Raharja Enrichment Centre (REC) Kampus Unggulan Laksanakan BINTEK

Posted by henderi at 10:15 PM on December 01, 2008 Comments comments (0)

Raharja Enrichment Centre (REC) Kampus Unggulan Raharja

Laksanakan Pelatihan BINTEK Kepada Jajaran Satuan Kerja

Perangkat Dinas PEMDA Kota Tangerang ? Banten

 

Oleh: Henderi, M. Kom.*)

 

 Mulai hari ini, Selasa 2 sampai dengan 4 Desember 2008 Raharja Enrichment Centre (REC) Kampus Unggulan Raharja Tangerang melaksanakan bimbingan teknis (BINTEK) komputer kepada jajaran Satuan Kerja Perangkat Dinas PEMDA Kota Tangerang ?Banten. Kegiatan ini dilaksanakan oleh REC bekerjasama dengan Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) Kota Tangerang.  Materi yang akan disampaikan dalam kegiatan BINTEK adalah mengenai jaringan komputer dan praktek trouble shooting.

 

Raharja Enrichment Centre (REC) sebagai Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat melaksanakan kegiatan BINTEK ini sebagai wujud nyata peranserta Kampus Unggulan Raharja dalam meningkatkan pemahaman dan kompetentsi masyarakat khususnya kepada Jajaran Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) Pemda Kota Tangerang dibidang komputer. Melalui kegiatan ini diharapkan para jajaran SKPD Kota Tangerang dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensi dalam menerapkan ICT sehingga dapat mendukung pelaksanaan prinsip-prinsip good governance dalam berbagai kegiatan Dinas dan pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu bagi Kampus Unggulan Raharja Tangerang kegiatan ini bisa dijadaikan wahana membangun kerjasama yang baik dengan PEMDA Kota Tangerang berbagai salah satu stakeholder pendidikan tinggi.

 

*) Lektor dan Dosen Analys and Design System di Kampus Unggulan STMIK Raharja - Tangerang

 

UML: Pengantar Class Diagram

Posted by henderi at 05:39 AM on November 17, 2008 Comments comments (1)

BAB III

CLASS DIAGRAM

Oleh: Henderi, M. Kom.

 

3.1 Definisi Class Diagram

Class adalah kumpulan objek-objek dengan dan yang mempunyai struktur umum, behavior umum, relasi umum, dan semantic/kata yang umum. Class-class ditentukan/ditemukan dengan cara memeriksa objek-objek dalam sequence diagram dan collaboration diagram. Sebuah class digambarkan seperti sebuah bujur sangkar dengan tiga bagian ruangan. Class sebaiknya diberi nama menggunakan kata benda sesuai dengan domain/bagian/kelompoknya (Whitten L. Jeffery et al, 2004).

Class Diagram adalah diagram yang menunjukan class-class yang ada dari sebuah sistem dan hubungannya secara logika. Class diagram menggambarkan struktur statis dari sebuah sistem. Karena itu class diagram merupakan tulang punggung atau kekuatan dasar dari hampir setiap metode berorientasi objek termasuk UML (Henderi, 2008). Sementara menurut (Whitten L. Jeffery et al 2004:432) class diagram adalah gambar grafis mengenai struktur objek statis dari suatu sistem, menunjukan class-class objek yang menyusun sebuah sistem dan juga hubungan antara class objek tersebut.

Elemen-eleman class diagram dalam pemodelan UML terdiri dari: Class-class, struktur class, sifat class (class behavior), perkumpulan/gabungan (association), pengumpulan/kesatuan (agregation), ketergantungan (dependency), relasi-relasi turunannya, keberagaman dan indikator navigasi, dan role name (peranan/tugas nama).

3.2 Simbol dan Notasi Dasar Class Diagram

Classes merepresentasikan sebuah abstraksi dari entitas-entitas dengan sifat-sifat atau karakteristik yang bersifat umum. Asosiasi (perkumpulan/persatuan) merepresentasikan relasi (hubungan) antara class-class.

 

Gambar 3.1

Classes
Ilustrasikan/gambarkan classes dengan bentuk empat persegi panjang yang dibagi kedalam ruang-ruang terpisah (compartments).
Nama class ditempatkan pada bagian pertama (rata tengah, di-bold, dan Huruf besar), daftar atribut diletakan pada bagian kedua, dan tuliskan operasi-operasi pada class dibagian ketiga (gambar 3.1)

 

 

   Gambar 3.2

Active Classes

Active classes adalah class yang memulai dan mengontrol aliran/arus/arah  aktifitas. Sementara passive class menyimpan data dan melayani (men-serve) class yang lain. Gambarkan active class pada sebuah bolder tebal dibagian tengah (gambar 3.2)

 

Gambar 3.3

 

Visibility
Gunakan penilai visibility (?penglihatan?) untuk menandakan siapa yang bisa mengakses informasi-informasi yang diisi kedalam sebuah class. Private visibiliy artinya informasi yang ada dalam sebuah class disembunyikan/dipartisi dari pihak luar. Public visibility mengijinkan semua class yang lainnya untuk melihat nilai informasi. Protected visibility mengijinkan class-class yang ada yang merupakan turunannya untuk mengakses informasi yang ada didalamnya karena mereka merupakan class turunan dari class induknya/inherited (gambar 3.3)

 

Gambar 3.4

Associations
Associations adalah representasi/gambaran relasi statis diantara class-class. Tempatkan nama associations pada bagian atas, di, atau dibawah garis associations.
Gunakan tanda anak panah yang berisi sebuah kata yang mengindikasikan relasi secara langsung. Letakan role (aturan/ ketentuan) pada bagian akhir associations. Aturan merepresentasikan arah bagi kedua kelas untuk saling berhubungan satu sama lain (gambar 3.4). Pada umumnya sebuah ?nama? tidak digunakan untuk menunjukan role sebuah class.

 

            Dalam associations terdapat roles (aturan/ketentuan) yang disebut dengan multiplicity. Multiplicity adalah jumlah kejadian minimum dan maksimum dari satu object/class untuk satu kejadian tunggal dari object/class yang terkait (Whetten L. Jeffery et al, 2004:414).

UML: Pengantar Use Case Diagram

Posted by henderi at 05:14 AM on November 17, 2008 Comments comments (1)

BAB II

USE CASE DIAGRAM

Oleh: Henderi, M. Kom.

 

 

2.1 Definisi Use Case Diagram

Use Case diagram adalah model fungsional sebuah sistem yang menggunakan actor dan use case. Use Case adalah layanan (services) atau fungsi-fungsi yang disediakan oleh sistem untuk pengguna-penggunanya (Henderi et al, 2008). Use Case adalah suatu pola atau gambaran yang menunjukan kelakukan atau kebiasaan sistem. Setiap Use Case adalah suatu urut-urutan (sequence) transaksi yang saling berhubungan dan dilakukan oleh sebuah actor dan sistem dalam bentuk sebuah dialog (Henderi, 2007). Use Case Diagram dibuat untuk memvisualisasikan/ menggambarkan hubungan antara Actor dan Use Case. Use Case diagram mempresentasikan kegunaan atau fungsi-fungsi sistem dari perspektif pengguna.

