Dasar-dasar Fotografi 

(Lanjutan)

 

1. Depth of Field.

Depth of Field di sebut juga Ruang Ketajaman yaitu suatu daerah disekitar fokus obyek yang gambarnya sangat jelas. Daerah di luar ruang tersebut akan terlihat buram.

Depth of Field ini dipengaruhi oleh bukaan diafragma. Bukaan diafragma yang besar (angka kecil) akan menghasilkan Depth of Field yang kecil dan sebaliknya bukaan diafragma yang kecil (angka besar) akan menghasilkan ketajaman gambar yang lebih luas.

Perbedaan ketajaman gambar dapat dilihat pada gambar dibawah :

Angka-angka yang disusun di atas sebuah meja secara memanjang. Focus kamera terletak pada angka lima (5).

Susunan angka di atas meja.

Bukaan besar/angka kecil

Pada diafragma dengan bukaan lebar, Depth of Field hanya di sekitar angka lima (5), angka 4 dan 6 terlihat agak buram, angka 1 dan 0 sangat buram.

 

Bukaan sedang (+ 5,6)

Pada bukaan diafragma sedang, angka 4, 5 dan 6 terlihat jelas dan yang lainnya buram.

 

Bukaan kecil/angka besar.

Pada diafragma dengan bukaan kecil, semua angka menjadi jelas karena Depth of Fieldnya lebih luas.

 

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi ?

Depth of Field disebabkan oleh titik potong cahaya dari sebuah obyek yang melalui diafragma. Sehingga titik potong tersebut akan semakin panjang pada diafragma yang kecil.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah dengan cara yang sederhana. Pada kenyataannya di dalam lensa kamera terdiri dari banyak lensa.

 

Pada gambar sebelah atas, cahaya melalui diafragma yang besar membentuk sudut  curam sehingga titik potong cahaya pada focus lensa menjadi kecil.

Sedangkan pada gambar di bawahnya, cahaya yang melalui diafragma kecil membentuk sudut  landai sehingga titik potong pada focus menjadi lebih panjang. Artinya jarak Depth of Field menjadi lebih besar.

Sebuah pembuktian tentang diafragma dan Depth of Field dapat anda lakukan sendiri terutama bila anda memiliki mata minus. Ambillah secarik kertas, buatlah dua buah lubang. Lubang pertama dibuat sebesar ujung ballpoint, lubang kedua dibuat lebih besar dari lubang pertama. Lihatlah sebuah benda yang jauh melalui kedua lubang tersebut tanpa menggunakan kacamata.

Mana yang lebih jelas ?

 

 

2. Pencahayaan

Pemotretan akuarium atau obyek di dalamnya berbeda dengan pemotretan yang biasa dilakukan.

a. Tanpa cahaya tambahan.

Pemotretan tanpa cahaya tambahan dapat dilakukan dengan mengatur penggunaan ASA/ISO, Kecepatan dan Diafragma. Gunakanlah fasilitas lightmeter pada kamera anda untuk mengukur kuat cahaya yang dibutuhkan.

Biasanya pemotretan ini membutuhkan ASA/ISO yang tinggi, diafragma bukaan lebar dan Kecepatan yang rendah. Hal ini terkadang menyebabkan gambar kurang fokus, kurang kontras/lunak bahkan getaran kamera menjadikan gambar terlihat buram. Untuk hal tersebut anda membutuhkan tripod.

b. Dengan Cahaya Tambahan.

Penggunaan cahaya tambahan berupa lampu akan mengurangi resiko di atas. Usahakan penambahan cahaya ini cukup untuk meningkatkan jumlah cahaya yang masuk agar diafragma dan Kecepatan mencapai angka yang baik untuk pemotretan.

Untuk mendapatkan cahaya yang cukup, bisa di ukur dengan  lightmeter.U

c. Dengan Flash.

Cahaya tambahan berupa flash akan banyak membantu jumlah cahaya yang masuk tetapi beberapa hal harus diperhatikan.

* Pantulan cahaya.

Pantulan cahaya akan terjadi bila memotret dengan posisi tegak lurus pada bidang datar kaca. Untuk menghindarinya lakukan dari arah samping dengan sudut sekitar 45o terhadap bidang datar kaca sehingga pantulan cahaya tidak kembali ke arah kamera.

Atau bisa juga menggunakan kabel sinkron untuk flash sehingga flash bisa dipisahkan dari bodi kamera dengan tetap membentuk sudut pada bidang datar kaca.

* Penurunan intensitas cahaya.

Cahaya yang dipantulkan oleh kaca akan mengurangi cahaya yang masuk ke dalam akuarium. Demikian juga cahaya yang melewati kaca akan mengalami pembiasan. Hal ini menyebabkan penurunan intensitas cahaya yang bisa dimanfaatkan.

Selain itu intensitas cahaya juga dipengaruhi oleh kejernihan kaca, kejernihan air dan besar partikel di dalam air.

Biasanya untuk memotret akuarium, penurunan cahaya tersebut diimbangi dengan membuka diafragma lebih besar sekitar 1 - 2 step dari tabel pada flash.

Perhatikan kedua foto di bawah ini:

       

Akuarium silinder disebelah kiri tidak menggunakan flash dari atas sehingga terlihat lebih gelap karena hanya menerima cahaya dari flash kamera.

Sedangkan akuarium di sebelah kanannya terlihat terang dan kontras karena menggunakan flash slave unit yang diletakkan di tutup akuarium.

Pada gambar paling kanan terlihat perubahan intensitas cahaya yang dipengaruhi kedalaman air (tinggi akuarium 120 cm). Pada bagian atas yang lebih dekat dengan flash, terlihat "over" dan pada bagian tengah ke bawah normal.

 

NEXT

HOME

LINKS

FOTO

Dasar-dasar Fotografi

Dasar-dasar Fotografi Lanjutan

Setting Akuarium

Tips

Website, disain 3D, Foto dan Materi oleh Agung Ariawan