Assalamu'alaikumHimbauan dan anjuran bagi kaum wanita Kepada kaum wanita kami anjurkan agar membaca uraian dalam tulisan ini dengan teliti dan berulang kali, agar isinya betul-betul tertanam didalam hati dan ingatan. Lawanlah hati nurani dan kebiasaan selama ini berdandan dengan rambut terbuka dan berrok pendek agar kembali memakai kerudung kepala dan baju yang dalam, dalam rangka menyelematkan amal ibadahnya yang taat mereke kerjakan selama ini. Kami menyadari bahwa kaum wanita pada permulaan berkerudung dan berbaju yang dalam betul-betul berat sekali dan terasa asing bagi mereka. Sebab itu kami menyarankan agar berdoa tiap kali diakhir sholatnya dengan doa berikut : -Saya mengaku berdosa karena selama ini keluar dengan rambut terbuka dan berbaju pendek. Kalau saya masih begini hapuslah pahala sholat, puasa, sodaqoh saya dan saya masuk golongan munafik yang akan masuk neraka, biarpun didalam hidup saya taat sholat, puasa dan bersodaqoh. Ya Alloh ya Rob berilah saya kekuatan iman agar bisa berkerudung dan ber baju yang dalam sebagaimana yang Engkau perintahkan Dengan berdoa tersebut diatas, kaum wanita telah berwasiat secara jujur kepada dirinya sendiri dalam menyadarkan dirinya. Kepada yang sudah membaca tulisan ini dianjurkan agar menyampaikan tulisan ini kepada kaum keluarga atau kenalannya dalam rangka menghidupkan risalah kerudung dan busana muslimah ditengah-tengah wanita Islam kembali. Mudah-mudahan Alloh membukakan pintu tobat bagi kita semua...Amin. Sebagai penutup renungkanlah firman Alloh didalam surat Al Baqoroh 85 sbb : "....Apakah kamu mempercayai sebagian isi kitab saja dan mengingkari sebagiannya yang lain? tidak ada pembalasan yang lebih patut untuk orang- orang yang berbuat demikian diantaramu, selain dari kehinaan dalam kehidup an dunia ini dan dihari kiamat mereka dimasukkan kedalam siksaan yang amat berat". Alloh tidak pernah lengah memperhatikan apa-apa yang kamu kerjakan. Dari firman Alloh tersebut diatas, wanita yang taat sholat dan berpuasa adalah mempercayai sebagian isi Al Quran dan mereka mengingkari sebagian lagi, yaitu keharusan wanita berkerudung dan berbaju yang panjang, maka wanita yang seperti ini diakhirat nanti akan mengalami siksaan yang amat berat, yaitu masuk neraka. Dengan tambahan ayat Alloh tersebut diatas, tidak ada lagi keraguan bahwa wanita tidak berkerudung kepala dan berbaju yang panjang sampai kemata kaki, sudah pasti masuk neraka biarpun mereka taat sholat dan berpuasa serta ibadah lainnya. Perintah berkerudung bagi wanita tidak saja tertera didalam Al Quran, tetapi juga di dalam injil, Perjanjian Baru (Koriutus 11 ayat 6), yang berbunyi sbb : -Jikalau seorang perempuan tidak berkerudung, biarlah rambutnya digunting. Tetapi jikalau menjadi malu kepada perempuan itu digunting atau dicukur rambutnya, biarlah dia berkerudung.Jadi perintah berkerudung kepala bagi wanita datang dari Alloh, tidak saja bagi ummat Muhammad, tetapi bagi ummat Nabi Isa. Malahan hukumnya bagi wanita yang tidak berkerudung lebih keras di dalam injil, hanya saja ummat Kristen mengingkari, seperti kebanyakan wanita Islam sekarang ini. Janganlah menunda-nunda hal ini karena kematian tidak akan pernah ditunda.Wassalam