2.2 Simbol dan Notasi Dasar Use Case Diagram

 

      Gambar 2.1

Sistem

Gambar batasan (boundries) sebuah sistem menggunakan empat persegi panjang yang berisi use case-use case. Tempatkan actor-actor yang terlibat pada setiap use case pada bagian luar boundaries sistem  (gambar 2.1)



 

Gambar 2.2

Use Case

Gambar use cases menggunakan lingkaran berbentuk bulat telur (ovals) Beri nama ovals tersebut dengan kata kerja (verbs) yang menggambarkan fungsi-fungsi sistem (gambar 2.2)

 

Gambar 2.3

 

Actors
Actors adalah para pengguna (users) dari sebuah sistem. Kadangkala sebuah sistem adalah merupakan actors bagi sistem yang lain, beri nama actors sistem tersebut dengan streotipe (bentuk klise/tiruan) actor (gambar 2.3).
Actor adalah seseorang atau sesuatu yang harus berinteraksi dengan sistem atau sistem yang dibangun/dikembangkan

 

Gambar 2.4

Relationships
Ilustrasikan atau gambaran relasi/hubungan antara sebuah actor dan use case dengan sebuah garis sederhana. Untuk relasi-relasi antara use cases, gunakan tanda anak panah-anak panah pada ?uses? yang lainnya atau gunakan ?extends?. Suatu relasi ?uses? mengindikasikan bahwa ada use case yang dibutuhkan oleh use case yang lain untuk melakukan sebuat permintaan (task). Sementara suatu relasi ?extends? mengindikasikan beberapa alternatif opsi (pilihan) tertentu pada tingkatan yang lebih bawah yang ada pada use case (gambar 2.4)

 

Bersambung....

UML: Konsep dan Implementasinya Pada Pemodelan Berorientasi Objek dan Visual

Posted by henderi at 04:59 AM on November 17, 2008 Comments comments (2)

BAB I

PENDAHULUAN

Oleh: Henderi, M. Kom.

 

1.1 Sejarah Unified Modeling Language (UML)

Tahun 1994, Grady Boch dan James Rumbaugh bergabung untuk menggunakan metode berorientasi objek. Ivan Jacobson bergabung pada tahun 1995, dan mereka bertiga fokus membuat suatu bahasa pemodelan objek standar sebagai ganti dari pendekatan atau metode objek standar. Berdasarkan kerja mereka dan hasil kerja lainnya pada industri, Unified Modeling Language (UML) versi 1.0 dirilis pada tahun 1997.

Unified Modeling Language (UML) tidak menentukan metode untuk sistem-sistem pengembangan, tetapi sudah diterima luas sebagai standar untuk pemodelan objek. Object Management Gorup/OMG, badan standar industri, mengadopsi UML pada bulan November 1997 dan terus bekerja sama untuk meningkatkannya berdasarkan kebutuhan industri. Pada saat ini, salah satu industri telah merilis sebuah sofware yang mendukung UML yaitu Visual Paradigm 6.4 Interprise edition. Berbagai industri juga bermunculan dan mendukung penggunaan UML dengan berbagai produk, diantaranya Rational Rose, SmartDraw, dan lain-lain.

1.2 Definisi Unified Modeling Language (UML)

Unified Modeling Language (UML) merupakan satu kumpulan konvensi pemodelan yang digunakan untuk menentukan atau menggambarkan sebuah sistem software yang terkait dengan objek (Whitten L. Jeffery et al, 2004). Sementara menurut Henderi (2007: 4) Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah bahasa pemodelan yang telah menjadi standar dalam industri software untuk visualisasi, merancang, dan mendokumentasikan sistem perangkat lunak. Bahasa Pemodelan UML lebih cocok untuk pembuatan perangkat lunak dalam bahasa pemrograman berorientasi objek (C++, Java, VB.NET), namun demikian tetap dapat digunakan pada bahasa pemrograman prosedural (Ziga Turck, 2007)

Unified Modeling Language (UML) biasa digunakan untuk (Henderi, 2007 :11)

1.      Menggambarkan batasan sistem dan fungsi-fungsi sistem secara umum, dibuat dengan use case dan actor

2.      Menggambarkan kegiatan atau proses bisnis yang dilaksanakan secara umum, dibuat  dengan interaction diagrams

3.      Menggambarkan representasi struktur statik sebuah sistem dalam bentuk class diagrams

4.      Membuat model behavior ?yang menggambarkan kebiasaan atau sifat sebuah sistem? dengan state transition diagrams

5.      Menyatakan arsitektur implementasi fisik menggunakan component and development diagrams

6.      Menyampaikan atau memperluas fungsionality dengan stereotypes (Ziga Turck, 2007)

UML merupakan salah satu alat bantu yang sangat handal dalam bidang pengembangan sistem berorientasi objek karena UML menyediakan bahasa pemodelan visual yang memungkinkan pengembang sistem membuat blue print atas visinya dalam bentuk yang baku. UML berfungsi sebagai jembatan dalam mengkomunikasikan beberapa aspek dalam sistem melalui sejumlah elemen grafis yang bisa dikombinasikan menjadi diagram. UML mempunyai banyak diagram yang dapat mengakomodasi berbagai sudut pandang dari suatu perangkat lunak yang akan dibangun. Diagram-diagram tersebut digunakan untuk (Henderi et al, 2008:71):

1.      Mengkomunikasikan ide

2.      Melahirkan ide-ide baru dan peluang-peluang baru

3.      Menguji ide dan membuat prediksi

4.      Memahami struktur dan relasi-relasinya

1.3 Konsep Pemodelan Menggunakan Unified Modeling Language (UML)

            Pemodelan menggunakan Unified Modeling Language merupakan metode pemodelan berorientasi objek dan berbasis visual. Karenanya pemodelan menggunakan UML merupakan pemodelan objek yang fokus pada pendefinisian struktur statis dan model sistem informasi yang dinamis daripada mendefinisikan data dan model proses yang tujuannya adalah pengembangan tradisional. UML menawarkan diagram yang dikelompokan menjadi lima perspektif berbeda untuk memodelkan suatu sistem. Seperti satu set blue print yang digunakan untuk membangun sebuah rumah.

1.3.1 Diagram Dasar dalam Unified Modeling Language (UML)

Berikut ini adalah penjelasan mengenai berbagai diagram UML serta tujuannya:

1.      Model Use Case Diagram

Use Case Diagram secara grafis menggambarkan interaksi antara sistem, sistem eksternal, dan pengguna. Dengan kata lain Use Case diagram secara grafis mendeskripsikan siapa yang akan menggunakan sistem dan dalam cara apa pengguna (user) mengharapkan interaksi dengan sistem itu. Use Case secara naratif digunakan untuk secara tekstual menggambarkan sekuensi langkah-langkah dari setiap interaksi.

