
zar zh
Disinilah daku, pengemis ini, lagi dan lagi, mengetuk dan merayu,
sungguhnya dahulu aku ingkar padaMu, kini pun, masih kasara,
Oh Allah, ampunkan daku, kurniakanlah daku hidayat,
daku, keluargaku, teman-temanku dan seluruh umat sekalian,
Rahmat dan petunjuk jalan kearah kebenaran.
Sesungguhnya pintu rahmatMu sangat luas, meliputi segalanya, atas sekian mahluk,
sesungguhnya pintu taubatMu, 70 tahun perjalanan, dari satu penjuru ke penjuru luasnya,
dan daku tahu, kami tahu (hanya selalu lepa) ianya sentiasa terbuka, sebelum ruh ini, ruh kami sampai kehalkum,
jesteru itu, bantulah daku, kami semua, kembali (taubat) padaMu,
kembali dalam setiap erti diri, dalam setiap kata yang dinohtakan,
dalam setiap amal yang dikerjakan, dalam setiap pandangan yang
dilemparkan, dalam setiap langkah yang dihayunkan, dalam setiap fikir
yang dizikirkan, dalam setiap laku yang diperlakukan, dalam setiap niat
yang diterbitkan dan dalam setiap saat hidup yang dititipkan....
- Tanda orang yang lepa atau dalam kerugian hayatnya adalah:
1- Lupa pada dosa-dosa yang lalu, sedangkan catitannya sentiasa terpelihara disisi Allah.
2- Suka mengingati kebaikan-kebaikannya dimasa lampau, sedangkan dia
sendiri tidak tahu, apakah diterima kebaikannya atau ditolak oleh Allah.
3- Hanya melihat orang yang lebih darinya disudut duniawi, membuatnya
sentiasa terkejar-kejar duniawi dan lupa untuk bersyukur pada apa yang
Allah beri padanya.
4- Hanya melihat orang yang kurang darinya disudut agama (amalan
akhirat), membuatnya tiada keinginan untuk belajar atau memperbaiki
amalannya untuk akhirat.