Assalamu'alaikumPara ulama dan guru agama banyak yang bakal masuk neraka karena menyembunyikan firman Alloh mengenai keharusan wanita memakai kerudung kepala dan berbusana muslimah.Cobalah renungkan firman Alloh dibawah ini, yaitu surat Ali Imran ayat 21 dan 22 dibawah ini : "Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allo dan membunuh para Nabi tanpa alasan yang benar dan membunuh orang yang menyampai-kan kebenaran, beritahukanlah kepada mereka tentang siksaan Alloh yang amat pedih. Mereka itulah orang-orang yang hapus semua pahala amalnya, tidak mendapat balasan didunia maupun di akhirat dan tidak akan ada yang menolongnya".Sekarang marilah kita renungkan isi kandungan atau tafsir ayat tersebut di atas yaitu sbb : 1. Siapa yang kafir terhadap ayat Alloh selama ini ? Yaitu mereka kaum wanita yang rajin bersholat dan berpuasa, tetapi tidak berkerudung kepala dan berpakaian yang dalam, mereka itu adalah kafir kepada ayat Alloh dalam surat An Nur 31 dan Al Ahzab 59. 2. Siapa pula yang membunuh para Nabi tanpa alasan yang benar ? Nabi Muhammad jasadnya tidak pernah dibunuh orang, dan beliau telah meninggal dengan selamat, Tetapi yang kita bunuh adalah wahyu yang diterimanya yaitu keharusan wanita memakai kerudung kepala dan berbaju panjang. Siapa pula diantara kita yang membunuh atau menguburkan wahyu yang diterima Nabi Muhammad tersebut, yaitu firman Alloh dan surat An Nur dan Al Ahzab 59 ? Mereka-mereka itu adalah : - Para ulama yang masih mengikhlaskan kaum keluarga mereka yang wanita berdandan dengan rambut terbuka dan berrok pendek. - Para ulama yang masih mengikhlaskan perkawinan adat dimana pengantin perempuan didandani dengan rambut terbuka, sedangkan mereka bertindak sebagai penghulu dalam akad nikah perkawinan tersebut atau para ulama yang hadir sebagai tamu, tetapi tidak memberi tegoran kepada pengantin wanita. - Guru-guru agama disekolah-sekolah yang tidak pernah menyampaikan perintah Alloh dalam surat An Nur ayat 31 dan Al Ahzab 59 pada anak didiknya yang wanita. - Guru-guru sekolah yang memerintahkan pakaian seragam sekolah kepada anak-anak didiknya yang perempuan dengan berrok pendek dan rambut terbuka. - Kaum adat yang mempertahankan penampilan pengantin wanita dengan rambut terbuka. - Pedagang pakaian wanita yang tidak berrok dengan busana muslimat Semua mereka tersebut menguburkan atau membunuh firman Alloh dalam surat An Nur 31 dan Al Ahzab 59, wahyu yang sudah jelas diterima Nabi Muhammad, sebagai satu tafsir dari membunuh para Nabi tanpa alasan yang benar. 3. Siapa pula yang membunuh orang yang meyampaikan kebenaran ? Yaitu semua orang yang telah membaca tulisan ini yang isinya berbentuk him-bauan untuk mengingatkan kaum Islam akan firman Alloh dalam surat An Nur 31 dan Al Ahzab 59, sesuatu kebenaran yang datang dari Alloh yang sudah dilupakan oleh wanita Islam dan laki-laki Islam selama ini, tetapi mereka masih saja tidak mengacuhkan atau mengambil perhatian, tidak menasehati istri, anak gadis mereka dan kaum keluar yang wanita serta wanita Islam lain- nya agar berkerudung dan berbaju yang panjang sebagaimana yang diperintahkan Alloh didalam Al Quran. Mereka semua dimasukkan kedalam golongan orang yang membunuh orang yang menyampaikan kebenaran, sebagai tafsir dari ayat tersebut diatas. Berpedoman pada firman Alloh didalam surat Ali Imran 21 dan 22 di atas, sungguh banyak umat Islam diakhirat nanti dimuka pengadilan Alloh, yang kekosongan amal ibadahnya, karena telah hapus seluruh pahala sholatnya, puasanya, zakatnya, hajinya, sedekahnya dll, semata-mata karena melupakan atau mengabaikan firman Alloh dalam surat An Nur 31 dan Al Ahzab 59, tidak saja dari kaum wanita tetapi juga dari golongan laki-laki termasuk para ulama, guru mengaji, kepala keluarga dll. Mereka semua ini pengisi neraka jahanam, sungguhpun taat bersholat, kekal didalamnya tanpa ada syafaat Nabi Muhammad yang diharap-harapkan oleh umat Islam, sesuai dengan arti tidak akan ada yang menolong dari surat Ali Imron 22 diatas.