2.      Diagram Struktur Statis

UML menawarkan dua diagram untuk memodelkan struktur statis sistem informasi, yaitu:

a.Class Diagram: menggambarkan struktur object sistem. Diagram ini menunjukan class object yang menyusun sistem dan juga hubungan antara class object tersebut

b.Object Diagram: serupa dengan class diagram, tetapi object diagram memodelkan isntance object actual dengan menunjukan nilai-nilai saat ini dari atribut instance. Object Diagram menyajikan ?snapshot/potret? tentang objek sistem pada point waktu tertentu. Diagram ini tidak digunakan sesering Class Diagram, tetapi saat digunakan dapat membantu seorang developer memahami struktur sistem secara lebih baik.

3.      Diagram Interaksi

Diagram interaksi memodelkan sebuah interaksi, terdiri dari satu set objek, hubungan-hubungannya, dan pesan yang terkirim di antara objek. Model diagram ini memodelkan behavior (kelakuan) sistem yang dinamis dan UML memiliki dua diagram untuk tujuan ini, yaitu:

a.Diagram rangkaian/Sequence Diagram: secara grafis menggambarkan bagaimana  objek berinteraksi dengan satu sama lain melalui pesan pada sekuensi sebuah use case atau operasi. Diagram ini mengilustrasikan bagaimana pesan terkirim dan diterima di antara objek dan dalam sekuensi atau timing apa.

b.Diagram kolaborasi/Collaboration Diagram: serupa dengan diagram rangkaian/sekuensi, tetapi tidak fokus pada timing atau sekuensi pesan. Diagram ini justru menggambarkan interaksi (atau kolaborasi) antara objek dalam sebuah format jaringan.

Diagram rangkaian maupun diagram kolaborasi merupakan isomorphic artinya kita dapat mengubah dari satu diagram ke diagram lain.

4.      Diagram State/State Diagram

UML memiliki sebuah diagram untuk memodelkan behavior objek khusus yang kompleks (statecahrt) dan sebuah diagram untuk memodelkan behavior dari sebuah use case atau sebuah metode, yaitu:

a.Diagram statechart: digunakan untuk memodelkan behavior objek khusus yang dinamis. Diagram ini mengilustrasikan siklus hidup objek-berbagai keadaan yang dapat diasumsikan oleh objek dan event-event (kejadian) yang menyebabkan objek beralih dari satu state ke state lain.

b.Diagram aktivitas/Activity Diagram: secara grafis digunakan untuk menggambarkan rangkaian aliran aktivitas baik proses bisnis maupun use case. Activity diagram dapat juga digunakan untuk memodelkan action yang akan dilakukan saat sebuah operasi dieksekusi, dan memodelkan hasil dari action tersebut.

5.      Diagram Implementasi

Diagram implementasi juga memodelkan struktur sistem informasi, yaitu:

a.Diaram komponen/Component Diagram: digunakan untuk menggambarkan organisasi dan ketergantungan komponen-komponen software sistem. Komponen diagram dapat digunakan untuk menunjukan bagaimana kode pemrograman dibagi menjadi modul-modul (atau komponen).

b.Diagram penguraian/Deployment: digunakan untuk mendeskripsikan arsitektur fisik dalam istilah ?node? untuk hardware dan software dalam sistem. Diagram ini menggambarkan konfigurasi komponen-komponen software real-time, prosesor, dan peralatan yang membentuk arsitektur sistem.

 

Bersambung...

 

P U S T A K A 

 

 

 

Henderi, 2007, Analysis and Design System with Unified Modeling Language (UML), STMIK Raharja, Tangerang

______, 2007, Advanced Modeling with Unified Modeling Language (UML), STMIK Raharja, Tangerang

______, 2007, Perancangan Sistem Informasi. Diakses pada tanggal 15 Juli 2007 dari http://www.rme.com/rce/materi.asp?km=SI111&fol=henderi&kd=02019

Henderi, Efana Rahwanto, Arie Waskito, 2007, Toturial Unified Unified Modeling Language (UML), Perguruan Tinggi Raharja Tangerang

Henderi, Euis Siti Nuraisyh, dan Efana Rahwanto, 2008, Handout Workshop Unified Unified Modeling Language (UML) dan Toturial Visual Paradigm For UML Enterprice Edition. Diakses pada tanggal 17 Juni 2008 dari  http://www.stmik-raharja.com/Henderi2/rec/UML.htm

Henderi, Padeli, dan Suyaton, 2008, Membangun E-Procurement dengan Prinsip Good Governance dengan Visual UML. Creative Communication and Innovative Technology (CCIT). 2 (3), 69-79

Miller Randy, Practical UML: A Hands-On Introduction for Developers. Diakses pada tanggal 14 Mei 2008 dari: www.Sequence-Diagram-Hands-On Introduction for Developers.mht

Whitten L Jeffery, Bentley D. Lonnie, Dittman C. Kevin, 2004, Metode Desain dan Analisis Sistem, Edisi 6., Edisi Internasional Mc.Graw Hill Education dan Penerbit Andi Jogyakarta

Ziga Turck, Assoc. Prof., What is UML, Istambul Techincal University, MBA in Contruction Informatics, Rational Corporation Istambul. Diakses pada 4 Desember 2007 dari: www.rational.com dan http://www.gdpro.com/what_is_uml.html

 

Posted by henderi at 05:07 AM on October 21, 2008 Comments comments (0)

Peranan IT Governance Dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi:

Permasalahan, Rencana Pengembangan dan Strategi Penerapan

 

Oleh: Henderi, Abas Sunarya

 

 

henderi@yahoo.com

 

STMIK Raharja Tangerang Jl. Jendral Sudirman No. 40 Cikokol Tangerang

 

Abstraksi

Penerapan Information technology (IT) dalam sistem kerja oleh berbagai jenis organisasi secara umum bertujuan untuk meningkatkan kinerja, mencapai tujuan dan sasaran, dan keunggulan kompetitif organisasi. Namun demikian tidak semua organisasi yang telah memanfaatkan IT dapat mencapai tujuan tersebut dengan baik. Hal ini disebabkan oleh berbagai permasalahan diantaranya: 1) adanya penolakan dan resistensi oleh kalangan internal perusahaan, 2) masih terbatasnya sumber daya manusia yang menguasai dan kompeten dibidang IT dan IT governance, 3) belum adanya blue print penerapan IT secara menyeluruh, belum diterapkannya IT governance, dan berbagai permasalahan yang lainnya. Akar permasalahannya adalah para manajer dan pemimpin organisasi belum memahami dan belum menerapkan prinsip-prinsip IT governance dengan baik dalam penerapan IT pada sistem kerja organisasi. Untuk itu artikel ini memuat dan menjelaskan konsep, tujuan, pilar kritis dan prinsip penerapan IT governance, strategi pengembangan dan implementasi progam IT secara efektif untuk meningkatkan peranan IT terhadap peningkatan kinerja organisasi. Melalui pembahasan ini para pemimpin perusahaan diharapkan termotivasi untuk menerapkan IT governance secara baik untuk mencapai tujuan dan sasaran perusahaan yang telah ditetapkan.

Kata kunci: Information technology, IT governance, blue print

Pendahuluan

Information technology (IT) menawarkan banyak peluang kepada perusahaan dan berbagai organisasi untuk meningkatkan atau mentransformasi produksi, pelayanan, pasar, proses kerja, dan hubungan-hubungan bisnis. Untuk mengoptimalkan peluang tersebut perlu disusun penerapannya secara hati-hati antara teknologi dan spesialis bisnis perusahaan. Pada beberapa kasus cara meng-utilisasi IT perusahaan dan pengaruhnya, penyelenggaraan IT perusahaan telah dipandu dengan hati-hati melalui penerapan kebijakan IT governance dan prosedur-prosedur. Namun demikian laporan dari Meta Group menyatakan bahwa lebih dari 80% dari 2000 perusahaan global tidak mempunyai komite governance. Analis perusahaan juga memperkirakan bahwa 50% dari perusahaan akan berusaha untuk meningkatkan kebijakan IT governance-nya [1]. Sementara itu, Meta Group juga menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan yang mempunyai kebijakan IT governance yang baik dapat mencapai paling sedikit 20% hasil aset perusahaan jika dibandingkan dengan perusahaan yang governance-nya lebih lemah. Dari aspek kinerja perusahaan, penerapan IT governance yang baik dan efektif juga dapat meningkatkan capaian kinerja hingga mencapai 20% [2]. Laporan dan pendapat ini sejalan dengan laporan hasil evaluasi penerapan IT pada proses perkuliahan dan keuangan di Perguruan Tinggi Unggulan Raharja yang menyatakan bahwa penerapan konsep dan prinsip IT governance telah meningkatkan kinerja bagian keuangan hingga mencapai 20.3 % pada bulan pertama, dan meningkat menjadi 40,9% pada bulan kedua [3]. Dilain pihak, cukup banyak pula perusahaan yang telah menerapkan IT untuk mendukung pelaksanaan proses bisnisnya menyatakan belum puas dengan kinerja dan peranan IT terhadap peningkatan kinerja, pelayanan dan keuntungan bisnis perusahaan.

Peranan IT terhadap peningkatan kinerja perusahaan yang cukup signifikan, keberhasilan beberapa perusahaan meningkatkan capaian tujuan dan sasaran, kemampuan kompetitif, dan keuntungan bisnisnya melalui penerapan IT governance telah banyak menginspirasi para pemimpin perusahaan. Pimpinan berbagai perusahaan telah membuat berbagai usaha untuk meningkatkan pemahaman tentang bagaimana IT dioperasikan, dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana IT dapat digunakan untuk mempengaruhi bisnis, meningkatkan kinerja, mencapai tujuan dan sasaran, dan meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan.

Permasalahan

Sejak dua dekade terakhir sebagian besar perusahaan dan organisasi telah membentuk unit kerja atau departemen khusus yang diberi tugas, wewenang, dan tanggung jawab untuk mengelola penerapan IT untuk mendukung operasional dan peningkatan kinerja perusahaan. Perusahaan dan organisasi tersebut memberikan berbagai nama kepada unit kerja yang mengelola IT, diantaranya: EDP, Departemen IT, Departemen SIM, dan lain-lain. Namun demikian usaha para pimpinan perusahaan dalam menerapkan IT untuk meningkatkan kinerja, meningkatkan keuntungan bisnis dan kemampuan kompetitif organisasi tidak semua berhasil dengan baik dan sesuai dengan harapan. Bahkan tidak jarang penerapan IT memunculkan beberapa permasalahan baru bagi perusahaan, diantaranya: 1) Adanya penolakan dan resistensi oleh kalangan internal perusahaan, 2) Masih terbatasnya sumber daya manusia yang menguasai dan kompeten dibidang IT dan IT governance, dan 3) Belum adanya blue print penerapan IT secara menyeluruh, dan belum diterapkannya IT governance. Akibatnya penerapan IT belum mampu meningkatkan dan memperbaiki kinerja perusahaan secara signifikan. Permasalahan-permasalahan ini timbul karena perusahaan atau organisasi tersebut belum mengetahui dan memahami konsep, tujuan, dan strategi penerapan IT governance untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Pembahasan

Kajian Teori

I. Definisi IT Governance

            IT governance merupakan usaha mensinergikan peran IT dan governance dalam mencapai sasaran dan tujuan organisasi. IT fokus kepada teknologi sementara governance fokus kepada tata kelola. Karenanya definisi governance pada tatanan IT governance adalah sebagai suatu kumpulan manajemen, perencanaan dan laporan kinerja, dan tinjauan proses-proses yang berhubungan dengan keputusan yang benar dan tepat, menetapkan kontrol, dan pengukuran kinerja diatas kunci penanam modal, pelayanan operasional, pengiriman dan meng-otorisasi perubahan peluang baru atau pemenuhannya sesuai peraturan, hukum dan kebijakan-kebijakan. Tata kelola menyusun, membentuk dan menjelaskan kekeliruan atau kesalahan, pertanggung jawaban dan keputusan yang tepat. IT governance merupakan tanggung jawab dari Dewan Direktur dan Manajemen Eksekutif. IT governance adalah suatu bagian utuh dari tata kelola perusahaan dan terdiri dari pimpinan dan struktur organisasi dan proses-proses yang menjamin keberlanjutan IT organisasi mengembangkan dan memperluas strategi dan tujuan organisasi. Dengan demikian IT governance dapat didefinisikan sebagai ?keputusan yang benar dan dalam bingkai yang bisa di minta pertanggung-jawaban untuk mendorong keinginan dan kebiasaan penggunaan teknologi informasi? [1]. IT governance dapat juga dipahami sebagai landasan kerja yang mengukur dan memutuskan teknologi informasi dengan mempertimbangkan maksud, tujuan, dan sasaran bisnis perusahaan. Definisi tersebut sejalan dengan elemen pokok IT governance yang terdiri dari: 1. Manajemen kinerja (Peformance Management), 2. Manajemen Resiko (Risk Management), 3. Manajemen Investasi (Inverment Management), dan 4. Penjajaran Bisnis (Business Alignment) [4].