Assalamu'alaikumKalau mau bicara tentang pakaian wanita muslimah yang ideal dan memenuhi seluruh persyaratan, maka sebagaimana yang disepakati oleh jumhur ulama bahwa aurat wanita itu adalah seluruh tubuh kecuali muka dan tapak tangan. Artinya, keseluruh tubuh itu wajib ditutup dengan pakaian kecuali bagian muka dan tapak tangan saja. Sedangkan model pakaian, warna, motif, corak atau stylenya diserahkan kepada masing-masing budaya dan kebiasaan. Asalkan kesemuanya itu memenuhi syarat standar busana muslimah yaitu : 1. Tidak tembus pandang 2. Tidak ketat hingga membentuk lekuk tubuh 3. Tidak menyerupai pakaian laki-laki atau 4. Tidak menyerupai pakaian khas milik orang kafir atau pakaian orang fasik 5. Benar-benar menutup dan tidak ada yang dibuka atau dibelah sedemikian rupa sehingga bisa memperlihatkan auratItu adalah standar ideal busana muslimah yang bila semua itu terpenuhi, maka sudah cukup. Adapun masalah jilbab gaul yang sekarang jadi mode, bisa kita lihat dari dua arah yang berbeda. Arah yang pertama, bila kita melihat dari arah ideal. Maka jilbab mode itu jelas masih belum memenuhi semua persyaratan. Misalnya soal ketatnya pakaian itu sehingga tetap membentuk lekuk tubuh. Atau belahan-belahan tertentu yang masih juga memperlihatkan bagian aurat. Juga masalah menyerupai pakaian laki-laki dan seterusnya. Bila kita nilai dari arah ideal atau tidak, maka jilbab gaul itu tidak bisa dikatakan ideal alias tidak memenuhi syarat busana muslimah. Yang kedua, kita memandang dari arah pakaian trendi di kalangan remaja gaul saat ini yang sedemikian seronok, terbuka, seksi dan cenderung liar dan a moral. Kita bisa mengatakan bahwa pakaian mereka itu sama saja dengan bukan pakaian, karena aurat yang terlihat bukan hanya sebagian, tapi justru sebagian besar. Jadi pakaian mereka itu bukan setengah telanjang tapi 2/3 telanjang atau 4/5 telanjang. Bila dari kalangan mereka ini ada yang mulai sadar dan ingin kembali kepada Islam lalu mulai coba-coba menggunakan busana muslimah meski belum memenuhi standar ideal, maka kita perlu memberi support atau dukungan. Tentu saja dukungan ini sifatnya sementara, karena biar bagaimana pun pakaian idealnya belum terpenuhi. Tapi support dan dukungan tetap dibutuhkan agar mereka sedikit demi sedikit bisa beradaptasi dengan busana muslimah. Karena kalau mau dibandingkan, biar bagaimana pun jilbal gaul itu tetap lebih baik dari pada baju minim yang mengubar nafsu itu. Yang diperlukan adalah pendekatan dakwah yang baik dan simpatik kepada mereka agar keinginan baik mereka itu bisa dihargai lebih dahulu. Sambil perlahan-lahan kita mencoba menanamkan makna dan hakikat ajaran Islam secara lebih intensif dan mengena. Nanti pada akhirnya, bila penanaman itu mulai menghasilkan buah, mereka snediri yang akan mengganti jilbab gaulnya dengan busana muslimah yang ideal.Wassalam