 

Gambar 2. Komponen IT Governance [4]

 

II. Pemecahan Masalah

A.Permasalahan 1: Adanya Penolakan/Resistensi oleh Kalangan Internal 

    Perusahaan

            Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa penerapan sesuatu yang baru akan mengalami penolakan/resistensi oleh kalangan internal perusahaan atau organisasi. Satu diantara perusahaan yang mengalamai permasalahan ini adalah PT. Anugerah Securindo Indah di Jakarta ketika akan menerapkan prinsip IT governance. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 2001 sebelumnya telah menggunakan IT untuk mendukung kegiatan back office dan front office perusahaannya. Namun karena belum mengetahui dan memahami bahwa penerapan IT governance dapat meningkatkan kinerja perusahaan, maka prinsip dan cara kerja IT governance belum diterapkan. Akibatnya sistem back office dan front office yang dimiliki PT. Anugerah Securindo Indah belum terintegrasi satu sama lain. Baru pada tahun 2006 IT governance mulai dipahami oleh manajemen dan diterapkan di PT. Anugerah Securindo Indah yang diawali pada bagian  proses bisnis remote trading. Melalui penerapan IT governance maka sistem back office dan front office PT. Anugerah Securindo Indah selanjutnya mulai diintegrasikan. Pada awal penerapannya, beberapa kalangan internal PT. Anugerah Securindo Indah melakukan penolakan. Penolakan terjadi karena pada sistem yang baru (yang telah menerapkan prinsip IT governance) proses peng-input-an order harus menggunakan broker reference. Broker reference artinya sejenis Kode Nasabah. Sementara pada sistem yang lama (yang belum menerapkan prinsip IT governance) Kode Nasabah tidak perlu di-input [5]. Kalangan internal perusahaan PT. Anugerah Securindo Indah menilai sistem yang baru ini menambah rumit pekerjaan dan proses order. Untuk mengatasi permasalahan ini maka Presiden Direktur PT. Anugerah Securindo Indah menerapkan salah satu pilar kritis dari efektivitas IT governanace yaitu pilar kepemimpinan, organisasi dan keputusan yang benar dengan cara menjadi Pemimpin yang termotivasi untuk menjadi agen perubahan yang berbakat dan berkompeten, dengan sikap dan tolak ukur yang kuat. Melalui prinsip ini maka perlahan namun pasti seluruh jajaran manajemen dan karyawan PT. Anugerah Securindo Indah mendukung penerapan IT governance yang diawali pada bagian remote trading. Berikut ini adalah pilar kritis yang mempengaruhi efektivitas IT governance yang harus menjadi perhatian oleh perusahaan atau organisasi:

1.Kepemimpinan, organisasi dan keputusan yang benar.

Mendefinisikan struktur organisasi, peraturan dan pertanggung jawaban keputusan yang benar (pengaruh dan pembuat keputusan) pemberian visi dan interface atau itegrasi yang menekankan hal-hal:

?  Tugas dan tanggung jawab didefinisikan dengan bertanggung jawab dan sangat baik kepada masing-masing komponen dan proses IT governance, termasuk hirarki pengendalian dan peninjauan untuk otorisasi investasi, resolusi atau pemecahan persoalan dan peninjauan berkala secara resma.

?  Penjelasan dan interface perjanjian atau kontrak ada untuk pekerja internal dan eksternal dan dapat dipenuhi/diberikan.

?  Pemimpin yang termotivasi dengan agen perubahan yang berbakat dan berkompeten, sikap dan tolak ukur yang kuat.

2.Pleksibelitas dan Skala Proses.

Model IT governance ditempatkan, difokuskan dan ditekankan secara keras kepada proses implementasi dan perbaikan:

?  Pendefinisian proses-proses dengan baik, pendokumentasian, pengukuran dan perbaikan yang terus-menerus.

?  Proses mendefinisikan interface antara organisasi-organisasi, dan menjamin batasan alur kerja dan waktu dengan efektif (organisasi, vendor, geografis dan teknologi).

?  Proses-proses sebaiknya bersifat fleksibel, berskala, diterapkan secara konsisten dengan pengertian umum.

3.Penerapan Teknologi

Pengaruh pimpinan terhadap alat bantu dan teknologi yang menjadi pendukung utama komponen IT governance:

?  Proses-proses yang didukung oleh keperluan-keperluan informasi yang mendukung betuk-bentuk IT dan komponen-komponennya (seperti: perencanaan dan pendanaan, portopolio investasi manajemen, manajemen proyek, manajemen resiko dan perubahan, manajemen pelayanan dan pemenuhan IT, keuangan, aset dan unjuk kerja manajemen, dan catatan-catatan, dan lain-lain).

?  Alat bantu governance, komunikasi dan pengukuran efektivitas untuk memperlancar pendukung keputusan.

Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pilar kepemimpinan dan organisasi, PeterWeill [2] lebih jauh menjelaskan bagaimana perusahaan-perusahaan besar mengelola keputusan yang tepat mengenai IT untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Pada umumnya perusahaan-perusahaan besar juga tidak memungkiri banyaknya level dan disiplin bisnis atau petunjuk IT dan governance yang menjelaskan aturan dan tanggung jawab untuk mengukur ketepatan komitmen, sponsor, kenaikan dan pandangan ke luar, eksekutif manajemen dan unsur pokok yang lainnya.

B. Permasalahan 2: Masih Terbatasnya Sumber Daya Manusia yang Memahami dan Kompeten Dibidang IT dan IT Governance

Permasalahan kedua ini dialami oleh berbagai perusahaan dan organisasi. Satu diantaranya adalah Pemerintah DKI Jakarta. Melalui Gubernurnya Pemerintah DKI Jakarta menyatakan tidak puas dengan kinerja Dinas Pajak karena penerapan IT belum mampu meningkatkan kinerja Pemerintah DKI Jakarta khususnya dalam meningkatkan penerimaan pajak. Hal ini disebabkan penerapan IT untuk mendukung penarikan pajak di Jakarta tertunda. Pemerintah masih membutuhkan dua tahun lagi untuk menyiapkan sarana dan prasarana untuk menerapkan pungutan pajak berbasis IT. Akibatnya sistem online belum bisa diterapkan secara maksimal. Permasalahan ini terjadi karena masih terbatasnya sumber daya manusia yang memahami dan kompeten IT dan IT governance yang dimiliki DKI Jakarta. Kenyataan ini membuat Gubernur DKI Jakarta kecewa karena dari dulu telah berbicara mengenai online system. Tetapi hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan [6]. Permasalahan ini sejalan dengan keadaan IT governance saat ini seperti gambar berikut.

 

Competition and market pressure are forcing Performance Improvement

 

Good IT governance can help

An organization balance these

Opposing forces

 

 

 

 

 


Gambar 1. Keadaan IT Governance saat ini [1]

 

Tampak pada gambar 1 di atas bahwa nilai dan kinerja perusahaan atau organisasi saat ini belum seimbang dengan regulasi dan resiko yang ada. Akibatnya tekanan pasar dan kompetisi memaksa perusahaan atau organisasi untuk meningkatkan kinerja. Untuk mengatasi kesenjangan peranan IT governance saat ini dan permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah DKI Jakarta tersebut di atas (termasuk oleh perusahaan atau organisasi yang lainnya), maka perusahaan atau organisasi hendaknya mengetahui dan memahami tujuan penerapan IT sekaligus menerapkan IT governance. Karena IT governance secara umum bertujuan untuk meningkatkan peranan IT terhadap kinerja perusahaan atau organisasi melalui penyelarasan investasi IT dan prioritas bisnis, mengelola, membiayai dan mengamati permintaan pelayanan IT dan hasil kerja bagian IT dalam memenuhinya secara konsisten, mengelola resiko dan tantangan, memperbaiki kinerja bagian IT, dan memperbaiki kinerja dan pelayanan organisasi.

Selain bertujuan untuk meningkatkan peranan IT terhadap kinerja organisasi dalam mencapai tujuan dan sasarannya, penerapan IT governance juga bertujuan untuk:

1.Menyelaraskan investasi IT dan prioritas-prioritas bisnis dengan lebih teliti.

2.Mengelola, mengevaluasi, membuat prioritas, membiayai, mengukur dan mengamati permintaan-permintaan pelayanan IT dan hasil kerja dan memenuhinya, dengan lebih konsisten dan berulang sesuai dengan behavior yang dapat mengoptimalkan keuntungan bisnis.

3.Mengelola utilisasi pertanggung jawaban sumber daya dan aset.

4.Menjamin penyediaan dan penyelesaian IT sesuai dengan perencanaan, pembiayaan dan tanggung jawab.

5.Membuat, menetapkan dan menjelaskan keadaan yang diminta untuk dipertanggun-jawabkan dan diputuskan secara benar (mendefinisikan dan mengotorisasi peraturan secara jelas).

6.Mengelola resiko, tantangan dan kemungkinan secara proaktif.

7.Memperbaiki kinerja organisasi IT, memenuhi permohonan, mengembangkan dan mendewasakan staf.

8.Memperbaiki pelayanan dan mau mendengarkan pelanggan secara keseluruhan.

Perusahaan Tata Consultancy Services Ltd (TCS), salah satu perusahaan yang bergerak di jasa konsultan dan alih daya (outsourcing) berbasis IT asal India adalah contoh yang baik bagi perusahaan untuk memahami dan menerapkan konsep dan prinsip kritis perusahaan sesuai dengan tujuan IT governance yang disebutkan di atas. Dalam rangka menjamin penyediaan dan penyelesaian IT yang dibutuhkan oleh berbagai pelanggannya dari negara di Afrika, Asia, Australia, Eropa Amerika Utara dan Amerika Selatan. Perusahaan TCS melakukan kegiatan pengembangan dan memperbaiki proses komunikasi dan kolaborasi di antara pegawainya yang ada di banyak kantor perwakilan perusahaann TCS diberbagai belahan dunia. Secara tegas CEO Consultancy Services Ltd (S Ramadorai) menginginkan adanya proses kolaborasi dan berbagi informasi diantara pegawai-nya secara real time [7]. Kebijakan yang dilakukan oleh CEO Perusahaan TCS ini merupakan implementasi prinsip IT governance karena sesuai dengan tujuan IT governance butir ketiga yaitu menjamin penyediaan dan penyelesaian IT sesuai dengan perencanaan, pembiayaan dan tanggungjawab.

C.  Permasalahan 3: Belum Adanya Blue Print Penerapan IT Secara Menyeluruh, dan Belum Diterapkannya IT Governance

            Penyebab adanya penolakan dan resistensi oleh kalangan internal perusahaan, dan belum tercapainya tujuan dan sasaran penerapan IT untuk meningkatkan kinerja perusahaan seperti yang diurai pada permasalahan pertama dan kedua diantaranya karena perusahaan belum/tidak mempunyai blue print penerapan IT secara menyeluruh, belum ada strategi, dan belum diterapkannya program IT governance. Perusahaan pada kelompok ini membangun, mengembangkan dan menerapkan IT dalam proses kerja sesuai dengan permintaan unit kerja yang membutuhkan atau sesuai dengan keinginan pimpinan. Akibatnya penerapan IT pada berbagai unit kerja dan proses bisnis perusahaan belum terintegrasi dengan baik, tidak saling mendukung, belum disinkronisasi secara baik dengan usaha peningkatan kinerja, keuntungan bisnis, mencapai tujuan dan sasaran, ataupun untuk meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan. Akar permasalahan ketiga ini secara umum disebabkan para pimpinan perusahaan atau organisasi belum cukup memahami strategi penerapan IT dan IT governance dalam usaha peningkatan kinerja organisasi. Sementara itu, sebagian pimpinan organisasi sudah mengetahui bahwa perusahaan yang unggul IT governance-nya mempunyai keuntungan lebih tinggi dibandingkan dari perusahaan yang lemah IT governance-nya dengan menerapkan strategi dan tujuan yang sama.

Untuk itu, adanya blue print penerapan IT secara menyeluruh, dan diterapkannya IT governance yang efektif adalah hal yang kritis bagi sukses bisnis perusahaan dan akan memberikan keuntungan kepada organisasi. Keuntungan yang dimaksud dalam bentuk:

1.Menyusun kekeliruan IT dan pertanggung jawaban untuk menjamin efektivitas dan etika manajemen. 

2.Memperbaiki perencanaan, integrasi, komunikasi dan pelaksanaan antara unit bisnis dan kelompok IT dalam kelompok-kelompok IT (dalam lintas kelompok/grop).

3.Meningkatkan ROI berdasarkan keputusan manajemen permintaan (permintaan IT dan total biaya dari pemilik) untuk menganalisa, membuat prioritas, membiayai, menyetujui dan mengelola investasi utama IT (modal dan ongkos operasional).

4.Meningkatkan hal-hal yang menghasilkan keuntungan secara menyeluruh.

5.Menetapkan pilihan, administrasi kontrak dan pimpinan vendor/prakarsa rekanan.

6.Mengoptimalkan aset dan modal sumber daya manusia.

7.Memajukan dan mematangkan pencapaian efektivitas organisasi.

8.Memudahkan pemenuhan permohonan dan audit melalui pendokumentasian proses-proses, pengontrolan, dan otorisasi keputusan.

Dengan memperhatikan prinsip dan hal yang kritis bagi sukses bisnis perusahaan seperti yang disebutkan di atas, tidak sedikit organisasi, perusahaan, bahkan negara yang menerapkan IT governance dalam proses kerja organisasi berhasil meningkatkan kinerja organisasinya. Satu diantaranya adalah Negara Korea Selatan. Melalui penerapan prinsip-prinsip dan IT governance Korea Selatan berhasil meningkatkan transaksi e-commerce sebesar 5.6% dalam waktu tiga tahun, dari 7.2 juta transaksi pada tahun 2003 menjadi 12.8 juta transaksi pada tahun 2006. Tidak hanya itu, penerapan IT governance di Korea Selatan juga telah berhasil meningkatkan ekspor produk ICT (information communcition and technology) dari 48.4 miliar dollar AS pada tahun 2001 menjadi 113,3 miliar dollar AS ditahun 2006. Sumbangan komponen ICT dalam produk domestik bruto (PDB) riil nasional juga melonjak dari 10,1 persen (2001) menjadi 16.2 persen pada kurun waktu yang sama [8]. Dengan demikan penerapan IT governance terbukti dapat meningkatkan kinerja, keuntungan, dan keunggulan kompetitif perusahaan atau organisasi.

 

 

III.Syarat Pengembangan dan Implementasi Program IT Governance Secara Efektif

            Selain harus memperhatikan pilar-pilar kritis, pengembangan dan penerapan IT governance yang efektif juga harus memperhatikan dan memenuhi beberapa persyaratan. Tingkat kemampuan dan keberhasilan perusahaan dalam memenuhi dan melaksanakan persyaratan pengembangan dan implementasi program IT governance akan menentukan tingkat keberhasilan IT governance dalam meningkatkan kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Berikut ini adalah syarat pengembangan dan implementasi program IT governance secara efektif [4]:

?  Dewan pengurus dan pimpinan tim eksekutif  ditetapkan dalam panitia program pengimplementasian dan keberlanjutan tata kelola lingkungan yang kyat.

?  Mempersiapkan diri ? didik diri sendiri (dulu dan saat ini) untuk memunculkan best practice.

?  Pasar IT governance dan nilai diusulkan kepada organisasi dan komunikasikan tujuan dan sasarannya.

?  Bangun, adopsi, intergrasi, pengaruhi, sesuaikan dan timbulkan model best practice yang ada saat ini, buat landasan kerja dan standar untuk membuatnya bekerja untuk organisasi ? ciptakan integrasi antara landasan kerja IT governance dan peta kebijakan untuk organisasi.

?  Buat suatu penilaian lengkap terhadap keadaan tingkat kematangan IT governance ada saat ini, dan identifikasi kesenjangan-kesenjangannya.

?  Buat perencanaan keadaan IT governance yang diharapkan masa datang (kemana organisasi anda ingin dibawa dan ingin menjadi apa)?, selalu pertahankan perencanaan tersebut dan fokus. Buat suatu perencanaan untuk transisi dan transformasi organisasi dari keadaan saat ini kepada keadaan yang dituju dimasa yang akan datang.

?  Turunkan komponen-komponen IT governance kedalam paket-paket kerja yang terdefinisi dengan baik (seperti pensejajaran, portopolio investasi manajemen, manajemen program/proyek, proses investasi teknologi informasi, dan lain-lain). Menetapkan pemilik dan pemenang pada tiap-tiap komponen, dan membuat rencana prioritas pengembangan dan rencana kerja yang mengkonsentrasikan pada rantai penyelesaian dari kenaikan pemenuhan jangka pendek untuk mendukung pengembangan, menciptakan pandangan dan mendemonstrasikan kemajuan-kemajuan yang dicapai.

?  Mendukung organisasi dan individu untuk mensertifikasi area komponen IT governance (seperti: manajemen proyek,  rekanan, keamanan informasi, kualitas, dan lain-lain)

?  Mengimplementasikan suatu kebijakan governance dan proses yang skalabilast dan fleksibel.

?  Utilisasi teknologi seperti jalan melandai untuk memperlancar perjalanan untuk meningkatan hasil IT governance.

Selain hal di atas, Bill Gate [9] menyatakan bahwa pengembangan dan implementasi IT pada proses kerja perusahaan dan program IT governance secara efektif juga membutuhkan tiga hal yang harus ada pada CEO perusahaan, yaitu:

1)CEO harus yakin untuk menganggap IT sebagai sumber daya strategis untuk membantu perusahaan mendapatkan lebih banyak dari orang-orangnya. IT tidak boleh dianggap sebagai cost centre.

2)CEO perlu belajar cukup banyak tentang IT agar dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang baik dan kritis kepada CIO dan dapat mengatakan apakah jawaban yang diperolehnya baik.

3)CEO perlu banyak mengajar CIO menyertainya dalam pertimbangan manajemen dan penyusunan strategi.

Ibu Kota Seoul Korea Selatan adalah satu diantara yang berhasil mengembangkan dan mengimplementasikan program IT governance secara efektif dengan memperhatikan dan melakukan beberapa aspek di atas dengan dalam bentuk yang berlainan namun dengan makna dan tujuan yang sama. Adapun syarat yang sudah dipenuhi oleh Ibu Kota Seoul adalah: 1) Cepatnya adaptasi masyarakat terhadap penerapan teknologi IT, 2) Para Pemimpin Ibu Kota Seoul terlibat secara langsung dalam program perencanaan, pengembangan, pengimplementasian, dan keberlanjutan tata lingkungan IT governance yang kuat, dan 3) Pasar IT governance (pasar ICT) telah diusulkan kepada organisasi dan dikomunikasikan tujuan dan sasarannya [8].

 

Kesimpulan

IT adalah suatu bagian yang utuh dari sebagian besar organisasi saat ini dan akan menjadi hal yang lebih penting dimasa yang akan datang. Oleh karena itu IT governance harus menjadi bagian yang utuh dari tata kelola perusahaan dan diterapkan untuk meningkatkan kinerja, keunggulan kompetitif, dan untuk mencapai tujuan bisnis perusahaan. Dengan mengetahui, mengenal dan memahami permasalahan, konsep rencana pengembangan, dan strategi penerapan program IT governance diharapkan para pemimpin perusahaan termotivasi untuk mulai merencanakan dan menerapkan IT governance. Walaupun ada banyak alternatif dan standar yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk membantu perencanaan, pembangunan dan mengelola suatu prakarsa IT governance yang fokus kepada pencapaian kematangan dan efektivitas IT pada level yang lebih tinggi. Cara yang dapat digunakan oleh organisasi dalam pendekatan meningkatkan IT governance juga tidak hanya satu, artikel ini menyajikan identifikasi permasalahan umum yang dihadapi oleh perusahaan yang telah menerapan IT, mengenalkan konsep, rencana kerja dan peta integrasi IT governance secara menyeluruh dengan identifikasi-identifikasi yang tepat saat ini. Selain itu juga dimunculkan pendekatan penerapan terbaik (best practice) untuk setiap komponen utama IT governance yang harus ditunjukan pada berbagai pendekatan dan kritikal bagi perusahaan untuk mencapai kesejajaran yang lebih efektif bagi manajemen IT. Diharapkan konsep dan landasan kerja yang dibahas pada artikel ini dapat digunakan sebagai petunjuk arah bagi organisasi-organisasi dalam untuk memilih dan meng-customize pendekatan penerapan IT governance secara tepat sesuai dengan lingkungan, prioritas, kemampuan dan ketersediaan sumber daya. Keseimbangan dan konsistensi pendekatan top down framework dan peta rencana secara bersamaan dengan pengimplementasian adalah hal yang penting untuk kesuksesan penerapan IT governance dalam meningkatkan kinerja organisasi.

 

Pustaka

[1] SearchCIO.com, 1/11/2005, ?Executive Guide:IT governance.? www.kpmg.ca/en/services/advisory/err/inforiskmgmt.html

Perguruan Tinggi Raharja Laksanakan Yudisium Hari Sabtu, 25 Oktober 2008

Posted by henderi at 05:03 AM on October 21, 2008 Comments comments (14)

Perguruan Tinggi Raharja Laksanakan Yudisium Hari Sabtu, 25 Oktober 2008

Oleh: Henderi *)

 

Perguruan Tinggi Raharja Tangerang akan melaksanakan Yudisium atas 125 orang mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikannya di AMIK Rahara Informatikan dan STMIK Raharja. Peserta Yudisium tersebut tediri dari 51 orang dari jenjang Diploma dan 74 orang dari jenjang Sarjana. Dalam pelaksanaan Yudisium ini peserta akan dilantik dan disahkan sebagai lulusan/alumni Perguruan Tinggi Raharja oleh Direktur AMIK Raharja Informatika dan Ketua STMIK Raharja, dan dinyatakan telah menyelesaikan pendidikannya dan berhak secara resmi menggunakan gelar akademik sesuai dengan jenjang masing-masing.

 

Selain dilantik sebagai alumni, seluruh peserta Yudisium juga akan diberikan pengarahan dalam menghadapi dan terjun ke realita kehidupan masyarakat, diberikan Surat Keterangan Kelulusan (SKL) yang berlaku selama 6 bulan, dan diberikan salinan Trankrip Akademik. Sementara itu, Ijazah dan Transkrip Asli akan diberikan setelah pelaksanaan Wisuda.

 

Untuk itu, melalui blog ini saya [henderi] mewakili seluruh jajaran akademik dan civitas akademik Perguruan Tinggi Raharja mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh peserta Yudisium. Mudah-mudahan ilmu dan kompetensi (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) yang didapatkan selama mengikuti proses pembelajaran di Raharja dapat menjadi bekal awal dalam mengabdikan diri kepada orang tua, keluarga, masyarakat, tempat kerja, dan bangsa Indonesai secara umum. Teruslah belajar untuk meningkatkan kompetensi (karena sesungguhnya proses pembelajaran adalah seumur hidup), jaga nama baik almamater, dan abdikan ilmu dengan prinsip: Demi Tuhan, Demi Bangsa, Demi Negara, dan Demi Almamater. Karena segala perbuatan kita senantiasa akan diminta pertanggungjawabannya di dunia (oleh pihak-pihak terkait), dan di akherat oleh Pencipta alam semesta dan segala isinya (Tuhan Yang Maha Esa).

 

Terimakasih

[Asisten Direktur Bidang Akademik/Lektor dan Dosen Design Systems di STMIK Raharja]

 

Pasangan Nomor Urut 8 PILKADA Bengkulu Selatan 2008 Unggul Sementara

Posted by henderi at 10:39 PM on October 17, 2008 Comments comments (12)

Pasangan Nomor Urut 8 [REDHO] PILKADA Bengkulu Selatan 2008 Unggul Sementara


Berdasarkan hasil penghitungan sementara perolehan suara pasangan calon Bupati/Wk.Bupati Bengkulu Selatan sampai tanggal 16/10/2008 (sumber http://www.bengkuluselatankab. go.id/ver1/index.php pada tanggal 17/10/2009) pasangan nomor urat 8 untuk sementara unggul dari pasangan yang lain. Pasangan Nomor urut 8 yang diusung oleh PKS, Golkar dan beberapa partai lainnya ini memperoleh 16.759 suara (20.67% dari 81.068 suara yang sudah masuk di KPU Bengkulu Selatan). Sementara pasangan nomor urut 7 berada pada urutan ke-2 dengan memperoleh 12.186 suara (15.03% dari 81.6), dan urutan ketiga adalah pasangan nomor urut 1 dengan perolehan suara 11.546 (14.24% dari 81.068). Sementara ke-6 pasangan lainnya memperoleh suara di bawah ketiga pasangan ini. Dengan demikian dipastikan PILKADA Bengkulu Selatan 2008 akan dilanjutkan kepada putaran kedua karena tidak ada pasangan yang memperoleh suara lebih dari 30%. Pasangan nomor urut 8 dipastikan masuk pada putaran kedua, sementara pasangan nomor 7 dan nomor 1 masih bersaing ketat dalam perolehan suara untuk memperebutkan tiket keputaran kedua. Semoga Bengkulu Selatan mendapatkan Bupati/Wk. Bupati yang dapat membawa kemajuan yang bearti bagi seluruh masyarakat-nya, Amin [Henderi].

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Posted by henderi at 01:30 AM on September 24, 2008 Comments comments (0)
Bismillahiromanirohim...
Assalamualaikum WW

Atas nama Pribadi dan Keluarga saya [Henderi] mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H, Minal Aidien Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada kedua orang tua
tercinta di Desa Kuripan - Manna Bengkulu Selatan, seluruh keluarga besar di
Manna, di Prambanan, di Palembang, dan kepada seluruh Civitas Akademika
Perguruan Tinggi Raharja, Handai Tolan, dan kerabat/
teman-teman dimanapun berada.


Bagi Handai tolan/rekan-rakan yang mudik, saya doakan semoga lancar, selamat diperjalanan dan sampai ditujuan masing-masing. Jangan lupa berdoa sebelum
berangkat dan senantiasa hati-hati
selama diperjalanan.
Salam buat keluarga di kampung halaman/di
kota-nya
masing-masing.

Wasalam,
Henderi dan Keluarga di Tangerang

Program Pascasarjana Magister Teknik Informatika STTI Benarif Indonesia: TERAKREDITASI

Posted by henderi at 01:09 AM on September 04, 2008 Comments comments (2)

PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA PASCASARJANA (S2) STTI BENARIF INDONESIA, JAKARTA: TELAH TERAKREDITASI

Oleh: Henderi, M. Kom. *)

 

Status Program Studi Magister Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Informatika Benarif Indonesia, Jakarta telah ter-Akreditasi berdasarkan SK BAN Perguruan Tinggi Nomor: 008/BAN-PT/Ak-VI/S2/VIII/2008 tanggal 14 Agustus 2008.

Dengan status ter-Akreditasi berdasarkan SK BAN-PT tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi unsur Pimpinan, Staf, seluruh civitas akademika dan alumni STTI Benarif Indonesia, Jakarta dalam memberikan kontribusinya terhadap pembangunan bangsa Indonesia khususnya dibidang pembangunan sumber daya melalui pelaksanaan pendidikan yang bermutu.

Terimakasih.

 

*) Lektor di STMIK Raharja Tangerang, alumni STTI Benarif Indonesia Tahun 2006

 

 


View Older Posts »

Rss_feed